
"Aakkhh kau terlalu lama!" hadriknya.
Pria yang bernama Salim itu segera masuk, dia menutup pintu kamar cukup kencang setelah berada didalam. Mulutnya terus saja mengoceh dalam bahasanya, terdengar kasar dan mengutuk pemilik tempat yang dia injak saat ini.
Saking sibuknya mengomel, pria itu sampai tidak menyadari kalau diatas tempat tidur mewah yang dia sewa sudah ada seseorang. Orang itu terlihat santai, berpose cukup menantang didukung oleh pakaian yang melekat ditubuhnya sekarang.
"Aku akan menuntut Tuan Scar kalau sampai aku rugi ba-,"
"Kenapa anda marah marah Tuan? apa kedatangan ku mengganggumu? uuhh- padahal aku sudah menunggumu sejak tadi, anda membuat aku sedih."
Salim berkedip berulang kali, pria itu menatap lekat pada seseorang yang perlahan bangkit dan mendekat ke arahnya. Gerakan tubuh berbalut pakaian sexy khas penari perut berwarna biru itu sukses membuat jakunnya naik turun.
Kedua lututnya sedikit melemas, tapi sepertinya konglomerat bangsat ini berusaha bertahan walaupun kedua lututnya bergetar. Tubuh yang hanya memakai kolor bergambar onta dan kaos singlet itu makin berkeringat, saat makhluk indah dihadapannya kian terlihat jelas ditemaramnya kamar.
"Si-siapa kau? ke-kenapa kau ada disini, dikamar ku?!" tanyanya dengan terbata.
Jantungnya berdetak lebih kencang, kedua matanya tidak mampu berkedip saat dia melihat samar samar bibir tipis itu tersenyum dari balik cadar.
Sangat indah
"Anda yang memanggilku kemari, lalu kenapa anda terlihat bingung. Bukankah kita akan bersenang senang disini? oh anda membuatku sedih, baiklah kalau memang aku tidak dibutukan aku akan pergi saja." ucapnya penuh dengan kesedihan.
__ADS_1
Kedua mata Salim membeliak, reflek dia meraih lengan mulus makhluk yang mampu menggetarkan seluruh persendian tubuhnya ini. Dia tidak ingat bahkan tidak tahu kalau pernah memesan boneka cantik ini untuk menemaninya.
'Tuan Scar, aku akan pertimbangkan lagi kekecewaanku kali ini.' gumamnya dalam hati.
"Tunggu! be-benarkah kau dikirim untukku? untuk menemaniku?" tanyanya lagi.
Kedua matanya terlihat berbinar, senyumannya kian melebar bahkan jakunnya semakin naik turun dikala makhluk cantik itu mengangguk dan tersenyum.
"Ahh- kalau begitu maafkan aku Nona cantik. Baiklah, apa yang akan kita lakukan hm? permainan apa yang akan kita mulai pertama kali sebagai perkenalan," Salim menjilat bibirnya seduktif, kedua matanya sudah bergerak liar menyusuri lekuk tubuh makhluk indah dihadapannya.
"Apa pun yang anda inginkan, Tuan." sahutnya tanpa ragu.
Dan disaat itu tiba tiba-
DUGH!
"Uuggghh!" Salim memekik tak bersuara saat merasakan hantaman keras diantara peranakan onta arab miliknya.
Pria itu meringis, kedua matanya terpejam, suaranya tercekik saat rasa sakit semakin menyelimuti tubuh bagian bawahnya.
Rasanya ada sesuatu yang pecah dibalik boxer untanya!
__ADS_1
"K-kau!" erangnya tertahan.
"Ayo kita mulai permainannya, Tuan Salim! ini baru pembukaan, selanjutnya-,"
Mata indah itu berkedip genit, tidak berlangsung lama setelahnya Salim merasakan pundaknya di tepuk oleh seseorang dan dia pun reflek berbalik.
"Halo Tuan Salim, terimakasih atas tumpangan kamarnya. Selamat beristirahat."
BUGH!
Tanpa menunggu sambutan dari Salim, satu pukulan keras mendarat di wajah pria berdarah timur tengah itu hingga dia tidak sadarkan diri dalam sekali pukul.
Gadis bercadar yang ada dibelakangnya terlihat meringis, tapi tidak lama dia mengembangkan senyumannya.
"Anda game over, Tuan Salim." cibirnya.
**INCARAN SINGA BANGKOTAN 🏃🏃🏃
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YA 😘😘😘😘**
__ADS_1