
Liara menelan salivanya berulang kali, kedua matanya terlihat tidak tenang sama sekali. Bola mata bulat itu terus saja bergulir liar, dia mencari sesuatu yang sudah hilang entah kemana.
Terlebih acara lelang manusia ini sudah dimulai, satu persatu orang orang bangsat yang tengah duduk santai dikursi masing masing terlihat mengangkat harga fantastis yang mereka tawarkan.
"Simba kemana sih? kenapa dia malah pergi? kalau bapak bapak itu nawar aku gimana?!" gumamnya pelan.
Liara cukup gemas dan jengkel di buatnya, kenapa pria itu malah meninggalkannya disaat seperti ini. Bukankah kalau ada orang yang melihat lalu menginginkannya, dia tidak bisa lagi kabur atau mengelak.
"Kalo sampai ada yang berani nawar aku, lihat aja nanti." imbuhnya lagi.
Liara kembali menatap ke arah depan, detak jantungnya makin tidak karuan. Terlebih saat melihat beberapa gadis sudah diseret paksa oleh para penjaga, mereka bernasib malang karena terpilih menjadi barang lelang.
Satu persatu orang yang ada didepan Liara sudah berpindah tempat, merasa kalau orang yang menjadi tamengnya berkurang- Liara perlahan kembali mundur. Gadis itu bergerak seperti kepiting kekurangan air, menyisi dan lumayan cepat tapi tetap waspada.
Karena dilanda kepanikan, para gadis yang saat ini menjadi tameng barunya tidak menyadari kalau Liara sudah bersembunyi dibalik tubuh tinggi mereka.
"Dan sekarang aku akan memperkenalkan barang terlangka tahun ini!" sang moderator terdengar kembali bersuara lantang, ekor matanya melirik pada penjaga yang tidak jauh darinya lalu bergulir menatap pada Scar yang tengah menyunggingkan seringainya.
"Aku yakin dia akan keluar dengan sendirinya, saat melihat gadis itu berada diatas panggung utama!" tukas Scar.
"Bawa dia!" titahnya lagi.
Dua orang penjaga bergerak, mereka mendekat ke arah Liara yang masih berada didalam rombongan gadis gadis bertubuh tinggi. Sang Princess terlihat berkomat kamit membaca doa, kedua matanya tertutup rapat hingga dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya sebentar lagi.
Grep!
Tubuh Liara tersentak hebat saat merasakan seseorang menarik lengannya, kedua matanya reflek terbuka- membulat sempurna hampir keluar dari sarangnya.
Liara memberontak, dia mempertahankan posisinya- tapi sayang kekuatannya kalah telak oleh kedua orang pria yang saat ini tengah berlaku semena-mena padanya.
"Diam dan menurutlah!" tukas salah satu dari mereka.
__ADS_1
Liara masih memberontak walaupun bibirnya terkatup, biar pun berteriak sekencang mungkin menurutnya itu tidak berguna untuk saat ini. Sang Princess hanya bisa merasakan sakit di kedua lengannya saat para penjaga itu berhasil membawanya ke atas panggung dan menempatkannya di dekat sang moderator.
"Uuhhh, lihat dia! gadis cantik berwajah campuran yang sangat berharga. Ini adalah satu satunya barang istimewa yang kami miliki, sang Princess." moderator pria itu menundukkan kepalanya di depan Liara, layaknya seorang pelayan yang tengah memberi hormat pada sang Putri kerajaan.
"Mari kita buka lelangnya, mulai dari harga 500 ribu dolar!" imbuhnya lagi.
Pria itu bangkit, menampilkan senyuman licik yang ditujukan pada Liara. Bahkan saat berbalik pun senyuman itu terus saja tercipta bahkan lebih lebar lagi.
Sedangkan Liara semakin dibuat terkejut dan tidak karuan, detak jantungnya menggila saat mendengar nominal pemancing yang dilontarkan oleh sang moderator.
'500 ribu dolar? gila murah banget sih!' pekik Liara dalam hati.
Tidak! Liara tidak menerima kalau harga dirinya sebagai seorang putri bangsawan Dubai di lelang dengan harga rakyat jelata. Oke, jiwa sultan Liara yang dulunya mati kini mulai bangkit, dia tidak menerima semua ini.
Ini adalah penghinaan, seharusnya 500 juta dolar itu yang benar!
"1juta dolar!" penawaran pertama.
"2juta dolar!" seru salah satu pesaingnya tidak mau kalah.
Sang moderator bertepuk tangan heboh kala suasana makin panas, persaingan harga kian terlihat. Pundi pundi uang sudah berada didepan mata, dan siap untuk dinikmati.
"APA ADA YANG BERANI MENAWAR LEBIH TINGGI LAGI DARI 2JUTA DOLAR?!" seru sang moderator lagi.
"2 koma lima juta dolar!"
"4 juta dolar!"
"4 koma lima juta dolar!"
"10 juta dolar!"
__ADS_1
Kedua mata Liara membelalak, napasnya tercekat bahkan rasanya dia hampir tidak bisa bernapas saat mendengar harga yang diberikan oleh pria tua didepan sana.
'Mahal sih, tapi gak aki aki juga. Huaaaaaa Simbaaaaaaa!' pekiknya lagi dalam hati.
"WO WO WO! 10 JUTA DOLAR! INI SANGAT SANGAT PANAS SEKALI. APA MASIH ADA YANG BERANI MENAWAR LEBIH DARI 10 JUTA DOLAR?!"
Acara lelang ini ternyata belum selesai, sang moderator masih mencari pundi pundi uang yang lebih besar lagi rupanya. Kedua matanya bergerak kesana kemari mencari orang orang yang masih terlihat ragu untuk menaikan harga.
"Tidak ada? benarkah tidak ada. Kalau memang tidak ada berarti pemenang dari lelang terakhir ini adalah Tuan Fas-,"
"500 juta dolar! segera bawa dia kekamarku!"
Ucapan sang moderator terputus kala mendengar suara salah seorang pria yang duduk disudut, pria itu mengangkat papan harganya dan menatap lekat pada Liara.
"Wow Tuan Salim! anda benar benar tidak tanggung kalau soal-,"
"Bawa dia kekamarku sekarang, aku tidak mau menunggu dan mendengarkan ocehan mu!" tukasnya lagi.
Pria berpakaian khas negara timur tengah itu bangkit. Ekor matanya melirik pada Liara sebelum dia benar benar meninggalkan lokasi lelang.
Wajah tertutup sorbannya itu terlihat menyunggingkan senyum, lalu berlalu pergi tanpa kata sedikit pun. Dia mengikuti sang moderator untuk membayar barang lelang yang baru saja dia dapatkan.
Sementara Liara, gadis yang menjadi piala lelang masih terdiam- kedua matanya menatap lekat pada pria yang baru saja membelinya itu.
'Simbaaaaaaaaa ada onta arab yang mau nyulik aku, kamu dimanaaaaaaaa?!' jeritnya dalam hati.
BUAT BINIK πππ
__ADS_1
MAMPIR YAAAA KE CERITA DELILA DAN MAS SAMSON EH MAS BARONππππ DIJAMIN GAK KALAH SERU DAN KOCAK