Guardian Flower

Guardian Flower
Tetap Bersaing


__ADS_3

"Jadi kalian berdua mau tetap di Dubai atau di Indonesia?"


Saat ini Liara dan Lionel sudah kembali ke kediaman Albarack, setelah beberapa hari menghabiskan waktu berdua di apartemen mewah yang Lionel beli. Kedatangan keduanya ke istana Albarack mendapat sambutan langsung dari Sang Sultan Dubai.


Sambutan tatapan tajam dan dingin yang terus saja Elvier tunjukan pada menantunya, sebelum Yasmine mengusap wajah suaminya kasar dan memperingati pria itu lewat lirikan matanya.


"Aku menyerahkan semuanya pada istriku, Ayah Mertua. Dimana pun aku tinggal, asalkan ada dirinya disanalah aku berada,"


Elvier bersedih pelan, kata kata manis yang keluar dari mulut Lionel membuatnya merinding. Dia tidak tahu sejak kapan bocah itu pandai merayu seperti ini, rasanya dulu setahu dia- Lionel adalah pria kaku, tidak banyak bicara hanya tindakan yang diambilnya. Tapi kenapa setelah sekian tahun mereka tidak bertemu, mantan ajudan kebanggaannya ini bersikap seperti seorang pujangga yang sedang di mabuk cinta.


Apa selama di Macau Lionel menelan banyak heroin dan morfin?


Kalau sampai benar apa yang dirinya pikirkan sekarang, lihat saja Elvier akan membongkar otak menantunya itu nanti.


"Kamu mau tinggal dimana, Sayang? Ayo bilang sama Daddy." Elvier mengabaikan ucapan Lionel, kedua mata dan senyumannya hanya tertuju pada putri kesayangannya yang sudah di curi Si Singa Tua darinya.


Keparat!

__ADS_1


"Aku mau tinggal dimana aja, asalkan sama Simba."


Jawaban yang di berikan Liara membuat baju Elvier melemas. Ternyata dia benar benar sudah kehilangan putri cantik jelita nya, Sang Princess Albarack yang selalu di pertanyakan oleh para pangeran di negara kaya ini.


Elvier terlihat merenung, entah kenapa pikirannya malah kembali ke masa lalu. Apa seperti ini rasanya saat dia mengambil Yasmine dari Gentala- Papa mertuanya dulu?


Tidak enak sekali, dirinya yang membesarkan, menyayangi, tapi pada akhirnya pria lain yang dipilih.


"Biarin Liara sama Lionel milih jalan sendiri, El. Putri kamu udah punya suami, jadi gak ada hak kamu lagi buat ngatur." cetus Yasmine tiba tiba.


Wanita itu datang bersama si centil Anyelir, bocah berusia hampir 7 tahun itu begitu ramai dengan warna. Mulai dari rambutnya yang di kurir kuda dengan kuncitan mejikuhibiniu, sampai pakaiannya yang berwarna cerah merona.


"Jiddah, aku mau main sama Pangeran Ethan nanti ya," bocah itu ikut bersuara.


Yasmine yang sedari tadi menatap suaminya kini beralih pada Anyelir yang terlihat sibuk membolak balikan boneka Barbie kesayangannya.


"Mainnya sama Jiddah aja ya, Anye kan tau pangeran Ethan gak pernah mau ngomong sama Anye kalo ketemu. Udah cari pangeran lain aja, cowok sombong sama kamu kayak gitu mah Jiddah udah eliminasi dari daftar cucu menantu idaman." cetus Yasmine, yang menanggapi celotehan cucunya.

__ADS_1


Wanita itu kembali menatap ke arah Lionel dan Elvier setelah merasa kalau Anyelir bisa ditangani. Bocah perempuan berparas cantik itu memang tidak pernah kapok saat di abaikan oleh sang pangeran kedua. Padahal Anyelir selalu berusaha ceria dan mengajak anak laki laki dari keluarga bangsawan Al Faruq itu, tapi tetap saja Sang pangeran bersikap dingin dan acuh tak acuh. Tidak seperti pangeran pertama Al Faruq, bocah yang usianya 2 tahun lebih tua dari Prince Ethan itu lebih ramah dan sedikit centil pada gadis seusianya termasuk Anyelir.


"Aku mau tinggal di apartemen aja ya, Dad. Aku sama Simba mau hidup mandiri, Daddy sama Mommy enggak keberatan kan?"


Liara menatap penuh harap pada kedua orang tuanya, walaupun dirinya sudah menjadi istri dari pria yang bernama Lionel, tapi dirinya tetap harus meminta izin dan restu kedua orang tuanya.


"Daddy sebenarnya ingin kamu dan Simba tinggal bersama kami. Tapi, ya mau bagaimana lagi- ini adalah hidup kalian sekarang. Daddy hanya berpesan, jangan lupakan Daddy- tolong lihat Daddy disini setiap waktu. Daddy pasti rindu sama kamu, Princess."


Elvier terlihat lemah, kedua matanya menatap sendu pada putri satu satunya dan itu membuat Liara ikut menangis. Wanita muda itu bangkit dan melepaskan pelukannya dari tubuh Lionel, lalu menubruk tubuh besar Daddy nya dan mendekap erat.


Keduanya saling memeluk, Liara memberikan bisikan penenang untuk Sang Daddy. Wanita itu terlihat sedih hingga tidak menyadari kalau saat ini Elvier tengah menyeringai penuh kemenangan pada Lionel, dan itu tidak lepas dari kedua mata Yasmine.


"Dasar orang tua, bisa bisanya ngajak menantu saingan." gumam Yasmine tidak percaya.


"Jiddah, ayo kita ke lumah Pangelan Ethan!"


__ADS_1


PRINCESS HEBOHπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ€£πŸ€£πŸ€£


__ADS_2