Guardian Flower

Guardian Flower
Bayi Singa On The Way


__ADS_3

Liara terus saja bergerak kesana kemari tidak ada lelahnya, setelah dia dan Lionel mengisi perut mereka disalah satu restoran mewah yang ada di Burj Khalifa, keduanya tidak lekas pulang ke apartemen- melainkan menghabiskan waktu berkeliling Mall dan tempat indah yang ada disana.


Seperti sekarang ini, Liara terlihat tidak ada lelahnya menyeret pria yang sudah resmi menjadi suaminya secara negara. Mereka layaknya pasangan muda yang tengah menikmati waktu berdua, tapi kalau dilihat lebih jelas Lionel malah terkesan tengah mengasuh gadis yang ada didepannya ini.


Gadis itu terus saja menarik tangannya, memaksanya agar terus mengikuti langkahnya kemana pun. Lionel serasa dejavu, ingatannya kembali ke masa lalu dimana dirinya sering melakukan hal seperti ini dulu.


Mengawal gadis yang saat ini tengah mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru sembari menikmati es krim ditangannya. Sudut bibir Lionel terangkat, pria itu dengan cepat menyamakan langkahnya dengan Liara.


Tangan besarnya berusaha melepaskan diri dari cekalan gadis itu, hingga membuat Liara menoleh dan menatap heran ke arahnya. Tapi raut wajah heran itu hilang seketika saat Lionel meraih pinggangnya, dan merapatkan tubuh mereka berdua.


Senyuman Dahliara seketika kembali, tanpa ragu dia pun membalas pelukan Lionel. Keduanya berjalan saling berdampingan, bahkan sesekali Liara membagi es krim miliknya pada Lionel.


Sepasang pengantin lama itu terlihat begitu menikmati waktu berdua, hingga akhirnya jarum jam kian berputar ke arah kanan. Cukup lama Liara dan Lionel menghabiskan waktu di luar, kini saatnya mereka kembali pulang ke apartemen.


Liara terlihat begitu bersemangat, dia tidak henti hentinya menggoda Lionel yang saat ini tengah membawa banyak barang belanjaannya.


"Aku bikin bangkrut kamu hari ini?" Liara terkekeh geli dibuatnya.


Entah ada berapa paper bag yang dibawa Lionel, yang jelas semua itu bukan hanya barang barang miliknya saja melainkan ada juga milik suaminya. Sudah hampir senja mereka berdua masuk kedalam apartemen, tanpa peduli dengan sekitar Liara segera melepas sepatunya dan berlari menuju balkon.


Gadis itu merentangkan kedua tangannya saat melihat keindahan yang Tuhan lukiskan saat ini.


Sunset menguning di ujung barat.

__ADS_1


Senyuman Liara kian melebar, dia menghirup napas dalam lalu menghembuskannya pelan dan perlahan. Kedua matanya tertutup saat merasakan angin gurun pasir berhembus menyapanya. Senyumannya semakin melebar saat merasakan seseorang tengah mendekapnya dari belakang.


"Kau senang, Princess?" bisiknya.


Liara tidak menyahut, dia hanya mengangguk dan perlahan menyandarkan tubuhnya di dada bidang milik prianya. Kedua matanya masih terpejam erat, menikmati dekapan hangat suaminya. Bahkan sekarang Liara dapat merasakan kecupan lembut dan ringan diantara ceruk leher dan bahunya yang sedikit terbuka.


"Jadi sekarang apa yang ingin kau lakukan, hm?" bisik serak Lionel.


Dekapannya kian mengerat, bahkan kecupan bibirnya di area leher serta baju Liara mulai merambat naik menuju cuping, belakang leher, rahang dan pipi istrinya.


"Mandi, terus tidur," sahut Liara tanpa beban.


Kedua matanya masih terpejam, dia membiarkan Lionel melakukan apa pun saat ini, toh mereka sudah resmi menikah jadi apa yang harus di khawatirkan?


Pria itu melepaskan dekapannya, perlahan membalikan tubuh Liara agar menghadap ke arahnya. Satu tangannya terulur menyentuh untaian anak rambut yang berterbangan diterpa angin gurun, tatapan Lionel tertuju pada wajah cantik Liara.


Menyusuri setiap lekuk wajah gadisnya, mulai dari mata, alis, hidung, pipi, dagu hingga bibir yang beberapa kali pernah dia nikmati. Dan sekarang Lionel ingin kembali menikmatinya.


Ibu jari pria itu perlahan mendekat ke arah bibir tipisi Liara, memberikan sentuhan lembut dan tekanan pelan. Bahkan perlahan menyapu nya hingga membuat bibir itu terbuka.


Tanpa berlama lama Lionel segera menyerangnya, memberikan kecupan lalu memagutnya pelan dan hati hati tapi penuh tuntutan. Tangan besar bertato nya meraih pinggang Liara, merapatkan tubuh keduanya agar kian mendekat tanpa jarak, hanya helaian kain yang belum lolos.


Lionel dan Liara terlibat ciuman serta sentuhan panas di senja ini. Tanpa beban pria berambut ikal itu mengangkat tubuh istrinya, membawanya pergi dari sana tanpa melepaskan tautan bibir keduanya.

__ADS_1


Liara yang sudah terlena hanya pasrah, bahkan saat Lionel membawanya menuju kamar mereka yang luas dan ternyata sudah dihias dengan segala macam rupa khas kamar pengantin baru, dia tidak memperdulikan nya.


Kedua tangannya sibuk meremas kepala pria itu, kedua matanya terpejam erat saat merasakan sesuatu yang asing yang belum pernah Liara rasakan sebelumnya. Gelayar aneh namun nikmat, bahkan Liara tidak bisa mendeskripsikannya lewat kata kata.


Perlahan Lionel merebahkan tubuh istrinya di tempat tidur, pagutan bibir mereka berdua terlepas- Lionel makin melancarkan aksinya. Cumbuannya kian turun ke arah leher dan terus saja mengikuti insting Singa Jantan Tua yang sudah terlalu lama menganggur.


Hingga akhirnya kedua mata Lionel tertuju pada sebuah gelang kaki yang dipakai oleh Liara, pria itu mendekat ke arah tungkai indah milik istrinya dan tanpa di duga Lionel memberikan kecupan dalam nama basah yang cukup lama disana.


Setelah puas, Lionel kembali mendekat ke arah wajah Liara. Menatap gadis itu lekat, sudut bibirnya terangkat saat melihat wajah memerah dan tegang Liara saat ini.


"Ayo kita lakukan, kau mau kan memiliki Bayi Singa lucu bersamaku?" bisik Lionel tepat di depan bibir Liara.


Gadis itu tersenyum, lalu mengangguk pelan dan malu malu. Bahkan Liara memalingkan wajahnya ke arah lain saat melihat Lionel terkekeh dan kembali memberikan kecupan di bibirnya.


"Bersiaplah Mama Singa, Singa Tua ini akan segera menerkam mu dan memberikan banyak Bayi Singa disini."


Satu tangan Lionel masuk kedalam kaos yang Liara pakai, dan mengusap lembut perut rata istrinya.



JAN GITU NAPA BANG, BUKA AJE SEMUANYA🙈🙈


__ADS_1


OTW MLORITIN KOLOR🙈🙈🙈🤣🤣


__ADS_2