
Langkah Lionel semakin cepat, dibawah guyuran hujan pria itu tetap mempertahankan kesadarannya. Kedua tangannya memeluk erat tubuh lemah Liara, pandangannya lurus kedepan- kedua kaki kokohnya melangkah lebar meninggalkan beberapa orang pria yang menyusulnya ke lokasi.
Sepertinya teman satu kelompok Liara sudah sampai dan malaporkan kejadian ini pada mereka. Tapi sayangnya mereka sangat lamban, membuat dirinya harus bergegas sendiri.
Setelah sekian jauh mereka berjalan, cahaya dari lokasi kemah terlihat. Hujan yang mengguyur deras membuat orang orang disana enggan menyambut kedatangamnya, kecuali seorang gadis remaja yang berlari ke arah Lionel dengan wajah cemas.
"Kak Ara!" gadis berkaos putih itu tidak peduli dengan tubuhnya yang basah kuyup.
Kedua matanya memerah saat melihat saudarinya dalam keadaan tidak baik.
"Dimana tenda medis?!"
Lionel mengabaikan sang gadis, dia bertanya tanpa ingin menatap gadis remaja yang tengah membuntutinya dari belakang. Tapi tidak lama gadis itu berjalan cepat mendahului Lionel. Kedua kakinya membawa dia menuju sebuah tenda besar berwarna merah putih yang tidak jauh lagi.
Lionel melangkah cepat mengikuti gadis yang dia ketahui sebagai adik sepupu Liara itu. Kedatangan Lionel bersama Liara, apa lagi melihat keadaan serta interaksi keduanya, membuat semua orang yang ada disana menatap ke arah mereka berdua- termasuk Hyena dan gengnya yang tengah berteduh di tendanya.
__ADS_1
Kedua mata Hyena melotot, mulutnya menganga saat melihat ajudannya itu menggendong si gadis bunga dengan posisi yang sangat intim. Hyena mengumpat kesal karena ternyata pria itu pergi mencari Liara di hutan.
Dia kira Lionel diam didalam tendanya setelah tugas dan waktu yang dibeli oleh Sang Papa habis saat malam tiba. Tapi ternyata pria irit bicara dan sangar namun tampan itu malah berkeliaran.
"Loh itu kan bodyguard lo, Na. Kok bisa sama si gadis kembang sih? apa dia ikut nyari ke hutan tanpa ngasih tau lo?"
Hyena tidak menjawab gadis itu melengoskan wajahnya ke arah lain yang tidak di penuhi oleh orang lain.
Tidak jauh dari Hyena, tenda yang di tempati tim medis perkemahan ini terlihat sibuk. Pihak kampus memang sengaja membawa satu orang dokter dan dua perawat ke perkemahan ini, pihak kampus sudah mempersiapkan hal yang paling penting dan pasti sangat di butuhkan.
Dan benar saja bukan, malam ini tim medis sibuk menyambut kedatangan seorang gadis yang tidak sadarkan diri dalam keadaan buruk.
Dokter wanita itu menoleh, tidak menjawab tapi dia segera bertindak membuka pakaian pasiennya yang basah. Tapi gerakan tangannya itu terhenti saat ada tangan besar menahannya.
Tangan dingin itu mengetat, memberikan peringatan padanya kalau tidak ada yang boleh menyentuh raga lemah sang gadis begitu saja.
__ADS_1
"Aku tanya sekali lagi, apa kau mampu menanganinya? kalau kau menang tidak mampu, aku akan membawanya keluar dari tempat sialan ini!" desis Lionel penuh peringatan.
Kalau saja malam ini tidak hujan, dan keadaan Liara sedikit lebih baik- dia akan nekat pergi dari perkemahan membawa Liara dengan motornya. Tapi karena keadaan sang Bunga Albarack sangat tidak baik, di tambah juga cuaca tidak mendukung jadi Lionel memilih untuk membiarkan tim medis diperkemahan ini menanganinya terlebih dahulu.
"Dia kedinginan, aku harus melepaskan pakaiannya. Sekarang kamu tenang oke, tolong carikan pakaian kering dan nyaman untuk gadis mu. Aku berjanji gadismu ini akan baik baik saja, sekarang pergilah cari pakaian untuk nya!" dokter wanita itu mencoba untuk meyakinkan pria itu agar tetap tenang.
Sedangkan Lionel, pria itu menyugar rambutnya kasar- wajahnya terlihat khawatir dengan menatap tak terbaca pada Liara yang masih tidak sadarkan diri.
"Aku akan kembali, tolong jaga dia!" cetus Lionel.
Pria itu bergegas pergi, dia harus mengambil pakaian kering milik Liara. Lionel membiarkan gadis itu bersama dokter dan saudara sepupunya yang masih terisak di dekatnya.
Kedua tangan pria itu mengepal, Lionel kembali menembus hujan untuk menuju tenda yang Liara tempati di perkemahan ini. Malam ini dia akan melihat perkembangan Liara, kalau tidak ada perubahan dia akan membawanya pergi besok pagi.
__ADS_1
**TARIK NAPAS BANG JANGAN ESMOSI, NGOPI AJA NYOK
SEE YOU TOMORROW MUUUAACCHHH😘😘😘**