
PLAAKK! PLAAKK!
Lionel memejamkan kedua matanya saat merasakan panas dan kebas diarea punggungnya. Pria itu hanya bisa berdiri mematung, membiarkan wanita yang saat ini tidak memakai alas kaki terus saja memukulnya tanpa henti.
Bahkan sekarang sandal jepit yang dipakai sang wanita sudah melayang mengenai tubuhnya, tidak sakit- hanya panas, kebas dan membuatnya tidak ingin merasakan lagi.
Lebih dari kata sakit!
"Pokoknya Mommy gak mau tau! temuin Liara kalau enggak, jangan pernah nganggap Mommy sebagai mertua kamu. Urus menantu kamu El! di suruh ngasuh istri aja gak becus!"
Wanita yang hanya memakai piyama tidur itu melenggang pergi begitu saja, dia enggan melirik suami dan anak anaknya. Saat ini dia akan menemui Sang Papa yang tiba tiba tidak sadarkan diri setelah mengetahui kalau salah satu cucu perempuannya di culik seseorang.
Selepas kepergian wanita bar bar yang tidak kenal usia itu, suasana menjadi hening. Dua pria beda usia tengah berhadapan, satu orang masih menunduk dalam karena merasa bersalah, dan yang satunya lagi masih terlihat tenang walaupun raut wajahnya begitu datar dan dingin.
"Kau belum menemukan dimana keberadaan putriku?" pria itu mendekat pada Lionel, langkahnya pelan namun penuh intimidasi.
Perlahan Lionel mengangkat wajahnya, menatap pada pria yang dulu pernah membesarkan serta mendidiknya dengan baik.
"Aku akan menemukan Dahliara secepatnya!" sahutnya penuh keyakinan.
__ADS_1
Kedua tangannya terkepal, dia merutuk dalam hati karena tidak dapat menemukan sopir taksi yang membawa Sang Princess. Lionel berhasil menemukan mobilnya, namun dalam keadaan kosong- dia tidak menemukan siapa pun disana, hanya topi yang di pakai Liara dan sebuah kacamata.
"Aku sudah pernah mengatakan hal ini padamu, Simba. Selesaikan dulu masalahmu dengan para bajingan itu barulah kau menemui putriku! tapi kau-,"
"Mereka mengirim ancaman lewat istriku, Dad! apa aku harus diam saja?!" sergahnya.
Lionel menatap lekat pria yang sudah menjadi Ayah mertuanya sejak satu tahun yang lalu. Ya, siapa sangka kalau sebenarnya Lionel dan Liara sudah menikah tanpa sepengetahuan gadis itu.
Elvier menikahkan putri semata wayangnya dengan anak didiknya sediri satu tahun yang lalu. Lionel datang ke kediaman Albarack tanpa diketahui oleh Liara sebelum memutuskan untuk pergi menemui gadis itu di Indonesia.
Bisakah keduanya menikah tapi Liara tidak tahu tentang pernikahan itu, dan entah setuju atau tidak?
"Kau lihat Mommy mu tadi bukan? kalau kau tidak ingin lagi terkena hantaman lebih parah dari pada itu, temukan Liara secepatnya dan bawa dia tanpa kurang satu apa pun! kalau kau tidak sanggup, aku akan mengambil putriku kembali. Aku akan melupakan janji mu yang dulu, janji yang katanya akan selalu menjaganya. Aku menerima pinanganmu karena kau juga anak ku, aku lebih mempercayakan Liara padamu dari pada orang lain, jangan kecewakan aku dan istriku juga Kakak Iparmu. Terlebih orang tua yang saat ini tengah semaput didalam sana, kau bisa membuatnya collapse kalau dia tahu cucunya sudah menikah tanpa dia ketahui." Elvier menarik napasnya pelan, terlihat sangat berat dan dalam.
Pandangannya kembali terarah pada Lionel yang masih menatap tajam kearahnya.
"Lakukan sekarang! jangan pulang kalau kau belum menemukan Liara!" imbuhnya.
Elvier berlalu, pria itu meninggalkan Lionel sendiri. Membiarkan pria muda itu bertindak dengan caranya sendiri, dan benar saja setelah kepergian Elvier- Lionel segera bergerak.
__ADS_1
Pria berambut pirang panjang itu segera meraih jaket hitamnya, berjalan cepat keluar dari kediaman Gentala Prayoga. Pikirannya kian berkecamuk, Lionel tidak menyangka kalau Elvier dan Yasmine akan tahu tentang masalah ini dengan cepat.
Sepertinya salah satu mata mata Sang Sultan Dubai tidak pernah main main saat bekerja. Deru motor Lionel terdengar, kecepatannya diatas rata rata- bahkan Elvier yang sedang berada di lantai dua dapat mendengarnya dengan jelas. Pria itu berjalan mendekat pada jendela kaca, kedua matanya menatap kepergian Lionel tanpa berucap apa pun.
Tapi pria itu terlihat mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, dan mengotak atik benda itu dengan cepat.
'Ikuti Lionel!' send.
Pandangan Elvier kembali tertuju pada jendela kaca, tapi tidak lama menoleh ke arah belakang saat mendengar gumaman seseorang yang saat ini baru saja sadar.
"Kemana cucu Papa? kenapa bisa dia hilang. Ya Tuhan, kenapa cucu cucu perempuanku bernasib malang sekali, yang satu mau dinikahkan paksa oleh Bapaknya yang gak ada otak. Padahal aku berharap Delila terus saja bermain game, kalo dia nikah bertambahlah cicitku. Lihat betapa sudah tuanya aku, dan sekarang My Princess hilang di gondol orang. Memang kurang ajar, kalo sampai ketemu ku kubur dia ditambang!"
Elvier dan yang lainnya hanya terdiam, Yasmine bahkan sudah meringis dibuatnya. Dia melirik pada Elvier lewat ekor matanya, mereka berkomunikasi lewat tatapan. Yasmine tengah bertanya, bagaimana kalau sampai Papanya tahu Liara sudah menikah tanpa sepengetahuannya? apa yang akan terjadi?
Mungkinkah sang Papa akan kembali tidak sadarkan diri, atau lebih parah dari itu?
OTW NYARI BINI 🏃🏃🏃🏃
__ADS_1