Gairah Panas Kakak Ipar

Gairah Panas Kakak Ipar
BAB 79 : Respon Dingin


__ADS_3

Raka kekamar mandi lebih untuk cuci muka sebelum ia masuk kedalam kamar, dia dengan begitu pelan membuka pintu kamarnya dan melihat Mala sudah tidur miring menghadap kearah jendela.


Raka sangat berhati-hati menaiki ranjang dan masuk kedalam selimut yang sama dengan Mala, dia tidur membelakangi istrinya tanpa tau kalau Mala belum tidur, bahkan wanita itu masih sesegukan menahan tangisnya.


Sementara itu Raka yang merasa begitu lelah dan bahkan belum tidur sebelumnya langsung terlelap, ia juga mendengkur padahal baru beberapa menit yang lalu dia berbaring di tempat tidur itu.


Mala sangat emosi, dia langsung terduduk dan menatap punggung suaminya, rasanya ia ingin memukul keras pria itu sampai berdarah-darah bahkan Mala seperti ada keinginan ingin mencekiknya.


Dengan mata yang memerah dan sedikit bengkak mala menjulurkan kedua tangannya kearah leher Raka, dia ingin mencekiknya tapi belum menyentuh kulit Raka tangannya langsung berhenti, "Enggak! Aku nggak sekejam itu sampai harus menbunuh ayah dari calon bayiku! Enggak! Aku nggak mau... Aku nggak mau berakhir di penjara dalam keadaan hamil!" dia menggeleng kuat sembari menarik kembali tangannya.


Mala kembali merebahkan diri sambil menahan kesesakan didadanya. Kali ini ia memendam hanya mengelus dada seraya mengatur nafasnya.


Air mata itu kembali menetes dari sudut matanya, ia mencoba terlelap tapi tidak bisa.


***

__ADS_1


Saat matahari sudah menampakkan sinar terangnya, Della Buru-buru terbangun saat melihat jam yang ada di layar ponselnya sudah menunjukkan pukul 07.03. Kurang dari 30 menit lagi jadwal kuliahnya sudah di mulai.


"Ahh gawat aku Kebablasan!" Gerutunya dengan tergesa-gesa.


Dengan wajah bantalnya ia keluar dari kamar dan melihat kakaknya sudah ada diruang tamu dengan segelas susu dihadapannya.


"Ya ampun kak! Kok kakak nggak bangunin aku sih? Kan aku udah bilang mau masuk pagi! Kalau gini aku bisa telat kak!" Keluhnya pada Mala.


"Ohh terus kamu nyalahin kakak? Lah... Emangnya susah ya sebelumnya tidur kamu setel jam alarm?"


Della langsung melongo dengan respon kakaknya, "Ya... Ya karena aku fikir ada kakak yang bakal bangunin aku!"


Lagi-lagi Della mendapat jawaban menohok dari kakaknya, "Kak Mala kok gitu sih? Ahh terserahlah kak! Aku mau balik dulu, ehh tapi kak Raka mana? Bukannya kak Mala sendiri bilang kalau kak Raka yang bakal anterin aku pulang?"


"Ohh kamu cari suami kakak? Orangnya belum bangun, dia mungkin kecapek an gara-gara semalam!" Ucap Mala sekaligus memberikan sindirian.

__ADS_1


Seketika Della mematung ditempatnya, "Ha? Gara-gara semalam? Apa Jangan-jangan kak Mala tau soal semalam?"


"Ma-maksud kak Mala apa?" Tanyanya dengan terbata-bata.


Mala tersenyum miring, sambil menyilangkan kedua tangan didepan dada.


"Kamu penasaran banget ya Dell.... Tapi kayaknya kakak nggak bisa jelasin Dehh, tuh lihat jam!"


Della melirik jam dinding yang ternyata sudah jam 07.17.


"Astaga kalau gitu aku pulang dulu ya kak!"


"Iya... Lain kali suami kakak bakal anterin kamu kok, kemana aja! Tapi lain kali ya... Bukan sekarang!" Sindirnya sekali lagi.


Della pura-pura saja tak mendengarnya, dia lalu memesan ojek online kemudian berdiri didepan pintu setelah pamit dari kakaknya.

__ADS_1


Ketika ojek online yang Della pesan sudah tiba, dia melihat kearah rumah kakaknya, ternyata Mala tak keluar untuk sekedar mengantar bahkan tak berucap 'hati-hati dijalan' seperti biasanya.


Della menangis di atas motor, dia memikirkan respon kakaknya tadi, dia merasa orang yang menemaninya bicara bukanlah kakaknya melainkan oranglain, sikapnya benar-benar berbanding terbalik dengan Mala yang ia kenal


__ADS_2