Guardian Flower

Guardian Flower
Seperti Orang Mabuk Dan Sekarat


__ADS_3

Braak!


Liara menutup pintu mobilnya cukup kencang. Wajah gadis itu terlihat lesu, tidak bersemangat dan sulit untuk di ungkapkan dengan kata kata. Sudah satu minggu ini Liara tidak mendapatkan kabar dari Lionel, pria itu seakan menghilang begitu saja semenjak kejadian di kediaman Gentala.


Bahkan saat Liara nekat menyusul ke apartemennya, Lionel juga tidak ada disana. Satpam mengatakan kalau tidak melihat penghuni yang bernama Lionel Al-kafi itu keluar masuk selama satu minggu ini. Nomor ponselnya pun tidak dapat di hubungi, lalu sekarang Liara harus bagaimana?


Gadis itu berdecak dalam hati, tidak hanya berdecak kesal- Liara juga menghentakkan kedua kakinya yang terbalut sepatu kets ke paping blok.


'Simba nyebilin! awas aja kalo sampe dia balik aku botakin beneran gondrongnya!'


Disaat Liara sibuk dengan kekesalannya, gadis yang berjalan berdampingan di sisinya justru terlihat sumringah. Sesekali dia tertawa sendiri, walaupun tawa kecil tapi untuk mata orang yang jeli dan julid pasti akan peka.


Gadis itu bahkan menepuk pipinya berulang kali. Sudah satu minggu berlalu setelah kejadian motor mogok, Delila masih terus saja memikirkan si Samson versinya. Pria bertubuh tinggi, berkulit coklat eksotis, berwajah cukup tampan dan memiliki otot kuat itu terus saja berputar di kepalanya.


Walaupun Delila sempat mendapatkan hukuman dari Davyn sang Papa, sepertinya gadis itu ikhlas ikhlas saja. Bahkan rasanya dia ingin sekali merusak motor atau mobil lagi agar kesempatan itu datang kembali.


Di diamkan, di cuekin, di abaikan, sepertinya itu tidak membuat Delila kapok. Putri semata wayang Davyn Prayoga dan Kirana itu masa bodo, dia menebalkan kedua telinga dan menguatkan mata saat berhadapan dengan pria yang bernama Baron itu.


Baron?


Delila kembali tersenyum sendiri kala mengingatnya. Saat ini kedua gadis beda nasib itu terlihat seperti orang kurang vitamin, yang satu seperti orang mabuk sementara satunya persis orang sekarat.

__ADS_1


Berdoa saja untuk keduanya, semoga tidak akan berkelanjutan.


🐺


🐺


🐺


Lionel meneguk minumannya hingga tandas, jari telunjuk dan tengahnya mengapit lintingan nikotin yang mampu sedikit menenangkan hatinya.


"Aku tidak menemuinya selama satu minggu ini. Kau pikir itu mudah, huh?! aku bahkan hampir gila karena tidak bisa melihatnya." pria itu terus saja menggerutu.


Di depannya ada sepasang suami istri yang setia mendengarkan, keduanya saling lirik dan menghela napas secara bersamaan.


Pria bermata sipit itu meringis saat merasakan cubitan di area dadanya. Bukan hanya meringis, rasa panas yang di timbulkan berhasil membuatnya ingin menangis.


"Berapa kali kau memanggil gadisnya Lee dengan sebutan cantik, huh?! kau lupa kalau aku masih hidup dan bisa mendengarnya!" wanita yang ada di depan Lionel terlihat murka.


Kedua matanya menatap tajam pada pria yang baru beberapa waktu ini menyandang sebagai suaminya.


"Astaga Cintaku, aku hanya-,"

__ADS_1


"Bisakah kalian berdua tidak bertengkar di hadapanku? kalian tahu, aku sudah cukup bosan melihat drama picisan kalian. Sekarang bertengkar, dua menit kemudian kalian berbaikan lalu bercinta. Apa kalian berniat bercinta di hadapanku huh?! dasar gila. Keluar dari kamarku, Lay bawa istrimu keluar aku tidak ingin kamarku bau cairan naf*sumu!"


Lionel bangkit, pria itu mengibaskan salah satu majalah pada kedua rekannya. Sepasang suami istri itu terlihat kalang kabut dan menatap aneh pada Singa Jantan Tua yang terlihat seperti orang stres.


"Hei hei! oke kita akan keluar. Dasar Singa Tua Gila! lihat saja kau akan menjadi lebih gila dari pada aku. Gadismu yang can- gadismu itu akan mengendalikan mu dan Singa Gurunmu yang sudah lapuk itu, lihat saja. Kalau kau tidak percaya, pukul saja dia nanti!"


Wanita yang ada disisi pria yang terus mengoceh itu mendelik, kedua matanya menatap tajam pada suami sialannya. Pria ini malah menjadikannya tameng, dasar pria tidak berguna! lihat saja nanti apa yang akan dia lakukan.


"Bawa keluar suamimu Li. Dia merusak gendang telingaku!" cetus Lionel.


"Hei Singa Tua! kau pikir aku ini- eeemmmpphhtt!"


"Kau benar Lee, sepertinya dia butuh sedikit pelajaran dariku," sela sang wanita, kedua bola matanya memicing dan segera menyeret suaminya keluar.


Selepas kepergian mereka, Lionel terlihat menghela napas pelan. Matanya tertuju pada benda pipih yang masih belum dia nyalakan selama satu minggu ini.


"Satu minggu, bisa gila aku lama lama!" des*ahnya frustasi.



OTW DI BOTAKINπŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1



MUKA BANG SIMBA NAHAN KANGEN πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2