
Luka tusuk yang ada di dada Lionel mulai membaik, pria itu semakin bersikap manja pada Liara- dia tidak peduli walaupun ada Elvier dan Yasmine bahkan orang lain sekalipun.
Saat ini pria berambut ikal itu terus saja memeluk Liara tanpa mau melepaskannya, saat makan siang pun Lionel enggan melepaskan dekapannya. Liara sampai mendelik di buatnya, bahkan saat ada perawat yang mengganti infus Lionel sama sekali enggan menjauh dari Liara.
Sepertinya pria itu benar benar memafaatkan situasi yang sedang terjadi. Terlebih saat ini Yasmine- Ibu mertuanya terlihat begitu bahagia kala melihat interaksinya dengan Liara. Walaupun pria bertubuh tinggi yang ada didekat wanita berwajah khas Asia itu terlihat datar, kaku, penuh perhitungan serta dendam membara.
Pria itu sama sekali tidak menampilkan wajah bahagianya seperti yang tengah ditampilkan sang ibu mertua.
"Kalau ada apa apa panggil kami. Lukanya juga sudah kering, mungkin besok atau nanti malam Tuan Lionel bisa pulang."
Liara hanya mengangguk, dia tersenyum tipis dan menghela napas pelan. Ekor matanya masih melirik ke arah Lionel yang tengah memejamkan kedua matanya dengan tenang, Liara sempat heran kenapa Mommy dan Daddy nya tidak protes saat Lionel terus saja menempel bagaikan lintah padanya.
Ternyata benar apa yang selama ini Lionel katakan, mereka sudah menikah dan itu terjadi satu tahun yang lalu, tanpa di ketahui olehnya. Alasan Elvier menikahnya dengan Lionel adalah karena Sang Sultan Dubai tahu serta paham bagaimana watak, sifaf, sikap serta perlakukan si Singa Tua itu pada putrinya.
Ya walaupun sebenarnya Lionel yang pertama kali meminta Liara padanya dan langsung meminta izin untuk menikahinya secara agama tanpa sepengetahuan Sang Princess.
Lionel yang tahu keberadaan dan keadaan Liara saat itu dimana, tengah apa dan dengan siapa, memilih jalan aman agar tidak didahului oleh pejantan lain.
__ADS_1
"Kalo gitu, Mommy sama Daddy pulang dulu ya. Kalo Simba pulang nanti malam kamu kabarin Mommy ya, Sayang." Yasmine bangkit, dia memberi kode pada Elvier agar segera bangun dan mengikutinya.
"Iya, Mom!" sahut Liara.
Senyuman Yasmine masih terpatri saat menatap putri serta menantunya, tapi perlahan senyumannya memudar kala melirik ke arah Elvier.
"El? kamu mau pulang sama aku atau-,"
"Mine, kau mau membiarkan mereka berduaan disini? mereka bisa-,"
Bibir Elvier mengatup, pria itu menghela napas pelan saat melihat wajah datar yang tengah Yasmine tampilkan saat ini. Wanita itu menatap suaminya tanpa berkedip, terlihat memperingati pria itu lewat tatapannya.
Yasmine tersenyum lebar, dia meraih lengan Elvier dan menarik pria itu agar beranjak dari duduknya. Terlihat sekali kalau pria bertubuh besar tinggi itu enggan pergi dari sana, ekor matanya terlihat tidak rela saat harus meninggalkan putri kesayangannya dan satu satunya itu harus berada didalam cengkeraman Singa Tua yang tengah kelaparan.
Elvier tahu kalau saat ini Lionel tengah mengincar putri kecil cantik imut menggemaskannya.
'Maafkan Daddy, Sayang'
__ADS_1
Elvier meringis dalam hati saat kedua kakinya terasa berat untuk meninggalkan keduanya disini. Ekor matanya melirik ke arah Lionel yang terlihat menyeringai kecil saat melihat kepergiannya, bahkan dengan kurang ajarnya pria berambut ikal pirang itu semakin mengeratkan dekapannya pada Liara.
Dia kian merapat, bahkan menyerukan wajahnya di dada gadis yang sudah menjadi kekasih halalnya di mata Tuhan. Dan sekarang dirinya tidak sabar untuk segera meresmikan hubungan mereka berdua setelah keluar dari rumah sakit.
"Simba, aku gak bisa napas!" protesnya.
Bibir Liara mencebik, gadis itu menjauhkan wajah Lionel dari dadanya dan menatap tajam ke arah pria yang saat ini tengah tersenyum tipis padanya.
Dasar Singa Bangkotan mesum!
"Kenapa semakin besar? rasanya saat aku menidurinya dulu belum sebesar ini, apa mereka berkem-,"
Plak!
Tanpa ragu Liara menepuk bibir Lionel yang berisik, gadis itu dengan sengaja semakin menenggelamkan wajah Lionel di dadanya membuat Sang Singa sedikit kelabakan.
__ADS_1
TIDURIN ABANG DONG SAYANG😘😘😘