Guardian Flower

Guardian Flower
Mulai Menggoda


__ADS_3

Liara masih terus memberontak dibawah kukungan pria yang tengah menyeringai kecil diatas tubuhnya, sumpah demi apa pun saat ini ingin sekali rasanya Liara menendang dan memukul wajah pria yang sudah melepaskan penutup wajahnya.


Seringai itu terlihat menjengkelkan dikedua matanya sekarang. Kalau pada awalnya Liara ingin sekali menangis dan berharap pria ini datang, kini malah kebalikannya- dia ingin Lionel enyah dari sini terlebih dari tubuhnya.


"Kalo Daddy sampai tau, kamu bisa di sun-,"


"Walaupun Tuan Besar tahu, beliau tidak bisa melakukan apa pun, Princess. Daddy mu pasti mengerti dan mungkin akan memilih untuk pergi saat melihat kita seperti ini," sela Lionel cepat.


Satu tangannya terlepas dari pergelangan tangan Liara, menyatukannya di atas kepala Sang Princess- kemudian perlahan dan begitu lembut Lionel menyusuri lekuk wajah gadis yang tengah melotot horor padanya.


"Aku baru tau kalau seorang Lionel Alkafi adalah cowok kurang ajar dan gak sopan sama cewek, mencari kesempatan di tengah ketidakberdayaan. Padahal setahu aku dulu dia gak berani megang apa lagi nyentuh tanpa izin." sindiran yang Liara lontarkan cukup bisa menghentikan gerakan jari jemari panjang Lionel yang mulai turun ke area leher Liara.


Tatapan yang tadinya terus saja tertuju pada satu titik, kini perlahan terangkat dan terarah pada kedua netra milik Sang Bunga Albarack. Bukannya tersinggung, Lionel justru menyunggingkan senyumannya- bahkan tanpa izin dia menyandarkan pipinya di dada terbuka milik Liara hingga membuat gadis itu semakin tercengang.


Bagaimana Liara tidak tercengang, kalau Lionel menempel diantara dua bukit gurun yang begitu menantang, walaupun jauh dari kata besar tapi benda itu masih memiliki ukuran.


"Simba, menjauh atau aku akan-,"


"Apa salahnya memeluk istriku sendiri, makhluk mana yang akan melarangnya. Aku hanya ingin tidur, tidak berbuat macam macam- kenapa kau terlihat seperti-,"

__ADS_1


"KAMU NIDURIN TE*TEK AKU SINGA BANGKOTAN! INI NAMANYA PELECEH- ,"


Tok


Tok


Tok


Pekikan Liara dan rontaannya reflek terhenti saat pintu kamar ini di ketuk cukup keras. Kedua matanya terarah pada Lionel yang sudah menjauh dari area bukitnya, pria itu belum melakukan apa pun tetap diam ditempatnya.


Saking shocknya, Liara sampai lupa atau bahkan tidak menyadari ucapan yang Lionel lontarkan tadi.


Istriku!


"Tetap tenang, jangan mengambil tindakan apa pun sebelum aku memintanya."


Liara yang tidak tahu harus berbuat apa, hanya bisa mengangguk. Dia menelan salivanya berulang kali, dadanya sedikit lega saat Lionel menjauh dari tubuhnya. Bukan hanya berat, tapi juga sesak karena posisi mereka yang begitu sangat intim.


Terlebih kedua kakinya yang mengang*kang karena ulah Lionel, itu semakin membuat wajah Liara memerah.

__ADS_1


"Itu pasti orang yang-,"


"Ssttt- tenang, sekarang diamlah di sini, pasang wajahmu semanis mungkin karena ada hal yang harus kau lakukan sekarang, Princess. Jadi dengarkan dan menurutlah agar kita bisa segera keluar dari tempat ini."


Lagi lagi Liara mengangguk, jantungnya kembali berdetak saat Lionel kembali mendekat pada wajahnya, dan berakhir diantara salah satu telinganya, pria itu berbisik.


Sementara diluar kamar, Salim asli terlihat murka pada penjaga yang membawanya. Pria bertubuh tinggi itu hendak mendobrak pintu kamar yang di tempatinya, tapi dihalangi oleh sang penjaga.


"APA MAKSUDMU?! GADIS YANG MANA, AKU TIDAK PERNAH MEMBELI GADIS LELALANG!" teriaknya lagi.


"Tapi anda baru saja-,"


"BUKA PINTUNYA AKU INGIN MASUK SIALAN!"


Penjaga itu tersentak, dia reflek mengangguk dan segera mendekat ke arah pintu lalu membukanya menggunakan kunci cadangan. Sang Penjaga rupanya tidak ingin mengambil resiko dirinya dihajar oleh pria berdarah timur tengah ini, porsi tubuh keduanya yang berbeda saja sudah membuat bergidik.


"Silahkan Tuan Sal-,"


"Aakkhh kau terlalu lama!" hadriknya.

__ADS_1



HAYOLOH ONTA ARAB ASLI DATANG 🏃🏃🏃


__ADS_2