Guardian Flower

Guardian Flower
Istri?


__ADS_3

Liara terus saja mengabaikan pria yang sedari tadi mengikutinya tanpa henti. Bahkan saat dirinya keluar dari area kampus dengan berjalan kaki, pria itu tidak lelah dan berkomentar apa pun.


Dan sekarang Liara tengah menikmati makan siangnya di salah satu abang abang sate yang tidak jauh dari kampus. Gadis itu sudah menghabiskan dua porsi sate ayam, tidak peduli dengan persoalan diet dan tek tek bengeknya- yang jelas Liara akan kembali menambah sampai dirinya merasa puas.


"Kau akan sakit kalau terlalu banyak makan. Kau tidak terbiasa seperti ini, Princess," pria yang tengah duduk disisinya kembali bersuara.


Satu piring sate ayam yang ada di tangan pria itu sama sekali belum tersentuh, dia sibuk menatap sang gadis yang diyakininya tengah merajuk ini.


"Mang pesen satu lagi ya, yang pedes!" seru gadis berwajah Arab kebule bulean itu.


"Oke Neng!"


Liara mengabaikan ucapan Lionel, dia menyeruput es teh manis yang dipesannya. Rasa dingin, segar dan manis sedikit mengurangi kekesalan yang ada di dalam hatinya. Walaupun rasanya belum cukup, sepertinya dia akan melampiaskan semuanya lewat sesuatu nanti.


"Princess!" suara Lionel terdengar berat dan tertahan. Pria itu terlihat menarik napasnya dalam, lalu menghembuskannya pelan dan berusaha sabar.


"Neng cowoknya khawatir tuh lihat Eneng makannya banyak, takut gak bisa bayar kali ya?" cetus seorang pria yang tidak jauh dari Liara dan Lionel.


Pria itu menatap Lionel dengan lekat, memindai penampilan sang Singa Gurun dari atas hingga bawah.


'Busret, tampilannya doang sangar masa bayarin pacarnya makan sate ayam yang seporsinya gocap aja kagak sanggup,' cetusnya dalam hati.

__ADS_1


"Iya tuh Neng, mending sini deh sama Abang. Neng mau makan segimana banyaknya juga Abang jabanin, bila perlu kita beli sama gerobaknya. Hehe tapi Neng jadi pacar Abang ya."


Bukan hanya satu orang pria yang terang terangan menggoda dan menawarkan diri pada Liara, ada sekitar lima pria tengah menatap penuh harap pada Sang Princess Albarack dengan bermodalkan sate ayam yang harganya gocapan.


Kagak modal lo semua yak!


"Neng cantek, dari pada repot repot mending sama saya aja. Sate ayamnya gratis kalo Neng mau jadi pacar saya, nih ya gerobaknya juga bisa di jadiin mas kawin kita kalo mau," kali ini si tukang sate ayam pun ikut meramaikan, bukan hanya meramaikan tapi juga memantik sesuatu yang sudah berkobar di dalam hati seorang pria.


"Huuuu ikut ikut aja lo Bang! udah jualan aja yang bener. Si Neng mah urusan kita, biar dia yang nentuin maunya sama siapa?


Astaga dragon ball anjani suherman


Liara memijat pelipisnya, dia menunduk enggak menatap ke area sekitar. Bahkan untuk melirik Lionel saja rasanya tidak berani, entah apa yang terjadi dengan wajah mantan ajudannya sekarang setelah mendengar celotehan mereka.


"Halah modal gocap doang mau macarin cewek cantek, mending gue dong modal gerob-,"


Braakk!


Semua orang tersentak kaget saat mendengar seseorang memukul meja cukup keras, bahkan Liara pun terjengkit kebelakang saking terkejutnya. Dia menoleh perlahan pada pria yang ada di sisinya, ragu tapi juga penasaran.


"Dia istri saya!" cetusnya penuh percaya diri.

__ADS_1


Kedua mata Liara mendelik, bahkan hampir keluar dari tempatnya saat mendengar ucapan Lionel yang terkesan tanpa beban.


'Enak banget ngomongnya!' sungut Liara dalam hati.


"Ini untuk membayar makanan yang istri saya makan! juga yang di makan oleh mereka, sisanya untuk kamu!"


Lionel bangkit, pria itu segera meraih tas milik Liara dan tidak lupa membawa pemiliknya juga setelah meletakan satu keping emas batangan dengan berat 10 gram, yang dia ambil dari saku celananya.


Semua orang yang ada disana saling tatap, tidak lama kedua mata mereka tertuju pada benda kuning berkilauan yang ada di atas meja kayu.


"Dia punya tambang emas kayaknya? cek cek asli kagak tuh!"


Disaat mereka sibuk dengan emas batangan yang Lionel tinggalkan, Liara sibuk melepaskan cekalan yang pria itu berikan.


Cekalannya tidak kencang, tapi entah kenapa dirinya sama sekali tidak dapat melepaskannya.


"Simba!"



DUH ISTRI CEUNAH, IYA PAK SUAMI 🏃🏃🏃

__ADS_1


__ADS_2