Guardian Flower

Guardian Flower
Tak Terduga


__ADS_3

Liara menekan luka yang ada di lengan atas Lionel dengan kencang, bahkan tanpa perasaan gadis itu sampai merobek kaos hitam ketat yang di pakai oleh mantan ajudannya itu. Beruntungnya mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang terparkir di parkiran kampus, jadi minim sekali orang yang bisa melihat adegan keduanya.


Lionel memejamkan kedua matanya saat Liara mulai memberikan obat pada lukanya, terasa perih namun tidak lama rasa dingin mulai dia rasakan setelahnya. Pria itu membiarkan Liara bermain, sang Princess tengah bermain dokter dokteran dan dia adalah pasien perdananya, semoga ini bukan mal praktek.


"Kenapa bisa bolong kayak gini sih? kamu ketusuk apa?" Liara kembali mengoceh, sepertinya dia tidak puas dengan jawaban yang Lionel berikan beberapa saat yang lalu.


Pria itu mengatakan kalau tergores besi saat berolahraga di apartemennya, tapi rupanya Liara tidak mempercayai semua alasan yang di berikan oleh Lionel. Liara tahu kalau mantan ajudannya itu tidak ceroboh, sampai mengalami luka seperti ini saat berolahraga- maka dari itu Liara terus saja mencecar, dia tidak peduli biar pun di anggap cerewet.


"Kamu bohongkan kalo ketusuk pas lagi olahraga! aku tau kamu gak seceroboh itu," lanjutnya lagi.


Senyuman tipis Lionel terbit, perlahan kedua netra tajamnya terbuka- dia perlahan melirik pada Liara yang tengah membalut lukanya dengan kain kasa. Lionel menatapnya lamat lamat, tatapannya terus saja memindai wajah cantik gadis yang sejak kecil bersamanya.


Tapi entah karena kesalahpahaman atau ada hal lain, pada akhirnya mereka berpisah selama bertahun tahun. Setelah kepergian Liara, Lionel keluar dari kediaman Albarack yang ada di Dubai. Walaupun sedikit sulit karena Elvier dan Yasmine tidak mengijinkannya, terlebih Erkan- sang Pangeran meminta agar Lionel menjadi pengawal putri semata wayangnya kelak namun Lionel menolak.


Lionel memohon dan siap melakukam apa pun demi bisa berkelana jauh ke negara orang. Hingga pada akhirnya Elvier mengizinkan, dan melepaskan salah satu ajudan terbaiknya keluar dari naungan kebangsawanan Albarack.


Dan disinilah dirinya sekarang, setelah bosan berkelana keberbagai negara bahkan memiliki pekerjaan yang berbahaya- Lionel memutuskan untuk menemui Sang Princess secara langsung. Walaupun pertemuan pertama mereka terasa canggung, setelah sekian tahun berpisah- tapi hari demi hari Lionel mampu menjinakan racun bunga yang tersimpan di dalam hati Dahliara.


"Kau sangat tahu tentang ku, Princess," cetusnya.


Gerakan tangan Liara terhenti, gadis muda itu mendongak- kedua mata bening yang sangat mirip dengan Sang Daddy itu menatap lekat pada Lionel.


Gadis kecil yang cerewet itu kini tumbuh menjadi seorang wanita yang mulai beranjak dewasa, walaupun Lionel akui sikap serta sifat Liara sama sekali tidak ada yang berubah justru bertambah berani dan cerewet.


"Aawww!" Lionel memekik pelan saat Liara dengan sengaja mengikat kencang kain kasa di lengannya.

__ADS_1


Tatapan Sang Princess berubah tajam, bahkan dia tidak peduli mendengar ringisan pria yang masih tidak memakai atasan itu. Ekor mata Liara mulai gatal, diam diam dia melirik ukiran yang banyak menghiasi tubuh mantan ajudannya.


Dahi Sang Princess berkerut, entah perasaannya saja atau memang benar kalau tato yang dulu pernah dia lihat saat kecil di tubuh Lionel, kini bertambah lebih banyak.


Dulu hanya ada tato ular dan laba laba, kini sudah bertambah banyak. Bahkan di tengkuk pria itu pun ada sebuah tato besar yang membentang, di pinggangnya ada ukiran wajah seorang wanita- Liara tidak tahu wajah siapa itu.


Sreeett!


Dengan kencang Liara kembali mengikat kain kasa untuk kedua kalinya, entah kenapa dia tidak suka melihat tato yang ada di pinggang Lionel. Ingin rasanya dia mengikis kulit itu dan membuangnya dari area itu.


"Sudah selesai, sana balik lagi sama Nona Muda kamu. Dia pasti lagi nyariin ajudannya yang ilang entah kema-,"


Celotehan Liara terhenti saat Lionel mengukung tubuhnya di kursi mobil, mulutnya kembali mengatup kala pria itu membekapnya agar tidak mengeluarkan suara.


Kicauan hati Liara kembali terhenti kala Sang Singa Tua semakin mendekatkan wajahnya padanya. Keduanya sangat dekat dan bisa di bilang begitu intim sekarang.


"Si-Simba, kamu mau ngapa-,"


"Ssttt- ada yang datang," bisiknya.


Bibir Liara kembali mengatup, kedua matanya bergulir ke arah luar mobil- dahinya mengernyit kala melihat dua orang pria mendekat ke arah mobilnya dengan gerak gerik yang mencurigakan.


'Mereka kan yang ada ditoilet tadi.' batin Liara.


Dari luar memang orang orang itu tidak bisa melihat apa yang ada di dalam mobil, tapi Liara dan Lionel dapat melihat kedua pria asing itu dengan jelas, bahkan obrolan mereka.

__ADS_1


"Ini mobilnya!" cetus salah satu dari pria itu.


"Aku yakin ini mobil gadis itu. Lakukan secepat dan serapih mungkin, buat ini seperti kecelakaan tunggal. Kita lihat bagaimana reaksi pria sialan itu saat sesuatu yang berharga untuknya selama ini berhasil kita usik!"


Kedua mata Liara membulat, dia menatap pada Lionel yang masih terdiam dan memperhatikan gerak gerik kedua pria asing itu. Tidak lama dia dan Liara merasakan mobil bergerak, Lionel yakin kalau salah satu dari mereka melakukan hal buruk pada mobil Liara.


"Mereka siapa? kenapa ngomong kayak gi-,"


Lionel segera membungkam bibir Liara yang kembali mengoceh kala melihat salah satu dari mereka mengintip lewat kaca mobil, Lionel berusaha menyembunyikan tubuh Sang Princess dengan raga besarnya. Ternyata itu cukup membuat Liara terdiam, tapi rasanya bukan hal itu saja yang membuat bibir cerewet Liara bungkam, tapi tindakan yang Lionel ambil saat ini.


'Si-Simba, Simba-,' pekikan Liara yang ada didalam hatinya tidak mampu dia keluarkan saat merasakan ada benda kenyal, dingin, lembut dan manis menimpa bibir tipis nan merahnya.


Hanya menimpa, tidak ada gerakan lebih lanjut, tapi lumayan cukup lama dan itu berhasil membuat aliran darahnya bergerak naik dari jantung menuju otak.


'Simba, nyium bibir aku?!' jeritnya dalam hati.



NYOSOR AE SI SINGA TUA



MAU DI SLEPET CENTONG APA DI TAKOL SENDAL


HAI GIMANA KABAR KALIAN, MAAF YA KEMAREN GAK UP SOALNYA OTHOR GAK ENAK BADAN, ASMA KAMBUH JADI REHAT DULU, INI AJA MASIH SESAK, DOAIN CEPET SEHAT LAGI YA 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2