Guardian Flower

Guardian Flower
Tidak Banyak, Tapi Lama


__ADS_3

Senja kian menghilang digantikan oleh malam yang kian larut. Hingar bingar kota Dubai sepertinya tidak terpengaruh oleh gelapnya malam, suasana kota itu masih begitu ramai walaupun bulan sudah menggantung di atas langit, menyambut kegelapan malam yang siap membuat para manusia terlelap dalam mimpi mereka.


Seperti sepasang anak manusia yang saat ini sudah bergelung dibawah selimut tebal dalam keadaan tidak memakai apa pun. Keduanya saling memberikan kehangatan, beradu kaki dan tubuh tanpa sungkan lagi.


Tangan keduanya saling merengkuh, bahkan lengan besar berotot dan bertato milik salah satu dari mereka sudah menjadi bantalan untuk kepala seorang wanita cantik, yang beberapa jam yang lalu baru saja merasakan namanya surga dunia.


Tapi benarkah?


Selepas acara terkam menerkam yang dilakukan oleh Sang Singa Jantan Tua bersama betinanya, kini mereka sudah tidak bisa lagi mengendalikan tubuh masing masing. Hanya dua ronde pertandingan, tapi dalam waktu yang cukup panjang hingga membuat Sang Mama Singa tidak bisa lagi mentolelir keadaan.


Dia tumbang.


Dan mari kita lihat apa yang akan terjadi padanya saat terbangun besok pagi, semoga saja tidak ada hal yang membuat Sang Mama Singa shock bukan main saat sadarkan diri nanti.


Semoga saja


🦁


🦁


🦁


Pagi mulai menyingsing, fajar perlahan terbit dari timur. Menampakan sinar yang membuat makhluk hidup yang ada didunia ini perlahan terbangun dari mimpi yang selama semalaman memanjakan mereka.


Termasuk seorang gadis- ralat seorang wanita yang saat ini masih bergelung diatas tempat tidurnya. Cahaya matahari yang kekuningan mulai masuk melalui celah celah gorden yang belum terbuka.

__ADS_1


Cuaca pagi ini sepertinya akan cerah, lihat saja matahari sudah terlihat padahal waktu baru saja menunjukan pukul 6 lewat 20 menit, belum jam 7 pagi.


Wanita itu menggeliat, perlahan merentangkan kedua tangannya- dahinya mengernyit, kelopak matanya berkedut hingga akhirnya kedua bola matanya itu terbuka.


Kesadarannya yang belum sepenuhnya terkumpul membuatnya masih belum memasuki alam nyata dengan sempurna. Hingga akhirnya selimut yang membalut tubuhnya itu tertarik oleh kakinya hingga melorot dan menampakan bagian dadanya yang tidak memakai apa pun.


Hawa dingin yang berasal dari AC membuat wanita itu tersentak, kedua matanya mendelik dan membulat sempurna. Dia mengangkat selimut yang membalut tubuhnya saat ini dengan cepat, matanya kian melotot saat melihat bagaimana kondisinya sekarang.


Dia telanjang? Artinya semalam itu bukanlah mimpi semata?


Ekor matanya melirik kearah sisi tempat tidur, tidak ada siapa pun disana- tempat itu kosong tak berpenghuni. Dimana orang yang tadi malam sudah menerkam nya tanpa ampun hingga dirinya tumbang?


Wanita itu perlahan menggerakkan kedua kalinya, mencoba bangkit dan hendak turun dari tempat tidur. Tapi baru saja dia akan menggeser tubuhnya, ada rasa tidak nyaman diarea bawah tubuhnya.


Dia meringis, kedua matanya terpejam, bibirnya terlipat kedalam, tangannya mencengkeram selimut yang masih menutupi tubuh bagian bawahnya. Ringisan kecilnya terdengar, bahkan ingatannya kembali tertuju pada kejadian semalam.


"Demi Tuhan, hal yang gak mau gue rasain lagi di dunia ini adalah di perawanin." gumamnya dramatis.


Dia menghirup napasnya dalam, lalu menghembuskannya perlahan agar seluruh otot ditubuhnya rileks dan sedikit nyaman.


"Mana yang merawanin gue di luar ekspetasi. Kenapa bisa segede itu, di paksa udah tau gak muat, pasti robek. Perih lagi, astaga gimana gue jalan nanti? Pasti kayak pinguin." des*ahnya lagi.


Wanita itu terus saja menggerutu sendiri, dengan keyakinan yang hanya setebal kulit ari, dia mulai bangkit- tubuh telanjangnya dibiarkan terbuka begitu saja. Kedua kakinya melangkah pelan menuju kamar mandi, setelah pertempuran sengit selama dua ronde dan cukup memakan waktu serta tenaga, rasanya sekarang tubuhnya tidak lagi memiliki tulang.


Lemas Bestie

__ADS_1


"Awas aja kalo sampe gak bisa pipis!" ringisnya lagi.


Masuk kedalam kamar mandi saja butuh perjuangan, dan benar saja dia tidak berjalan dengan normal, perlahan dan sedikit mengangkang. Kalau di ibaratkan seperti pinguin tapi tidak terlalu parah, bisa di ubah nanti.


Pintu kamar mandi tertutup, dan saat itu juga pintu kamar terbuka menampilkan seorang pria bertubuh tinggi kekar bertato yang hanya memakai celana training hitam tanpa atasan.


Di tangannya ada sebuah nampan yang berisikan makanan, sepertinya sarapan untuk pagi ini.


"Princess! Honey!" panggilnya.


Kedua kaki kokohnya mendekat ke arah tempat tidur, dahinya mengerut saat melihat selimut sudah tercampakkan dilantai.


Matanya tertuju pada pintu kamar mandi, kedua telinganya bisa mendengar gemercik air dari dalam sana.


"Dia bisa berjalan? Aku kira akan tetap di tempat tidur sampai aku kembali," de*sahnya pelan.



SINGA BANGKOTAN TEPAR



**DUH BANG JANGAN BIKIN KITA NGAYAL YANG ANEH ANEH DAH.


ADEGAN NUNU NAMANYA KITA SKIP YAK HIHIHI, CUKUP LIARA LIONEL OTHOR DAN TUHAN YANG TAUπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ€£**

__ADS_1


__ADS_2