Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 68 : Merasa Dia Alay


__ADS_3

Pagi harinya Raka terbangun dengan perasaan yang sangat segar, sementara Mala juga masih berada dalam pelukannya.


Pelan tapi pasti Raka beringsut meninggalkan ranjang, tak lupa dia mencabut ponselnya yang tercharger kemudian membawanya keluar menuju kamar mandi.


Dalam kamar mandi itu, dia mengirim pesan teks pada Della, sambil tersenyum ia lalu mengetik, "Dell kakak kangen kamu, mau ketemu sebentar boleh nggak?"


Tak lama kemudian Della membalas pesan tersebut, "kayaknya nggak bisa dehh kak! Della ada jadwal kuliah masuk sore!"


Raka tampaknya kecewa, lalu ia membalas lagi, "Kalau malam gimana? Kita keluar jalan-jalan yuk!" Ajaknya.


Della yang kini masih rebahan di atas kasurnya bahkan sangat malas mau melakukan sesuatu, Kamar yang berantakan bahkan pakaian kotornya juga sudah menumpuk.


Bagaimana tidak, fikirannya hanya di penuhi oleh Raka, bayang-bayang pria itu saat menggagahinya kadangkala muncul begitu saja dan membuat Della senyum-senyum setiap saat.


Dia mulai berfikir harus menjawab apa, "Emang kak Mala nggak bakalan marah? Takutnya kak Mala curiga!"


"Ya juga sih! Tapi kakak kangen loh sama kamu Dell.... "

__ADS_1


"Kemarin kita kan udah ketemu kak! Kok bisa kangen lagi!" Kata Della.


"Namanya juga udah sayang Dell... Jadi bawaannya kangen terus!" Balasan Raka.


Tok... Tok... Tok...


Pintu kamar mandi diketuk, Raka kaget. Hampir saja ponselnya terjatuh kedalam kloset.


"Sayang... Kamu ngapain didalam? Kok lama banget sih? Aku mau BAB nih!" ternyata itu Mala dengan suara terdesak.


Mala menahan dirinya, dia mencoba tetap tenang dikala itu ingin buang air besar juga, rasanya sulit tapi dia tetap sabar.


"Sayang maaf ya, aku.... "


Hingga Raka keluar sambil memegangi perutnya, tapi Mala tidak peduli buru-buru ia masuk kedalam kamar mandi lalu mengunci pintunya tanpa merespon Raka sedikitpun.


Raka hanya menghela nafasnya, kali ini dia fikir kebohongannya berhasil tapi tanpa dia tau kalau Mala yang kesakitan karena sakit perutnya.

__ADS_1


Mala melamun ketika apa yang harus segera dikeluarkan semuanya sudah berpindah tempat, dia sebenarnya melirik charger Raka sebelum keluar dari kamarnya tadi.


Dia fikir Raka memang benar membaws ponselnya kedalam kamar mandi, dan Mala benar sekali, sekilas Mala tadi melihat kantong celana Raka tercetak bentuk ponselnya disana.


Bohong jika Mala sudah tak curiga lagi padanya, hampir 1 jam Raka di dalam kamar mandi, Mala hafal betul waktu suaminya itu meninggalkan Ranjang, satu jam bukan waktu yang sebentar hanya untuk BAB? Apakah dia punya penyakit? Sembelitkah? Wasirkah? Ahh tidak mungkin. Fikir Mala.


"Kayaknya dia emang sembunyikan sesuatu, aku yakin banget sekarang, tapi aku nggak boleh buru-buru, aku tau dia bakal hati-hati banget mulai sekarang! Oke... Tenang aja! Aku pasti bakal bongkar semuanya!" tekad Mala.


Saat semuanya selesai, dia bersikap layaknya tak terjadi apa-apa sebelumnya, menyiapkan sarapan sampai merespon rayuan serta gombalan Raka seperti yang lalu.


Pria itu juga tak lagi memainkan ponselnya didepan Mala, dia hanya fokus melahap sarapannya.


Dia bersikap sangat-sangat manis, hingga terkadang Mala merasa kalau suaminya tiba-tiba jadi alay.


"Oke... Sekarang, kamu masih bisa senyum-senyum didepan aku! Tapi lihat gimana nanti... Apa kamu masih bisa gombalin aku kayak gini kalau aku udah dapat banyak bukti?"


Batin Mala

__ADS_1


__ADS_2