Guardian Flower

Guardian Flower
Tertunda Sebentar, Sabar


__ADS_3

Dubai- Uni Emirat Arab


Beberapa jam yang lalu Liara dan Lionel sampai di negara asal mereka, begitu juga dengan Elvier dan Yasmine. Selepas mengistirahatkan tubuh, mereka bergegas menuju kantor pencatatan sipil yang ada di Dubai.


Dikarena kan Liara dan Lionel menikah secara agama di negara ini, jadi saat mereka menikah resmi pun harus kembali ke negara asal. Dan kini setelah penuh drama dan perjuangan keduanya sudah resmi menjadi suami istri di hadapan Tuhan dan negara.


Senyuman Lionel terus saja mengembang saat dirinya dan Liara keluar dari gedung pencatatan sipil pernikahan, sedangkan Elvier- Sang Sultan Dibagi masih terus saja menatap sinis pada menantunya. Tidak hanya Elvier dan Yasmine yang ikut serta, tapi juga Erkan serta Shena juga Anyelir putri semata wayang pasangan muda itu.


Mereka semua ikut meramaikan suasana, bahkan Anyelir yang terkenal centil dan selalu berbicara blak blakan tidak henti hentinya mengoceh dan juga menggoda Liara.


Gadis berwajah cantik itu berdandan heboh, bahkan terlihat sangat modis tapi sayangnya semua warna baju yang di pakai Anyelir terlalu menyakitkan mata. Dan Shena sebagai Sang Mama sudah tidak bisa lagi mengatur, karena semua yang menempel pada tubuh bocah perempuan itu adalah keinginannya sendiri.


"Jadi setelah ini Onty dan Uncle akan tinggal di Dubai?" pertanyaan itu kembali terucap dari bibir mungilnya, entah sudah berapa kali bocah itu bertanya- mungkin lima atau dekapan kali hari ini.


"Anye, bisakah kamu lepaskan bulu bulu itu? Mata Jiddi pedih melihatnya, kalau kamu memakai itu nanti Pangeran kedua akan merinding melihatnya."


Elvier yang sedari diam memperhatikan penampilan nyentrik cucunya pada akhirnya buka suara. Cucu pertamanya ini memang agak sedikit beda, Anyelir tidak anggun seperti Shena Mamanya atau seperti Erkan Papanya.


Anyelir malah terkesan bar bar seperti-


Ekor mata Elvier melirik pada wanita yang ada disisinya, dan soalnya wanita itu juga malah menatap ke arahnya dengan wajah datar.


"Gak usah bikin Anye nangis, El. Biarin aja, kalo memang tuh Pangeran songong mau temenan sama cucu kita yang imut lucu juga cerewet, gak bakalan peduli sama penampilannya. Emang ya dimana mana cowok itu sama aja!"

__ADS_1


Anyelir yang tadinya sudah melipat bibir dan menyendukan wajahnya, berubah segar kembali setelah mendengar ucapan Jiddah kesayangannya yang selalu membelanya dalam keadaan apa pun.


Love you Jiddah


Sementara Lord Erkan dan Shena hanya saling lirik, sebenarnya mereka berdua juga sedikit sakit mata melihat penampilan putrinya tapi mau bagaimana lagi, keduanya membiarkan gadis kecil mereka menikmati hal itu.


"Aku yakin Pangelan Athes akan menyukainya, Jiddi saja yang aneh. Ini namanya fa-fa, fa apa Jiddah?"


"Fashion!" sahut Yasmine.


"Ya! Fashion! Jiddi tidak akan tahu kalena Jiddi sudah tua!"


Elvier speechless di buatnya, pria tua itu menghela napas kasar. Sepertinya demi kewarasannya dia harus mengalah pada kedua wanita beda usia ini, kalau saja Anyelir tahu dirinya adalah mantan model internasional, sang cucu pasti akan bangga padanya.


Tanpa sadar Elvier membusungkan dadanya, dia akan memperlihatkan apa itu fashion yang sesungguhnya. Pria berusia tidak lagi muda itu terlihat fokus pada Anyelir hingga tidak menyadari kalau anak gadis kesayangannya sudah menghilang di gondol Si Singa Tua.


"Onty tidak ada di belakang kita, Uncle juga Leon juga. Meleka kemana? Apa beli es klim?"


🦁


🦁


🦁

__ADS_1


Lionel terlihat membawa Liara kesalah satu kamar hotel yang ada di Burj Khalifa. Pria berambut gondrong ikal pirang itu sudah berhasil membawa kabur seorang tuan putri dari keluarga Albarack, karena Lionel yakin kalau mereka pulang kekediaman Albarack- Elvier tidak akan melepaskan pengawasannya begitu saja.


Lalu dia dan Liara kapan membuat bayi Singanya?


"Sekarang aku yakin kalo suamiku enggak bangkrut dan jatuh miskin," cetus Liara saat melihat ruangan yang dia masuki sekarang.


Dan dia mulai menyadari kalau ini bukan hotel, melainkan unit apartemen mewah yang ada di salah satu lantai di Burj Khalifa.


Lionel tidak menyahut, pria itu hanya menyunggingkan senyumannya dan mendekat pada Liara yang setengah menatap ke arah balkon, setelah dirinya membuka semua kancing kemeja putih yang dipakainya, dan hanya menyisakan celana bahan slim yang membentuk tubuh bagian bawah Lionel yang berotot.


Tanpa ragu Lionel mendekap Liara dari belakang, tautan tangan bertato nya begitu posesif. Bahkan Lionel tidak segan segan untuk memberikan kecupan di pipi serta barang leher Liara yang terbuka.


"Akhirnya kita kembali ke negara ini. Apa ada hal yang ingin kau lakukan disini, Sayang?" bisiknya.


Kedua mata Lionel terpejam, hidungnya menghirup aroma manis yang keluar dari tubuh Liara. Kembali memberi kecupan di tempat yang sama dan semakin merengkuh erat tubuh mungil sempurna itu.


"Aku laper," cetus Liara tanpa dosa.


Gerakan perutnya yang sudah memberontak sejak tadi, mengalahkan gerakan Sang Singa Jantan Tua yang saat ini sudah mulai ingin mengajak betinanya memproduksi banyak bayi Singa tapi harus tertunda.


Lionel tidak boleh egois, dia harus segera memberi makan Ibu Singa sebelum nanti memakannya. Kalau sampai Ibu Singanya pingsan saat mereka membuat bayi karena tidak di beri jatah makan, bagaimana?


"Baiklah, kita akan mencari makanan yang kau mau. Dan setelah itu, ayo kita buat Bayi Singa versi Lionel Al-kafhi!" bisinnya lagi.

__ADS_1



MOBIL YANG DI BONGKAR, AKU YANG DEH DEGAN 🙈🙈🙈


__ADS_2