Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 95 : Capek


__ADS_3

Ketika Mala keluar dari rumah sakit, Della juga ikut kesana, setidaknya dia membantu memapah kakaknya walaupun tidak ditemani bicara.


Hati Della sakit, dia merasa kehadirannya sama sekali tak dianggap padahal dia sendiri tak sadar apa dirinya punya salah?


Della kini duduk di pinggir ranjang kakaknya yang tengah berbaring diatas tempat tidur, dia menatap kakaknya dengan lirih, "Kak, Della mau tanya! Apa Della punya salah sama kakak?" Tanyanya takut.


Mala awalnya terdiam hingga mulutnya kemudian berkata, "Kamu yang lebih tau apa kamu punya salah sama kakak?"


"Maksud kakak apa?"


"Udahlah Dell... Tolong dong kamu keluar dulu, kayaknya kakak kecapean, mau istirahat!"


"Ii-iya Kak!" Jawabnya terbata.


Della merasa kali ini sama saja seperti yang terakhir kalinya. Mala terus memperlihatkan sikap dingin pada adiknya dan membuat Della tak nyaman dan terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri dimana ia punya salah.


Della keluar dari kamar Mala dan bertemu Raka di teras rumah itu, dia melihat Raka sedang menelfon seseorang.


Raka menyadari kehadiran Della saat ia melirik kebelakang, dia lalu berkata, "Udah dulu yah! Nanti kita bicarain lagi di kantor!" Ucapnya pada seseorang yang ditemaninya bicara lewat Telfon.

__ADS_1


"Dell... Gimana respon kakakmu? Udah bagus kan?"


Della menggeleng dengan wajah memelas, "Belum kak! Aku beneran bingung kak Mala sebenarnya kenapa! Tapi makin kesini aku makin yakin kalau kak Mala sebenarnya tau sesuatu deh kak! Atau jangan-jangan kak Mala emang udah tau semuanya tapi masih bersikap biasa aja kekita?" Tebak Della.


"Ahh nggak mungkinlah Dell... Palingan kalau dia tau, mungkin dia udah minta cerai! Nggak mungkin biasa aja kayak gitu!"


Della mendesis kesal mendengarnya, "Shh... Kak Raka selalu aja bilang nggak mungkin, nggak mungkin... Terus gimana kalau tebakan aku bener?"


Raka terdiam sejenak, dia kemudian duduk di kursi yang ada di teras tersebut, "Jangan bahas itu dululah Dell... Kakak lagi pusing nihh!"


"Pusing kenapa kak? Pusing mikirin kak Mala, atau pusing mikirin kak Elisa?" Kata Della.


Della menghempas tangannya dengan keras, dia menatap Raka dengan tatapan tajam, "Kak Raka fikir aku ini bodoh? Asal kak Raka tau... Aku udah tau semua kebusukan kakak!"


"Kamu ini ngelantur ya Dell... Kayaknya kamu kurang tidur deh.... "


"Jangan coba-coba alihin pembicaraan kak! Aku sama sekali nggk ngantuk! Aku emang udah tau semuanya!!" Kata Della memperjelas omongannya.


Raka mendesah kasar, "ahh... Kamu masih kecil Dell... Emangnya kamu tau apa?"

__ADS_1


"Masih kecil? Otak kak Raka tuh yang masih kecil!" Umpat Della.


"Kamu kok ngomongnya jadi kasar sih Dell? Siapa yang ajarin kamu kayak gini? Kasih tau kakak!"


"Kak Raka bisa bercermin dan lihat diri kakak kalau mau tau siapa yang ajarin aku sampai jadi kayak gini! Aku sebenarnya nggak nyangka kalau kak Raka emang sebr*ngsek itu loh! Tapi ternyata faktanya emang kayak gitu dan ahh udahlahh.... "


Della tak tau harus berkata apa.


Raka mengerutkan kening, sepertinya dia masih tak paham maksud Della.


"Aku tau kalau kak Elisa hamil dan orang yang hamilin adalah kak Raka kan?" Tuduh Della kali ini langsung to the point.


"Apa? Jangan asal ngomong Dell... Jelas-jelas kamu lihat sendiri kan, kalau kakak baru kenalan sama Elisa itu kemarin di rumah sakit!"


"Sampai kapan kakak mau bohong? Asal kak Raka tau kak Elisa itu orang yang pernah datang ke kos aku terus nyari keberadaan kak Raka! Terus kemarin kak Elisa sendiri yang ngomong ke aku kalau dia mengandung anak kak Raka!"


"Enggak! Dia yang bohong! Masa iya kamu lebih percaya Elisa daripada aku, kakak iparmu sendiri! Dia orang baru yang kamu kenal, sedangkan kita udah lama kenal kan?"


Della mengepalkan kedua tangannya, wajah yang bening itu tiba-tiba berubah warna sekarang, tampaknya dia mulai emosi. Sambil menggertakkan gigi dia berkata, "Udahlah kak! Kak Raka mau sampai kapan kayak gini? Kakak nggak capek ya? Aku capek loh dengar semua sandiwara kak Raka!" Tutur Della dengan kedua mata berkaca-kaca.

__ADS_1


__ADS_2