
"Bagaimana dengan pria yang bekerja sama dengan, Scar?"
Elvier menaikan sebelah alisnya saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Murad. Pria itu terlihat santai menikmati minumannya sembari mengawasi Anyelir yang tengah bermain air di kolam renang.
"Aku sudah memastikan kalau dia dan anaknya tidak bisa sebebas dulu. Dia akan mendapatkan hukuman setimpal karena sudah membuat putriku terluka, sementara anaknya- kau bisa lihat sendiri laporannya."
Murad terlihat meraih tab yang ada ditangannya, dahinya mengerut saat melihat laporan yang di berikan Gentala dan pengacara keluarga Prayoga. Pria yang pernah menjadi majikan Lionel selama beberapa pekan itu ternyata sudah mendekam didalam penjara cukup lama. Sementara bisnis kotor yang dia bangun sudah hancur berantakan, Hyena- putri semata wayangnya pun dikabarkan jarang masuk kuliah karena malu.
Entah malu karena apa? Malu karena memiliki seorang Ayah kriminal atau malu karena mengetahui kalau gadis yang sering dia hina dan rundung adalah seorang putri bangsawan dari Dubai.
"Semuanya sudah selesai, Scar pun sudah mendapatkan balasannya. Dia akan diadili, apa Tuan Besar akan menghadiri eksekusinya?"
Murad kembali meletakan tab itu dimeja, dia merasa puas melihat hukuman orang orang yang memang sepantasnya mendapat hukuman. Walaupun dia sangat menginginkan Scar mendapat hukuman di negara ini, agar lebih menyakitkan.
Pancung atau cambuk, baru setelah itu masuk kedalam bui atau pemakaman.
"Biarkan Pengacara Papa mertua ku saja yang mengaturnya, sekarang aku mau istirahat. Tolong jaga Anyelir sebelum Yasmine kembali dari dapur."
Elvier memejamkan kedua matanya, pria itu memerintahkan Murad untuk mengasuh cucu kesayangannya. Dia terlalu lelah, usia tidak dapat dibohongi, terlebih Anyelir begitu aktif hingga membuat pinggang serta pundaknya sakit.
π¦
π¦
π¦
__ADS_1
"Bagaimana?"
Liara menatap benda yang ada ditangannya, bila matanya perlahan bergerak menatap pada Lionel yang terlihat tidak sabaran.
Wanita itu menghela napasnya pelan, lalu dia memperlihatkan benda itu pada pria yang sudah menjadi suami sahnya selama beberapa pekan ini.
"Positif, artinya aku gak bisa pake gaun princess huaaaaaaa!"
Liara tiba tiba saja menangis, wanita itu berlari menuju tempat tidur dan menenggelamkan wajahnya disana. Liara tidak menyangka kalau dirinya akan hamil dengan cepat, Si Singa Tua benar benar ganas- dia kira terkaman Lionel tidak akan menghasilkan bayi Singa secepat ini, tapi ternyata.
"Honey, it's oke. Kau bisa memakainya besok, tidak perlu tiga bulan lagi. Aku akan memajukan resepsi pernikahan kita, kau bisa memakainya sebelum bayi Singa kita membesar." Lionel membujuk dengan lembut.
Tapi sepertinya Liara masih dalam mood ibu hamil jadi wanita itu sama sekali tidak mau mendengarkan bujukan suaminya. Liara makin terisak, bukan karena tidak menyukai kehamilannya, tapi karena takut kalau dirinya memakai gaun princess disney yang pas body akan menyakiti anaknya nanti.
Sudut bibir Lionel berkedut, pria itu merangkak naik keatas tempat tidur mendekat pada Liara dan mendekap wanitanya dengan erat.
"Tidak akan, kau pasti akan cantik saat memakainya nanti. Sekarang hapus air mata mu, bayi Singa kita akan sedih kalau Mommynya menangis. Dia pasti akan marah pada Daddy nya, aku takut saat menjenguknya nanti dia akan mencakar dan menendangku." kekeh Lionel.
Liara masih terisak, tapi saat mendengar ucapan Lionel yang mulai ngelantur kemana mana dia terlihat mengintip, ekor matanya memicing tajam pada pria yang tengah tersenyum tidak berdosa ke arahnya.
"Dia masih segede biji kacang ijo, gak bakalan nyakar apa lagi nendang. Lagian kalo masih kecil gak boleh di jenguk dulu, udah sama aku mau makan!"
Liara mendorong Lionel agar menjauh, wanita itu menyeka air mata serta hidungnya. Liara turun dari tempat tidur dan meninggalkan Lionel yang masih terdiam tidak berkutik.
"Mana ada, siapa yang bilang kalau aku tidak bisa menje-,"
__ADS_1
"Pokoknya gak bisa. Tunggu sampe baby Lion kuat biar bisa nyakar sama nendang Daddynya!" sela Liara cepat, dia melenggang keluar dari kamar dengan bersemangat. Mood ibu hamil memang aneh, baru saja dia menangis sekarang malah terlihat senang.
Sementara Lionel, pria itu masih mematung tidak percaya dan sudah menenggelamkan wajahnya dibantal lalu berteriak sekuat mungkin.
Dia tidak bisa seperti ini, dia tidak kuat, dia frustasi, siapa pun tolonglah si Bapak Singa yang sedang menjalani kenyataan yang menyedihkan ini.
TAMAT
**CERITA LIARA DAN BANG SIMBA UDAH HAPPY ENDING, JADI AKU TAMATIN HARI INI YA
SEMOGA KALIAN PUAS DAN GAK KECEWA SAMA ENDINGNYA
NAH KARENA BANYAK YANG VOTE GALEXIA JADI BULAN DEPAN INSYA ALLAH CERITA GALEXIA BAKALAN DI BUATIN YAπππ
BULAN DEPAN JUGA OTHOR UDAH SIAP SIAP BUAT LAHIRAN, DO'AIN LANCAR DAN SEHAT DEDE BAYI SAMA IBU NYA
MAKASIH PARA PEMBACA SETIAKU DARI AWAL DUREN SAWIT SAMPAI SEKARANG, AKU SAYANG KALIAN BANYAK BANYAK ππππ
SAMPAI JUMPA DI CERITA DINASTI DUREN SAWIT YANG LAINNYA
TUNGGU GALEXIA SI BAR BAR, URAKAN, GAK SUKA DIKEKANG, PALING BANDEL POKOKNYA ππππ
MUUUUUAAAAACCHHHHπππ**
__ADS_1