Guardian Flower

Guardian Flower
Mengamankan Sebelum Resmi


__ADS_3

Lionel berjalan pelan berdampingan dengan Liara, tangan pria itu merangkul bahu Sangat Princess. Kedua matanya menatap ke arah depan, Lionel terlihat sudah cukup sehat sore ini saat keluar dari rumah sakit.


Pria berambut gondrong pirang ikal itu terlihat semakin mempesona kala mengucir rambutnya, dia sama sekali tidak melepaskan Liara. Bahkan terlihat tidak peduli dengan tatapan orang orang yang mereka lewati sekarang, Lionel terlihat seperti pria sehat sedangkan semua mata malah mengira Liara lah yang tengah sakit saat ini.


Bahkan mungkin kalau gadis itu tidak menolak ide gila Lionel yang akan menggendongnya hingga loby rumah sakit, mereka akan semakin mengira kalau Liara sakit sungguhan.


"Kita ke rumah Grandpa kan? gak ke apartemen-,"


"Seharusnya kita ke apartemen, bukan ke rumah Tuan Gentala. Tapi karena aku tidak ingin membuat darah tinggi Ayah mertua semakin naik jadi menurut saja. Tapi hanya sementara, karena setelah kita menikah resmi aku akan membawamu kemana pun aku mau!"


Liara memutar bola matanya, dia terlihat menghela napas mendengar ucapan Lionel. Pria berwajah bule campuran Arab dan Eropa ini tidak pernah akur dengan Daddynya. Entah kenapa Liara juga penasaran, padahal dulu Lionel amat sangat patuh pada Elvier.


Apa yang sudah terjadi dengan mereka berdua?

__ADS_1


Bahkan sampai saat ini Liara masih penasaran, benarkah Lionel berasal dari Dubai? Asli dan tidak ada campuran keturunan apa pun. Liara tidak tahu asal usul pria yang menjadi suaminya saat ini, dari kecil dia hanya mengetahui kalau Lionel adalah salah satu anak asuh Daddynya dan menjadi penjaganya, penjaga sangat Bunga Albarack.


"Sebelum pulang aku mau jajan dulu!" ucap Liara tiba tiba.


Lionel menoleh, dia tersenyum tipis- satu tangannya mengusap lembut pucuk kepala gadis yang tingginya hanya sebatas ketiaknya itu.


"Apa pun untukmu, Princess." sahutnya.


Elvier menemukan Lionel di jalanan lalu membawa pria kecil itu ke istana Albarack, hanya itu yang Liara ketahui hingga saat ini.


Karena Elvier juga tidak pernah membahas masa lalu Lionel, sepertinya pria itu sudah melupakan asal Lionel dan mematenkan pria berambut ikal pirang itu bagian dari Albarack sejak pertama menginjakkan kaki di istana mereka.


"Jadi pria yang pernah menyewa Lionel ikut andil dalam penculikan, Liara?" Elvier menoleh ke arah Murad yang saat ini tengah melaporkan perkembangan kasus yang menimpa Sang Putri Albarack.

__ADS_1


"Iya, pria itu sudah di tangkap dan semua bukti tertuju padanya juga pria yang bernama Scar. Pria bermata sipit itu memang memiliki dendam pada Lionel saat di Macam. Lionel yang sempat menjadi Hunter, berhasil menghancurkan usaha jual beli manusia dan perjudian kelas atasnya hingga dia bangkrut tak tersisa."


Elvier menganggukkan kepalanya, dia melirik ke arah jam yang tergantung di dinding. Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore lewat lima belas menit.


"Apa Liara dan Lionel belum sampai?" tanyanya.


"Aku rasa Tuan Putri dan menantu anda sedang mengulur waktu agar tidak cepat bertemu dengan anda,, Tuan Besar." cetus Murad.


Ujung bibir pria itu berkedut kecil kala melihat ekspresi kesal yang tengah Sang Sultan Dubai tunjukan sekarang. Entah kenapa Murad cukup senang melihat ekspresi Tuannya, dia tidak tahu dan tidak menyangka kalau pria ini terlihat cemburu bahkan tidak rela saat melihat kedekatan putri dan menantunya. Padahal Murad tahu sendiri kalau Elvier lah yang menikahkan keduanya dulu, ya walaupun tanpa tahu pihak wanitanya.


"Pastikan mereka pulang dengan cepat! Kau tahu kan bagaimana sifat Singa Tua itu pada putriku, bukan? Jangan biarkan Singa Bandot itu membawa Liara ku ke hotel sebelum mereka menikah secara resmi di Dubai!" ucapnya penuh tekanan dan perintah tidak ingin di bantah.


"Baik Tuan, aku akan memastikan Tuan Putri pulang tanpa kurang satu apa pun. Dan suaminya itu akan segera menikahinya secara resmi dalam waktu dekat!" sahut Murad dengan patuh.

__ADS_1



SABAR DAD SABAR 🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2