
Liara menyantap sarapannya pagi ini, wanita itu belum mengeluarkan suaranya sejak tadi. Padahal pria yang tidak memakai atasan di hadapannya saat ini tengah menunggunya bersuara, mengucapkan selamat pagi atau membahas pertempuran sengit mereka semalam.
"Kau baik baik saja?" pada akhirnya sangat pria yang harus mengalah.
Dia tidak suka melihat istrinya yang selalu cerewet tiba tiba sama menjadi pendiam seperti ini, menurutnya sangat menakutkan.
Jakun pria itu naik turun saat melihat delikan yang di tujukan wanitanya, tidak bersuara tapi dia tahu kalau sang wanita tengah memberi peringatan padanya untuk diam. Tapi sepertinya delikan itu tidak cukup membuat dirinya menyerah, sang pria menarik sudut bibirnya dan mencondongkan tubuhnya ke arah sang istri.
"Kenapa, hm? Apa aku menyakitimu sema-,"
"Itunya aku sobek! Gak bisa pipis, kalo pipis rasanya perih. Kan aku udah bilang gak bakalan bisa masuk, ukurannya kegedean. Tapi kamu terus aja maksa sampe-,"
Dia tidak sanggup lagi untuk meneruskan kata katanya, kalau sampai semua keluhannya keluar sudah pasti akan ada kata vulgar dan dewasa ikut serta. Dia memilih untuk menghentikan kakinya pelan, sebenarnya ingin keras dan kencang tapi karena organ intimnya masih terasa sakit, kebas bahkan terasa ada yang mengganjal, jadi dirinya tidak berani.
Sang pria menjilat bibirnya yang kering, dia berusaha mengulum senyuman saat mendengar celotehan kesal yang di lontarkan istrinya. Pria itu bangkit, tanpa permisi dia berjongkok di depan wanitanya, dan itu berhasil membuat sang wanita terkejut bukan main.
__ADS_1
"Kamu mau ngapain, Simba?" pekiknya, saat melihat suaminya mengangkat bathrobe yang masih dia gunakan. Karena tadi dirinya belum sempat berganti pakaian, bahkan memakai dala*man saja belum.
"Aku hanya ingin melihatnya, nanti kita akan obati agar tidak perih lagi. Apa aku terlalu kasar tadi malam?" Lionel mendongak, kedua tangannya masih memegangi lutut Liara.
Matanya menatap lekat dan sayu pada wanita yang sudah menghabiskan malam indah bersamanya ini. Entah karena usianya memang sudah tidak muda lagi, Lionel merasa percintaan mereka semalam belum cukup. Walaupun memakan waktu yang lama, dalam dua ronde- tapi untuknya masih belum puas menikmati pesona sang Princess.
"Gak usah! Ngapain di lihat. Nanti juga sembuh sendiri, udah sana aku mau makan!"
Liara berusaha menjauhkan tangan Lionel dari area pahanya, pria itu mulai nakal dan berani sekarang. Bahkan sekarang tanpa izin Lionel membukanya sedikit, hanya ingin memastikan saja kalau istrinya tidak mengalami luka serius akibat ulahnya.
Wajahnya memerah, bahkan dia hampir saja tersedak- suaminya sudah gila. Bisa bisanya pria itu melakukan hal yang membuatnya malu selalu malunya pagi ini. Liara hanya bisa memejamkan kedua matanya, dia tidak berani melihat apa yang sedang dilakukan oleh Lionel sekarang.
Pria itu sedang-
"Agak merah, nanti aku akan mencarikan obat. Sekarang habiskan sarapan mu, jangan kemana pun sebelum aku kembali."
__ADS_1
Lionel bangkit, raut wajahnya terlihat biasa saja. Bahkan saat pria itu memberikan kecupan di dahi serta bibir Dahliara ekspresinya belum berubah. Lionel berlalu meninggalkan istrinya yang hanya mengangguk kaku, dan kembali menyantap sarapannya dengan gugup.
Sementara dirinya memilih masuk kedalam kamar untuk mencari atasan sebelum keluar dari apartemennya. Tanpa Liara ketahui, saat sampai didalam kamar Lionel mengumpat pelan kala merasakan sesuatu yang ada dibalik celana training hitamnya mengaum keras.
Hanya melihat tidak melakukan apa pun, memegangnya saja tidak. Kenapa Singa Tuanya menjadi agresif seperti ini setelah mendapatkan jatah malam tadi.
Sepertinya benar, dia terlalu bersemangat tadi malam hingga membuat Liara kesakitan pagi ini. Bahkan Lionel dapat melihat milik istrinya memerah, dan mungkin sedikit lecet.
Lionel mengusap wajahnya kasar, dia harus segera keluar dari apartemen membeli obat atau salep untuk Liara, kalau terus berada di ruangan ini dia tidak yakin akan bertahan, apa lagi kekasih halalnya selalu ada bersamanya mulai sekarang.
"Sepertinya Baby Singa akan segera datang," kekehnya pelan..
PALA ATAS BAWAH BERDENYUT YE BANGππππ€£π€£πππ
__ADS_1