
"Silahkan masuk Tuan Putri Anye dan Nyonya muda Albarack, semua tamu undangan sudah berkumpul di ballroom istana."
Seorang pelayan kediaman Al Faruq menyambut kedatangan Princess Anyelir dan Putri Shena untuk menghadiri undangan pesta ulang tahun pangeran pertama.
Dengan penuh semangat Anyelir menarik lengan ibunya, dia tidak sabar untuk segera sampai di tempat pesta. Gaun panjang heboh berwarna merah muda sangat cantik melekat di tubuh kecilnya.
Dengan aksen tiara bunga menambah kecantikan serta keimutan sang putri kecil.
"Apa aku nanti boleh belmain dengan pangelan Ethan, Mom?"
Shena yang sedari tadi hanya diam dan menurut, kini terlihat mengalihkan pandangannya pada Anyelir. Wanita cantik milik Sang Lord itu tersenyum tipis, dia mengangguk pelan dan itu berhasil membuat senyuman Anyelir terbit.
Walaupun sebenarnya Shena ragu kalau Pangeran Ethan akan mau diajak bermain oleh putrinya, karena semua orang tahu bagaimana sikap serta sifat bocah laki laki itu. Selain penyendiri, Ethan juga tidak segan segan mengusir orang yang mengganggunya. Tidak peduli laki laki atau perempuan, sang Pangeran Kedua tidak suka dengan situasi ramai seperti ini.
Dia introvet
Kedua mata Anyelir kian berbinar saat melihat suasana pesta yang dia hadiri, terlihat mewah dan elegan. Sepertinya Tuan muda Faruq dan istrinya tidak ingin Putra Pertamanya merayakan pesta dengan tema biasa saja.
"Apa ini tidak terlalu berlebihan?" gumam Shena.
Dia meringis melihat dekorasi pesta yang terlihat seperti sebuah acara pernikahan. Heboh, berkelas tapi elegan untuk para Sultan yang ada di negara ini.
"Mom, aku haus." Anyelir menarik lengan Ibunya, gadis itu terlihat mengedarkan pandangannya ke arah lain guna mencari sesuatu.
"Mommy akan mencarikan minuman untukmu, Princess. Tunggu disini oke, jangan kemana mana- setelah itu kita berikan selamat untuk Pangeran Erlan."
Anyelir mengangguk, dia membiarkan Ibunya pergi untuk mengambil minuman yang diinginkannya. Tapi selepas Shena menjauh, Anyelir justru meninggalkan tempatnya. Gadis itu berjalan menuju salah satu sudut, bibirnya menipis membentuk senyuman tipis saat melihat seseorang tengah duduk menyendiri disana.
__ADS_1
"Aku sudah tau kalau kamu pasti ada disudut, Pangelan Ethan." senyuman Anyelir kian melebar, dia mengencangkan laju kakinya mendekat pada Sang Pangeran.
Tapi langkah kakinya tiba tiba terhenti saat netra keduanya bertemu, disaat kedua mata bulat Anyelir terlihat berbinar- Sang Pangeran justru malah menampilkan tatapan datar dan dingin. Seolah mengatakan, ' jangan mendekat, berhenti disana!'
Tapi Anyelir tetaplah Anyelir, sikap keras kepala yang di turunkan oleh Jiddi dan Jiddahnya melekat kuat didalam dirinya. Dia kian mendekat dan melebarkan senyumannya tanpa malu, tapi belum sempat dirinya sampai Sang Pangeran malah beranjak lalu meninggalkan dirinya begitu saja, membuat senyumannya memudar perlahan.
"Dia selalu saja begitu. Apa aku jelek hali ini?" gumamnya.
🦁
🦁
🦁
Liara menikmati harinya di balkon apartemen, ditangannya ada secangkir teh hijau yang baru saja dia buat. Semilir angin sore ini membuat perasaannya tenang, dia memejamkan kedua matanya saat merasakan hembusan angin gurun yang menyejukkan.
Tapi tidak lama kedua matanya kembali terbuka saat merasakan dekapan dari arah belakang tubuhnya. Bahkan kedua mata Liara kembali tertutup saat orang yang mendekatkan itu memberikan kecupan kecil dan dalam diarea tengkuknya.
Bulu kuduk Liara meremang, wanita itu menipiskan bibirnya dan kembali meneguk teh hijau yang sudah terasa dingin di tenggorokannya.
"Kata orang jangan terlalu dipikirin, nanti malah enggak jadi. Dibawa santai aja, kalo gak jadi bulan ini ya bulan depan coba lagi, kalo gak jadi juga ya coba aja terus sampe jadi."
Lionel terkekeh, pria itu kian merapatkan tubuhnya dan mendekap Liara seakan enggak untuk melepaskannya lagi.
"Baiklah, kita akan mencobanya terus sampai berhasil. Sepertinya kau sudah tidak ketakutan lagi saat melihat-,"
"Melihat apa? Siapa bilang aku enggak takut?! Bayangin aja, ukuran segede itu kamu paksa buat-,"
__ADS_1
"Ssttt- jangan terlalu keras, Honey. Nanti tetangga kita mendengarnya, aku tidak mau mereka sampai tahu kalau- Singa Tua ku berhasil membuat pawangnya kewalahan." Lionel berbisik diakhir kalimatnya dan itu membuat Liara mendelik hingga memberikan cubitan keras di lengan besar bertato nya.
"Udah sana ih, aku mau mandi!"
"Boleh kita mandi berdu-,"
"ENGGAK!"
"Oke, baiklah. Aku yang akan memandikanmu!" Lionel menarik tubuh Liara dan menggendong wanita itu tanpa beban sedikit pun.
"SIMBA TEH AKU TUMPAH!" peliknya keras tapi sayang Lionel seakan tidak mendengarnya.
🦁
🦁
🦁
🦁
**SETELAH BANG SIMBA SAMA LIARA MAU DIBUATIN CERITA SIAPA?
PRINCESS ANYELIR
ATAU
__ADS_1
GALEXIA SI GADIS BAR BAR
KOMEN YA SAYANG SAYANG KU😘😘😘😘**