Guardian Flower

Guardian Flower
Otw Resmi


__ADS_3

Liara menggeliat pelan, kedua tangannya merentang- dahinya mengernyit, kedua matanya perlahan terbuka mengedar liar menatap ke setiap penjuru kamar.


Tangannya meraba sisi tempat tidur yang ada disisinya, Liara menoleh- mata sayunya semakin terlihat sayu kala melihat tempat itu kosong dan terasa sudah dingin.


Sepertinya orang yang menempatinya sudah bangun sejak tadi.


Liara kembali memejamkan kedua matanya, dia menaikan selimutnya ke atas kepala- namun gerakannya terhenti saat ekor matanya melihat siluet seseorang di balkon. Dengan malas Liara bangkit, kedua kaki telanjangnya menapaki ubin dingin. Melangkah pelan mendekat ke arah balkon, kedua matanya menatap lekat punggung kekar bertato yang saat ini tengah membelakangi nya.


Sudut bibir Liara terangkat, kedua kaki terasa melayang dan tidak menimbulkan suara apa pun. Bola matanya meliar, Liara menatap tubuh sempurna itu dari atas hingga bawah tanpa berkedip.


Bahkan sadar atau tidak Liara kian mendekat, tangannya terulur tanpa izin menyusuri ukuran sayap yang membentang di bawah tengkuk orang itu, hingga membuat sangat pemilik menghentikan aktifitasnya.


"Kau sudah bangun?" tanyanya.


Dia berbalik, mata tajamnya menatap gadis yang saat ini terlihat tidak sopan menelisik seluruh permukaan tubuh setengah telanjangnya yang basah karena keringat.


Liara tidak menjawab, dia justru semakin mendekatkan diri pada tubuh orang yang semalaman terus saja mendekapnya. Bahkan Liara merasa kalau orang yang ada di hadapannya ini pasti melakukan sesuatu saat dia terlelap.


"Ini masih pagi, kenapa kau sudah bangun? Apa kau mencariku, hm?"

__ADS_1


Liara masih bungkam, dia mendongak menatap lekat wajah tampan pria yang ternyata sudah menikahinya setahun yang lalu tanpa sepengetahuannya. Gila memang, tapi mau bagaimana lagi memang itu kenyataannya saat ini.


"Jadi kita itu udah nikah ya?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Liara.


Entah kenapa dia ingin memastikan lebih lanjut kalau mereka berdua memang sudah halal untuk bersentuhan, bahkan lebih dari itu juga boleh.


"Kau masih tidak percaya, Princess. Besok aku akan membawamu ke Dubai, kita akan menikah resmi disana tapi sepertinya tidak akan ada resepsi. Atau kau ingin kita membuat pesta pernikahan juga? Atau-,"


"Uang dari Daddy belum abis kan? Kamu kerja sama Daddy bertahun tahun loh, ya kali duitnya udah abis. Kamu belum miskin kan sampe gak bisa sewain aku gaun Princess Disney sama antek anteknya?" Liara memotong cepat, lirikannya terlihat sinis. Dia hanya berpikir logis, sebagai seorang gadis yang baru saja menikah tentu saja dirinya ingin seperti gadis lain.


Membuat resepsi pernikahan impian!


"Oke, apa pun yang kau mau. Kita akan menikah dan membuat pesta pernikahan ala putri dongeng. Kau bahagia, My Flower?"


Liara masih terdiam, tapi tidak lama kedua sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman. Dan tanpa ragu Liara mengalungkan kedua tangannya pada tengkuk Lione, matanya menatap lekat pada pria yang terlihat sangat menggoda ini.


"Aku baru sadar kalo Singa Tua bisa sexy kayak gini. Kenapa olahraganya di balkon? Mau pamer badan, iya?"


Senyuman Liara kian melebar, bukan senyuman manis melainkan senyuman penuh peringatan dan posesif. Bahkan saat ini Liara sudah merapatkan tubuhnya hingga dada yang berselimut baju tidur satin merah menyala itu menempel erat di dada bidang dan berotot milik Lionel.

__ADS_1


Tatapan penuh intimidasi yang Liara layangkan membuat Lionel tersenyum. Bukannya terganggu, pria itu justru membalas rengkuhan sangat gadis dan kian merapatkan tubuh mereka.


"Kau cemburu, Sayang? Kau cemburu kalau ada mata yang melihatku seperti ini? Apa kau juga-,"


"Pikir aja sendiri! Awas aku mau pipis!" Liara mulai memberontak, tapi sayang sepertinya Lionel tidak ingin melepaskannya begitu saja. Pria itu malah terlihat menyeringai kecil dan semakin mengangkat tubuh Liara hingga piyama tidur yang gadis itu pakai terangkat hingga setengah paha bahkan hampir memperlihatkan pakaian da*lamnya.


"Ayo kita pipis bersama, aku akan senang hati membantumu,"


"Simba!" pekik Liara kalau Lionel mengangkat tubuhnya dan menggendongnya seperti koala.


Pria berambut ikal dan gondrong serta berwarna pirang itu menulikan pendengarannya saat Liara terus meminta untuk di lepaskan. Bahkan Liara meronta saat mereka sampai di kamar mandi, terlebih saat Lionel hendak menaikan piyama tidurnya.


"SIMBA JANGAN GILA YA, AKU MASIH PERAWAN!"


"Aku juga masih perjaka, apa kau mau mencobanya, Princess." sahutnya santai sembari melanjutkan aksinya yang tertunda.



AKU MASIH PERJAKA SAYANG, MAU TEST DRIVE? 🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2