Guardian Flower

Guardian Flower
Ketemu Dan Bergegas


__ADS_3

Cahaya perlahan masuk kedalam retinanya, kedua kelopak mata indah itu berkedut pelan, dahinya mengernyit dan kedua alisnya bertaut saat merasakan sesuatu yang datang menghantam kepalanya.


Berdenyut dan pusing


Ringisan keluar dari bibirnya, perlahan kedua matanya terbuka- sedikit menyipit untuk menghalau cahaya yang masuk.


"Ssshhhh,"


Tubuhnya terasa sakit dan kaku, dia berusaha bangkit- tapi sayang saat dirinya ingin mengangkat tangan kanannya, ada rasa berat dan menghalangi pergerakannya. Kedua matanya membulat, dia menatap kearah pergelangan tangan kanannya yang terikat borgol.


"Tangan gue?" gumamnya.


Seketika amarahnya tersulut, rasa sakit dan pening di kepalanya hilang secara spontan saat melihat kondisinya sekarang. Dia terbaring diatas ranjang usang, dengan penerangan minim terkesan horor untuk para penakut. Bahkan ruangan yang dia tempati sekarang sedikit tua walaupun cukup lebar.


"Ini dimana?" tanyanya.


Tak Tak Tak Tak


Sekuat apa pun dia memberontak dan berusaha melepaskan borgol yang menahan pergelangan tangan kanannya, tetap saja tidak bisa. Bahkan sekarang malah terasa sakit dan memerah.


"Ck! Simba," decaknya kesal.


Dia baru ingat kalau sesuatu telah terjadi, bukankah tadi dirinya sedang menaiki taksi- lalu sang sopir melajukan taksinya tanpa menunggu Lionel masuk. Hingga akhirnya tidak lama setelah dirinya terjebak, kesadarannya hilang begitu saja dan berakhir di tempat ini.


"Gue diculik?" gumamnya.


"WOOYYYY SIAPA PUN YANG ADA DI BALIK PINTU, LEPASIN BORGOLNYA! NIH TANGAN RASANYA MAU PATAH TAU. SIMBAAAAAAAAAAAA!"

__ADS_1


Gadis itu berteriak kencang memanggil nama yang saat ini terlintad didalam otaknya, entah kenapa dari sekian banyak orang yang dia kenal hanya nama panggilan orang itu yang keluar dari mulutnya.


BRAAKK!


Dia terkejut setengah mati saat mendengar pintu di pukul cukup keras dari arah luar, amarah dan rasa kesalnya kian membumbung. Kalau saja tangannya tidak terborgol seperti ini, sudah bisa dipastikan kalau pintu itu tidak akan berbentuk lagi.


"DIAM! NANTI KAMI KIRIM JATAH MAKAN MU!"


Sang gadis kian geram, dadanya naik turun, napasnya mendengus bagaikan seekor Banteng jantan yang siap mengamuk. Kedua matanya menatap tajam kearah pintu, orang yang bersuara tanpa rupa itu sudah memancing emosinya.


"Dia kira gue hewan apa dikasih jatah makan," gumamnya penuh kekesalan.


Ingin rasanya berteriak, tapi sepertinya saat ini tidak ada gunanya. Perlahan gadis yang terlihat berantakan itu memejamkan kedua matanya, menghirup napas dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Dia harus tenang, menghemat energi adalah hal yang paling penting untuk saat ini.


Nanti setelah dia tahu siapa dalangnya, barulah bersiap meluapkan semua rasa kesal dan amarahnya.


Gadis itu mengigit bibirnya, entah kenapa ada rasa takut kalau si Singa Tua tidak tahu keadaannya sekarang. Lalu bagaimana nasibnya? apa dia akan selamanya disini hingga tua? atau-


"AAAKKHHHHHH! SIMBAAAAAAA!" pekiknya sekeras mungkin, dia tidak ingin memikirkan kemungkinan yang akan terjadi, tapi pikiran buruk itu kian merasuk kedalam otak cantiknya.


🦁


🦁


🦁


Lionel melajukan motornya dengan kecepatan penuh, dia berkali kali terkena umpatan para pengendara lain karena ugal ugalan.

__ADS_1


Tangan besarnya mencengkeram stir dengan kencang, otaknya buntu- Lionel tidak dapat berpikir jernih saat ini. Dia kehilangan jejak dan itu semakin membuatnya frustasi, pria itu membelokan strir motornya ke arah lain, jalur cukup sepi yang Lionel ambil dan entah tertuju kemana.


Tapi tidak lama setelah menempuh perjalanan, pria berjaket hitam itu menghentikan laju motornya. Dia terdiam sejenak, dan terlihat buru buru mengeluarkan ponsel yang ada didalam sakunya.


"Gelang kaki," gumamnya.


Lionel baru ingat kalau gelang kaki yang Liara pakai memiliki sensor. Itulah yang selama ini Lionel gunakan untuk memantau Sang Princess dari jauh, sejak Liara berusia belia.


Helaan napas Lionel terdengar, dia terlihat sibuk mengotak atik layar ponselnya dan tidak lama sebuah peta koordinat terlihat. Menampilkan titik putih bergambar bunga Dahlia disana, masih diam dan tidak bergerak sama sekali.


Lionel berdecak kencang, kenapa dia jadi bodoh seperti ini saat panik. Harusnya dia tahu dan ingat kalau gadis bebalnya masih memakai benda yang dia berikan beberapa tahun yang lalu. Walaupun Lionel yakin Liara tidak mengetahui siapa orang yang mengirimkan benda itu di ulang tahunnya yang ke enam belas.


"Cukup jauh, sepertinya mereka akan membawamu lebih jauh lagi kalau sampai aku terlambat." gumamnya.


Lionel kembali menstater motornya, dia meletakan ponselnya didepan- di tempat khusus yang ada di dekat stang motor. Kedua mata Lionel memperhatikan titik koordinat Liara berada sekarang, setelah cukup puas melihat dia segera melajukan kembali motornya dengan kecepatan maksimal.


Titik koordinat Lionel berjalan, dia semakin mempercepat laju motornya- namun dahinya mengernyit saat melihat gambar bunga Dahlia putih tiba tiba saja bergerak dari titik koordinat.


Rahang Lionel mengetat, cengkeramannya kian kencang, sesuatu didalam dirinya siap meletup keluar kala melihat titik dimana dirinya berjalan kian menjauh dari gambar Sang Bunga.


"Sialan! mereka mulai bergerak. Berani sekali membawa istriku menjauh!" desisnya.



BERENDEM YUK NENG😘


__ADS_1


POSE LIARA BIKIN EHEM πŸƒπŸƒπŸƒ


__ADS_2