
Liara berpegangan pada tali tambang yang mengikat pinggangnya, gadis itu terpaksa turun dengan cara seperti itu agar bisa segera mendarat diatas sekoci. Dia memilih turun secara perlahan menggunakan seutas tali dari pada harus menceburkan diri ke laut dari lantai tiga kapal besar di dekatnya saat ini.
Gila saja!
Liara berusaha menahan rasa sakit di telapak tangan serta pinggang dan perutnya. Gadis itu bergerak perlahan, di bantu oleh Lionel yang masih mengendalikan tali dari atas. Tapi sepertinya pria itu mulai kewalahan sekarang saat pintu masuk ke lantai tiga kapal berhasil di dobrak.
Segerombolan anak manusia berdatangan, masing masing dari mereka membawa senjata dan menodongkannya ke arah Lionel. Termasuk pria yang saat ini tengah menghirup cerutunya, lalu membuangnya kasar dan menginjakmya hingga hancur.
"Sudah cukup kalian berlari. Sekarang tidak ada lagi tempat yang bisa kalian gunakan untuk bersembunyi, Lionel." cetus sang pria.
Sudut bibirnya terangkat, dia menyeringai saat melihat ekspresi datar yang diperlihatkan oleh Lionel saat ini.
"Kalau kita memang memiliki masalah sebelumnya, seharusnya kau tidak perlu melibatkan siapa pun disini. Kalau kau memang berani, temui aku secara langsung jangan melibatkan orang lain apa lagi gadisku!" ucap Lionel tenang namun penuh peringatan tegas.
"Tapi sepertinya pria culun sepertimu memang hanya berani mengancamku lewat orang lain, maka dari itu kau membawanya kemari. Berencana melelangnya dengan harga tinggi, oh tidak bahkan kau sudah berhasil melelangnya pada salah satu nama pria brengsek yang kau undang." imbuhnya sarat akan cemoohan.
__ADS_1
Seringai di bibir pria berwajah biasa saja itu surut, mata sipitnya kian tak terlihat karena menahan geram. Kedua tangannya terkepal erat, matanya mengobarkan api permusuhan yang sangat besar pada Lionel.
"Kau sudah menghancurkan bisnisku! gara gara kematian pria tua bangka itu kasino yang selama ini aku jalankan hancur dan semua uangku-,"
"Itu bukan kasino, tapi tempat pelacuran! kau menyembunyikan fakta selama ini. Perjudian hanyalah salah satunya, dan pela*curan serta jual beli organ dalam manusia adalah usaha utama yang kau miliki untuk menumpuk kekayaaan. Tapi sepertinya kali ini kau salah sasaran, aku akan membuat dirimu kehilangan aset mu untuk kesekian kalinya." Lionel memotong cepat.
Pria itu melirik ke arah sisi, memastikan kalau gadis yang ada dibawah sana sudah dalam posisi yang aman sekarang. Tapi nyatanya tidak, posisi Liara terlihat tidak nyaman dan aman. Gadis itu terus saja meronta saat merasakan sakit di pinggang serta perutnya.
Liara berusaha melepaskan tali yang mengikatnya, jarak antara sekoci dan dirinya tinggal beberapa meter lagi. Satu tangan Sang Princess terlihat berusaha menggapai penghalang besi agar dia bisa berpegangan dan beristirahat sejenak dengan meniti besi penghalang disisi kapal.
Kedua mata bulatnya menyipit saat melihat Lionel tengah sibuk sendiri diatas saja. Entah apa yang sedang pria itu lakukan, yang jelas pergerakan yang Lionel lakukan cukup membuat Liara tidak karuan.
"SIMBAAA PERUT AKU SAKIT!" pekiknya keras.
Gadis itu terlihat kesal, berulang kali melepaskan belitannya justru tubuhnya kian terombang ambing tidak jelas, bahkan hampir membentur body kapal yang keras. Sementara diatas sana, ternyata Lionel sedang beradu otot dengan beberapa bawahan Scar.
__ADS_1
Lionel membelitkan tali yang sedari tadi dipegangnya tanpa ingin melepaskannya pada pinggang, membelitkan lagi ke arah dada dan bahu. Dia berusaha agar gadis yang terhubung dengannya tidak sampai terjatuh ke atas laut.
"SIMBAAA PERUT AKU MUAL!" Liara kembali memekik saat perutnya mulai melilit, asam lambungnya naik hingga membuat rasa mual kian menghantuinya.
Sang Princess mabok laut? atau mabok karena guncangan yang berasal dari Lionel.
"Serahkan gadis itu, maka kau bisa bebas!" tukas Scar tanpa berpikir.
Lionel yang masih terlihat bisa menghadapi mereka hanya menipiskan bibir.
"Sekalipun kau menukarnya dengan lehermu, aku tidak akan memberikannya pada siapa pun. Dia milikku, dulu, sekarang dan selamanya! jadi kalau kau ingin mendapatkannya, langkahi dulu Ayah mertuaku!" sahut Lionel, terlihat serius tapi kalau didengarkan dengan seksama bisa membuat sang Sultan Dubai murka.
Menantu jahanam!
__ADS_1
BAYANGIN DULU JADI DAHLIARA 😂😂😂😂