Guardian Flower

Guardian Flower
Berusaha Untuk Masuk


__ADS_3

"CEPAT JALAN! LELET BANGET SIH, SUDAH DIKASIH MAKAN JUGA MASIH SAJA LELET!"


Tubuh Liara hampir terjungkal kedepan saat pria berwajah tidak tampan sama sekali yang berada di belakangnya mendorongnya, bahkan dia juga menabrak orang yang ada di depannya hingga membuat ujung hidungnya berdenyut.


Rasanya ingin sekali Liara berteriak sekencang mungkin, tapi saat ini dia berusaha bersabar- keadaan tidak mendukung, gadis itu hanya melirik tajam penuh kebencian pada orang yang sudah berani memegang, menyeret bahkan mendorongnya kasar.


Awas saja kau ya!


Liara mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia sedikit termangu kala melihat pemandangan di hadapannya. Ternyata bukan hanya dirinya yang di bawa ketempat ini dan di perlakukan secara kasar, tapi juga banyak gadis seusianya atau bahkan lebih tua dan muda tengah dinaikan kedalam kapal laut yang sangat besar.


Seperti kapal perompak?


Mau dibawa kemana dirinya dan para gadis ini sebenarnya? kenapa mereka dinaikan kedalam kapal besar yang muatannya bisa mencapai ratusan orang?


"JALAN YANG CEPAT!"


Liara tersentak saat kedua telinganya kembali mendengarkan bentakan tidak jauh darinya. Bukan untuk dirinya memang, tapi untuk gadis bermata sipit yang sedari tadi menunduk dan menangis.


"Kayaknya dia bukan orang Indonesia, adeknya Lee Min Ho kali ya?" gumam Liara.


Kedua mata Liara masih memperhatikan dengan lekat, langkahnya perlahan maju saat orang orang yang ada di depannya mulai memasuki pintu kapal. Tapi tidak lama Liara menghentikan langkahnya, dia tersadar kalau saat ini dirinya sudah masuk kedalam area kapal. Yang artinya dia tidak akan kembali ke daratan sebelum kapal ini bersandar di pelabuhan.


"Ini perdagangan manusia?" gumamnya lagi.


Gadis itu berbalik, kedua matanya mencari celah untuk kabur saat pria tak tampan di belakangnya tengah sibuk mengatur barisan lain. Dengan cepat Liara berlari, tapi pergerakannya segera terbaca oleh para penjaga lainnya. Mereka terdengar berteriak saat melihat seorang gadis berhooddie hitam berlari menjauh dari rombongan.

__ADS_1


"ADA YANG KABUR!" teriak salah satu dari mereka.


Liara makin panik saat melihat beberapa orang mengejarnya, pergerakannya terhenti saat jalan satu satunya yang hendak dia tuju sudah terblokir. Napas Liara memburu, dia tidak tahu harus berlari ke arah mana lagi. Kalau dia berlari ke sisi kiri akan bertemu dengan lautan, begitu pula kesebelah kanan.


'Simba,' gumamnya dalam hati.


Liara terdiam, bahkan saat ada salah satu penjaga mendekat dan berhasil meraih lengannya, gadis itu masih belum sadar.


"MAU LARI KEMANA HUH!"


Tubuh Liara tersentak, dia membulatkan kedua matanya saat lengannya sudah berada didalam cengkeraman seseorang.


"SIMBAAAA!"


Gadis itu memekik keras saat tubuhnya kembali diseret kedalam kapal, suara deru mesin kian terdengar yang menandakan kalau mereka akan segera berlabuh.


Banyak mata yang menatap ke arah Liara yang masih memberontak, gadis itu bahkan sudah bergulung diatas lantai kapal, tangannya memegangi sebuah tiang besi sembari berteriak.


Kedua matanya terpejam erat, dia berusaha sekuat tenaga agar tetap berada di pintu kapal.


"KENAPA KALIAN DIAM SAJA! ANGKAT DIA DAN BAWA KEDALAM. KITA AKAN BERANGKAT!"


Beberapa orang mendekat, mereka berusaha membawa Liara dengan paksa. Kekuatan beberapa pria itu mampu mengalahkan perjuangan Liara, karena tenaga mereka tidak sepadan.


Pintu kapal semakin tertutup saat Liara dipaksa masuk, gadis itu terus saja berteriak dan memberontak, napasnya terengah, kedua matanya terus saja menatap ke arah pintu kapal yang semakin menutup.

__ADS_1


"SIMBAAAA!" Liara kembali berteriak, dia berusaha melepaskan cekalan dari beberapa orang yang memaksanya masuk.


Saat pintu kapal tertutup, tangisan gadis itu pecah. Liara berteriak kencang menyalurkan semua rasa yang selama ini dia tahan, dia meraung, memukuli orang orang yang menahannya tanpa pandang bulu, hingga pada akhirnya Liara tidak sadarkan diri saat tengkuknya di hantam sesuatu.


"KAU GILA! BAGAIMANA KALAU DIA MATI, BOSS PASTI AKAN-,"


"BAWA DIA KEDALAM! GADIS INI SANGAT MEREPOTKAN. Kalau bukan karena Boss melarang kita menyentuhnya, sudah ku- aish bawa dia!"


Pria itu mengusap wajahnya kasar, dia melenggang meninggalkan Liara yang tengah dibawa oleh rekannya. Kapal mulai menjauhi pelabuhan, sudah cukup jauh hingga Lionel yang baru saja tiba tidak dapat lagi mengejarnya.


Pria itu menatap kepergian kapal berserta orang orang yang ada didalamnya, termasuk gadis yang dia nikahi satu tahun yang lalu. Lionel turun dari motornya, kedua matanya menatap liar- dia mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk menyusul kapal besar itu.


Beberapa kapal motor dan speedboat terparkir apik tidak jauh darinya, dengan langkah cepat dia mendekat dan menaikinya. Beruntung kunci yang dia butuhkan terpasang disana, Lionel mengambil dan segera mengendarai speedboat berwarna hitam yang tidak tahu milik siapa.


Tanpa permisi Lionel segera membawanya, teriakan sang pemilik tidak lagi dia hiraukan. Kedua matanya terus saja tertuju pada kapal yang masih jauh dari pandangannya. Dia berusaha mendekat dan lebih dekat lagi agar bisa menaikinya. Gelombang laut yang cukup tinggi sedikit menyulitkannya, tapi Lionel masih terlihat tenang walaupun dia kesulitan untuk mendekat pada body kapal.


Deru speedboat kian melemah, pria itu berusaha menjaga jarak agar dia tidak terhantam gelombang yang dihasilkan oleh kapal besar yang tidak jauh darinya.


"Sial! mereka menaikan kecepatannya!" Lionel mengumpat, pria itu kembali menyalakan speedboat dan menyusul, padahal dia sudah berencana akan melompat dan menaiki tangga kecil yang ada di body kapal.


Tapi ternyata itu tidak semudah yang dia kira, sepertinya cara pertama tidak akan berhasil, Lionel harus menggunakan cara yang kedua. Dia akan melompat kedalam air, mendekat ke arah kapal tanpa menggunakan speedboat, karena kalau dia tetap memakai speedboat pasti akan semakin sulit.


Disaat Lionel sibuk dibawah sana, seorang pria yang ada didalam kapal dan tengah menikmati perjalanannya terlihat menyunggingkan bibirnya. Terlebih saat dia melihat ada seorang penyusup ingin memasuki kapal miliknya tanpa izin.


"Berikan akses untuknya, biarkan dia masuk. Kita lihat apa yang akan dilakukan Singa Gurun yang katanya sangat buas itu di kawasanku."

__ADS_1



YA SALLAM NGAPAIN ENTE DI SITU BANG


__ADS_2