Guardian Flower

Guardian Flower
Kita Sudah Menikah!


__ADS_3

Di lorong, sepasang anak manusia itu masih tetap pada posisinya, tapi tidak berlangsung lama karena sang gadis yang terkurung di bawah kuasa seorang pria itu tersadar dengan cepat saat merasakan gigitan di bibir bawahnya.


Kedua tangannya reflek mendorong dada sang pria, kedua matanya melotot tajam hingga-


Plak!


Satu tamparan keras dilayangkan tanpa ampun, terlihat sekali gurat kekecewaan di wajah cantiknya.


"Kamu kenapa sih? kenapa kamu makin berani nyentuh aku gak peduli dimana pun. Kamu anggap aku ini apa, Simba?! apa kamu anggap aku kayak gadis gadis yang pernah kamu temui waktu masih berkelana ke negara orang, iya?" nada suaranya tercekat, bahkan untuk menelan saliva saja dirinya tidak bisa.


Bukan satu dua kali pria yang dia kenal dari kecil ini memperlakukannya seperti ini. Tapi dia tidak tahu maksud pria yang saat ini tengah menatap dalam padanya, pernyataan cinta memang pernah di lontarkan- tapi dirinya belum mempercayai itu sepenuhnya.


Itulah yang Liara rasakan saat ini, tidak salah kan?


"Kamu nilai aku sama kayak mereka yang-,"


"Apanya yang salah? tidak ada yang salah disini. Apa salahnya aku mencium istriku sendiri?" selanya cepat dan terlihat tenang.

__ADS_1


Bahkan pria itu kembali menjilat bibirnya, merasakan hal manis yang belum sempat hilang namun sayangnya terpaksa dihilangkan. Sementara gadis yang ada dihadapannya malah terlihat seperti orang linglung, mulutnya terbuka tapi tidak bisa mengeluarkan suara. Kedua matanya berkedip pelan, otaknya tidak dapat berpikir, bahkan sepertinya sekarang seluruh isinya hanya ada kata ' istriku'.


Plak!


Untuk kedua kalinya Liara memukul wajah Lionel, pria itu memejamkan kedua matanya saat merasakan panas mulai menjalar.


"Gak mimpi kok! apa kamu mabok laut?" tanya Liara dengan raut wajah tidak percaya.


Anehnya bukan dia sendiri yang menampar tubuhnya, melainkan tubuh orang lain yang menjadi sasaran, memang benar benar licik gadis Albarack satu ini.


"Kita sudah menikah satu tahun yang lalu, Princess. Kau boleh menanyakannya pada Daddy mu nanti saat kita pulang, sekarang fokuslah pada tujuan utama kita untuk bisa secepatnya keluar dari sini dengan selamat. Aku yakin Daddy mu sudah mengirimkan beberapa orang untuk membawa kapal ke arah kita, jadi bersiaplah." Lionel tidak tahu harus mengatakan apa untuk membuktikan kalau mereka berdua sudah menikah di Dubai satu tahun yang lalu.


Semua bukti Elvier pegang, dirinya hanya memiliki rekaman yang tersimpan di salah satu flash disk yang ada di apartemennya. Lionel berharap benda itu baik baik saja di tempatnya, dan tidak ada yang mengganggunya.


"Oh iya? kenapa aku tidak ingat kalau kita pernah menikah setahun yang lalu, apa aku amnesia?" Liara masih belum percaya, gadis itu malah menyilangkan kedua tangannya di dada- dagunya terangkat angkuh sembari menyunggingkan senyuman tipis pada Lionel.


"Kau memang tidak menghadirinya, bukan karena amnesia. Daddy mu yang menikahkan kita berdua, jadi kau tidak perlu khawatir kalau apa yang kita lakukan tadi dan beberapa kali sebelumnya menyalahi norma agama. Kita sudah halal dihadapan Tuhan, kau bisa menghukumku dengan cara apa pun kalau benar aku berdusta. Tapi demi Tuhan, aku tidak akan pernah melakukan hal itu dengan gadis yang bukan kekasih halalku, karena kau yang menyandang status itu maka aku berani melakukannya." ucapan yang Lionel lontarkan terdengar serius.

__ADS_1


Kedua sorot matanya begitu lembut, dia berusaha meyakinkan sang gadis kalau mereka berdua memang sudah halal, walaupun sang gadis tidak mengetahui prosesnya.


Helaan napas Liara terdengar, gadis itu menegakan tubuhnya dan merapihkan penampilannya. Raut wajahnya masih sama, tetap datar dan tidak percaya.


"Ayo kita segera keluar dari sini, biar aku bisa bertanya kebenaran sama Daddy. Kalau sampai ucapan kamu gak benar, liat aja julukan Singa itu bakalan ganti jadi tikus gurun!" ucapnya sarat akan ancaman.


Liara segera berjalan mendahului Lionel, gadis itu berjalan tegap terkesan angkuh. Lionel yang masih berdiri di tempatnya hanya menghela napas pelan, pria itu perlahan mulai mengkuti Liara dengan ekapresi flat tanpa tahu kalau gadis yang ada di hadapannya saat ini tengah menahan kedutan di sudut bibirnya.


'Kita udah nikah? demi apa? Daddy, awas aja kalo ketemu!' pekiknya dalam hati.



NGAPAIN CINGOGO DI SONO BANG 🏃🏃



SIMBA VERSI BANGKOTAN DAN UNYU UNYU😂😂

__ADS_1


__ADS_2