
"Simba!"
Napas Liara kian terengah, tapi Lionel sama sekali tidak menghiraukan. Pria itu melangkah cepat, dengan kedua mata terus saja memindai di setiap sudut tempat yang dilewatinya.
"Simba tangan aku sa- Aakkhh!" Liara memekik diakhir kalimatnya saat Lionel menggendongnya tanpa izin.
Pria itu semakin melebarkan langkahnya saat Liara sudah benar benar dalam posisi nyaman.
"Diam dan menurutlah! sembunyikan wajahmu!" desis Lionel.
Liara yang masih bingung hanya menatap heran, dia tidak menuruti kemauan Lionel hingga membuat pria itu segera mengambil inisiatif sendiri. Lionel mendekat pada wajah Liara, terarah pada bibir Sang Princess namun gerakannya terhenti saat Liara memilih menyembunyikan wajahnya di dada pria itu.
'ASAL NYOSOR AJA!' pekiknya dalam hati.
Sedangkan Lionel kembali menegakan kepalanya dan menatap tajam kearah depan.
"Perlu ancaman terlebih dahulu agar kau menurut, My Flower!" gumamnya.
Disaat keduanya saling diam di sepanjang langkah, tanpa Lionel dan Liara ketahui tidak jauh dari mereka seseorang tengah mengintai sedari tadi, orang itu terlihat menekan alat yang terpasang di salah satu telinganya.
"Kau benar Tuan Scar, Singa itu telah kembali dan bersama gadisnya. Aku akan melakukannya segera!"
π¦
π¦
π¦
__ADS_1
Dilain tempat seorang gadis remaja tengah mengotak atik ponselnya. Berkali kali dia menghentakkan kedua kakinya ke aspal saat nomor kontak yang dia hubungi tidak aktif.
"Ya sallam! kemana sih Kak Ara?!"
Kedua matanya memindai jalan dari kiri ke kanan dan kanan ke kiri lagi. Bahkan saking penasarannya dia sampai berjinjit menaikan benda itu ke udara, berharap kalau sambungan teleponnya akan tersambung.
Tapi sayang seribu sayang, bukannya tersambung ponsel mahal yang harganya puluhan juta rupiah itu malah dirampas oleh dua orang pencopet yang menggunakan sepeda motor.
Greep!
"HAPE GUUEEEEE!" pekiknya keras.
Jantungnya mencleos, hampir keluar dari rongga dada saat melihat kedua preman jalanan itu membawa kabur ponsel mahalnya tanpa permisi.
Dengan tenaga yang tersisa sang gadis berusaha mengejar sembari berteriak. Tapi kekuatan kaki dan mesin tidak sebanding, dia lelah. Bukan hanya lelah kakinya tapi juga suara dan tenggorokannya. Tidak ada satu orang pun yang berniat membantu, bahkan saat dirinya terduduk di jalanan- orang orang hanya melihat saja tidak berniat bertanya.
Mungkin harga ponsel itu tidak ada apa apanya untuk dia, tapi kenangan yang ada di dalamnya itu sangat berarti.
Gadis itu mengusap kedua matanya, air matanya keluar tanpa izin. Bahkan air hidungnya pun tidak mau kalah, gadis itu bangkit- kedua matanya menyorot jalanan.
Hingga tidak sengaja dia melihat sebuah mobil usang yang tidak asing dimatanya melaju dari arah berlawanan.
"Mas Samson," gumamnya.
C*uk di lantik, pucuk di cinta ulam pun tiba.
Bodo amat salah sebut nama yang penting dia mendapatkan sesuatu yang bisa membantunya sekarang.
__ADS_1
Semoga saja
Delila merentangkan kedua tangannya, berdiri tepat di tengah jalan guna menghadang mobil usang yang dulu pernah dia naiki.
Hanya pemiliknya saja yang belum pernah dia naiki, eh!
CCIIIITTTTT!
Suara decitan ban bergesekan dengan aspal tidak dapat di hindari. Delila sudah memejamkan kedua matanya saat bodi mobil itu kian mendekat, dan berhenti di jarak yang cukup dekat darinya.
Sang pengendara mengumpat kasar, bahkan segera keluar hendak memberikan perhitungan pada orang gila yang menghadang laju mobilnya.
"LO GILA YA?! KALO LO MAU MATI JANGAN DI DEPAN MOBIL-,"
"Iya aku gila! tapi gila sama marah marahnya pending dulu ya. Mas Samson bantuin Delila ngejar copet dulu ya, ya ya ya please, ini antara hidup dan mati pokok ya Mas Samson harus bantuin De-,"
"MAASSSSS! KENAPA PERGI? AKU BELUM SELESAI NGOMONGNYA!" pekik Delila keras saat melihat pria berkulit eksotis dan berwajah judes itu berbalik dan meninggalkannya begitu saja.
OKE VOTE BUAT VISUAL MAS SAMSON EH MAS BARON
CRISH LAURENT
TYLOR LAUTNER
__ADS_1
SOALNYA MAU DIGARAP HEHE, MAK DUREN UDAH PUYENG NYARI KALO PADA SETUJU DIANTARA MEREKA KOMEN AJA YA DI NAMANYAπππ