
Liara menikmati sarapan paginya dengan malas. Mulutnya terasa pahit, tubuhnya masih terasa sakit dan belum mampu bergerak bebas, bahkan untuk makan saja Liara terlihat kesusahan. Sebenarnya Delila sudah menawarkan diri untuk menyuapinya, tapi Liara menolak- dengan alasan banyak tugas yang harus Delila selesaikan.
Gadis remaja itu sempat merajuk dan tidak mau menuruti ucapan Liara. Tapi setelah Liara menatap tajam kearahnya dengan datar, Delila berangsur keluar walaupun tidak ikhlas.
Dan kini Liara hanya ditemani oleh seorang perawat, tapi sepertinya perawat itu sedang keluar setelah mengantarkan makanan untuknya. Entah kenapa Liara merasa kecewa saat melihat orang yang datang membawa sarapan bukan orang yang dia tunggu.
Demi bisa pulih kembali dia terpaksa menelan makanan itu. Obat harus segera dia minum, mungkin setelah itu dia akan kembali tidur karena tidak ada lagi hal yang bisa dilakukannya.
Pihak panitia pun sudah mengizinkannya untuk beristirahat total selama satu hari ini. Liara berdoa semoga tubuhnya segera pulih dan bisa beraktifitas kembali.
Lain Liara lain pulan Lionel, sang Singa terlihat berdiri didepan seorang gadis berambut pirang yang terlihat tidak baik.
"Ngapain kamu ngurusin cewek kembang itu? siapa yang ngizinin kamu buat nyari dan gendong dia ke tenda?!" Hyena terlihat kusut, wajahnya terlihat sinis dan angkuh menatap Lionel dengan kesal.
"Papa bayar mahal kamu buat jagaiin aku, cuma aku! jadi jangan pernah berani buat aku-,"
"Ayah anda hanya membayar kebebasanku di siang hari, Nona Hyena. Saat malam, waktu yang aku miliki hanya milikku sendiri, tidak ada yang bisa mengganggunya- termasuk anda dan Ayah anda." cetus Lionel penuh penekanan.
Pria itu menyembunyikan kedua tangannya di saku celana jeans lusuh yang dia pakai. Kedua mata Elangnya menatap lekat dan penuh perhitungan pada Hyena dan gengnya.
"Jadi, bersikaplah baik Nona. Anda tidak tahu apa yang ada disini bukan? jangan biarkan sikap angkuh dan sok berkuasa mu malah menelan mu hidup hidup. Aku juga ingin mengatakan, kalau hari ini hingga dua hari kedepan aku sudah melayangkan cuti pada Ayah mu. Jadi, mulai hari ini jagalah dirimu baik baik, gunakan teman teman mu yang setia ini untuk melindungi mu. Bukan hanya bisanya memoroti uang mu saja, pintar sedikit!" imbuhnya.
Lionel menundukkan sedikit kepalanya pada Hyena sebelum dia undur diri. Gaya serta gestur tubuh Lionel bahkan terlihat seperti orang orang yang menjadi penghuni sebuah kerajaan, sangat sopan dan elegan.
Kedua kaki kokoh pria itu melangkah cepat, Lionel tidak peduli lagi dengan Hyena yang saat ini terus saja mengoceh dan terlihat kesal serta emosi.
"Dia kenapa sih? kenapa Lee bisa deket sama si gadis kembang?! sejak kapan mereka deket, bahkan Lee sampai cuti buat- kembang sialan. Awas aja bakalan gue bales, berani banget cewek gak jelas itu ngelakuin ini sama gue."
__ADS_1
Napas Hyena tersengal hebat karena menahan gejolak emosi. Kedua tangannya melemparkan beberapa barang yang tidak jauh darinya, termasuk ponsel milik temannya sendiri.
Hyena yang memang angkuh terlihat tidak merasa bersalah sama sekali. Bahkan dia belum puas melampiaskan kekesalannya saat ini.
"Gue yakin pengawal ganteng lo itu udah di guna guna sama si gadis kembang. Ya biarpun gue akuin dia cuma pengawal, yang pasti bukan seorang pewaris tunggal keluarga kaya- tapi kalo di lihat dari fisik, si Lee sempurna banget. Gue aja rela nafkahin dia gila!"
Hyena makin mendelik tidak suka, gadis itu mengumpat kasar sebelum dia pergi meninggalkan semua anggota gengnya.
🌺
🌼
🌸
Liara menekuk kedua alisnya kala melihat Lionel sudah berdiri di pintu tenda. Kedua mata pria itu menatap lekat pada gadis yang tengah berbaring di tempat tidurnya.
"Ngapain kamu disini? gak jagain Nona muda muda manja kamu itu?" cetus Liara keluar dari topik yang dibahas oleh Lionel.
Gadis itu memiringkan tubuhnya ke arah lain, menghindari tatapan mantan ajudannya yang terlihat menusuk dan mengintimidasi. Rupanya ada hal yang tidak bisa berubah dan hilang dari Lionel, yaitu tatapan yang sering dia tunjukan hanya ada Liara, dari gadis itu masih ingusan hingga sekarang.
"Kau sudah meminum obat mu?" giliran Lionel yang mengalihkan pembicaraan Liara.
Pria itu mendekat kearah meja dan meraih botol obat yang ada disana. Kedua matanya memindai benda itu, membaca setiap tulisan yang tertera disana. Tidak ada yang aneh tapi sepertinya Lionel tidak puas- pria itu membuka tutup botol dan mengeluarkan satu butir isinya.
Tanpa aba aba Lionel menelan kapsul besar itu dalam sekali tegak, tanpa air atau pun benda pendukung lainnya.
Liara bahkan terkejut melihatnya, kedua mata gadis itu melotot tajam. Mulutnya menganga melihat kelakuan mantan ajudannya yang sulit untuk dia tebak.
__ADS_1
"Kenapa kamu minum obat aku? kamu kan gak sa-,"
"Aku hanya memastikan kalau itu memang multivitamin yang bagus untuk mu. Bukan racun atau sebagainya, jadi sekarang kalau pun itu racun aku juga akan mati, bukan?" cetusnya ringan.
Dahliara speechless dibuatnya, gadis itu tidak dapat melakukan dan berbicara apa pun lagi saat ini. Dia hanya bisa berkedip pelan dan menatap pada Lionel.
Apa maunya pria ini sebenarnya?
Dahliara menghela napas kasar, gadis itu bangkit dan menegakan tubuhnya. Kedua matanya menatap lekat dan dalam pada Simba kecil yang selalu membuatnya kesal.
"Mau kamu apa sih? udah sana jagain Hyena aja. Gak usah berlagak sok berkorban nyawa, aku geli liatnya. Oke, aku memang punya hutang nyawa sama kamu, udah cukup itu aja jangan nambah lagi- nanti aku gak tau cara bayarnya!" kesal Liara.
Sementara Lionel, pria itu hanya terdiam dengan ekspresi tak terbaca. Kedua tangannya terlipat di dada dan tubuh bersandar di meja.
"Kau sudah membayarnya, Princess. Jadi, hutang mu tinggal satu lagi- tapi aku tidak yakin kau akan setuju dengan bayaran yang aku terima dari mu tadi malam,"
Dahi Liara berkerut, tatapan herannya semakin terlihat jelas. Dia membisu dengan segala pemikiran bingung yang melanda hati.
"Udah bayar? kapan?" gumamnya.
UDAH LUNAS KEMAREN, SEKARANG NGERENTENIR LAGI BIAR TAMBAH GEDE BAYARNYA MUEHEHEE
**RUGI BANDAR LU NENG😂😂😂
__ADS_1
SEE YOU TOMORROW MUUUAACCHH😘😘😘**