Guardian Flower

Guardian Flower
Karma Mertua


__ADS_3

Lionel terlihat tenang saat Elvier terus saja menatap sinis ke arahnya, Ayah mertuanya itu seakan masih tidak rela saat melihat Dahliara memperlakukannya secara istimewa. Seperti sekarang ini, Liara sedang menyuapinya makan, karena jadwal minum obatnya sudah tiba.


Sang Sultan bersedih kecil saat melihat menantunya itu memamerkannya tanpa sungkan. Sedangkan para anggota keluarga lainnya terlihat abai, termasuk Yasmine. Bahkan Gentala pun hanya diam, pria tua itu tidak bisa mengatakan dan melakukan apa pun- saat dia tahu kalau Liara sudah dinikahi oleh pria bertato yang saat ini tengah bermanja pada cucunya.


Kedua cucu perempuannya sudah souldout, dan itu semua gara gara anak serta menantunya yang dengan seenaknya menikahkan mereka berdua tanpa sepengetahuannya.


Kalau saja dirinya tahu, mungkin Gentala akan melempari keduanya dengan sandal atau bahkan menghadiahi nya dengan pukulan brutal. Tapi kembali lagi, kalau pun dia melakukan hal itu apa status yang dimiliki para cucu kesayangannya itu akan berubah?


Jawabannya tidak! Jadi sekarang dia hanya bisa berharap kalau pernikahan kedua cucu perempuannya yang tanpa dia ketahui itu bahagia.


"Kalian emang gak ada otak ya! Gak Davyn gak kamu Elvier, sama sama mau bikin Papa cepet mati kayaknya. Cucu cucu Papa kalian nikahkan tanpa Papa sama Mama kalian tahu, emang mantu sama anak durhaka kalian ya!" Gentala yang sejak tadi menikmati makanannya kini mulai angkat bicara, pria tua itu meneguk air putihnya hingga tak tersisa.


Dadanya naik turun, kaos kebesaran serta sarung gajah jongkok yang di pakai Gentala terasa sesak. Kalau saja disana cuma ada Tiur, mungkin sejak tadi dia sudah membukanya dan hanya menyisakan kolor bergambar kartun Jepang. Si mantan biaya darat itu terlihat menghela napas dalam, dia menyandarkan tubuhnya di kursi sembari melirik sinis pada Elvier.


"Pa, udah dong gak usah di bahas. Udah terlanjur juga, sekarang biarin mereka-,"


"Gak bisa gitu dong! Suami kamu emang kebangetan ya. Dulu bawa kabur anak perempuan Papa seenaknya, nikahin dia kayak tukang ekspedisi kilat banget, sekarang nikahin cucu Papa juga enggak ngasih tau. Kamu anggap Papa ini apa?" Gentala menepuk dadanya dramatis, bahkan Tidur yang sedari tadi hanya diam memperhatikan mulai berangsur mendekat pada suaminya.


Wanita yang usianya sudah tidak lagi muda itu menepuk punggung Gentala, menenangkan dan memperingati suaminya agar tidak lepas kendali dan berujung migran.


"Maaf, Pa. Lain kali aku akan memberitahu Papa kalau akan menikahkan anakku." cetus Elvier santai.


Pria itu kembali menikmati makanannya, sementara Yasmine yang mendengarnya terlihat mendelik, kedua matanya nyaris keluar.


Lain kali? Maksud Elvier apa? Jangan bilang kalau pria itu akan menambah produksi anak lagi, dengannya?


"Jadi Delila juga udah nikah?" akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari bibir Liara.

__ADS_1


Dia baru saja bisa menangkap apa yang dimaksud oleh Gentala. Liara menatap Grandpa dan kedua orang tuanya, mencari jawaban pasti untuk pertanyaannya tadi.


"Iya, sepupu kamu udah nikah. Emang sedeng Om kamu tuh, sama kayak Daddy kamu. Kalau bisa Grandpa tuker tambah mereka ke rumah sakit!" ucap Gentala gemas.


Pria tua itu bangkit, dia menaikan sedikit sarungnya saat melangkah dan berjalan menjauh dari meja makan.


"Kalo suami kamu udah selesai makannya, suruh ke ruang tipi. Papa mau di pijitin sama dia!"


Elvier hampir saja tersedak minumnya saat mendengar seruan Ayah mertuanya, pria itu melirik ke arah Yasmine- kedua matanya membulat menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Yasmine yang masih menikmati makan malamnya terlihat abai, dia malah terlihat puas kalau melihat wajah bingung suaminya.


'Karma kan, makanya jangan kejam sama menantu. Di kerjain mertua sendiri kan jadinya,' sorot mata Yasmine mengatakan itu pada Elvier sekarang.


🦁


🦁


🦁


Dan itu juga ditentang oleh Elvier, tapi saat Yasmine mengatakan ' Mereka yang tidur satu ranjang, atau kita yang pisah ranjang?'


Seketika Elvier menurut, dia tidak mau melepaskan pelukannya pada Yasmine bahkan saat mereka sampai di kamar.


Dan sekarang kita kembali pada Liara dan Lionel, saat ini Liara tengah memeluk tubuh setengah telanjang Lionel dan bersandar di dada bertato pria itu.


Sehabis mengganti perban, Lionel sengaja tidak memakai pakaiannya lagi. Tubuhnya sedikit gerah, bahkan semakin gerah saat Liara terus saja menempel padanya. Tapi itu bukan masalah, dia justru senang karena sekarang dirinya tidak lagi harus bersembunyi saat menemani tidur gadisnya.

__ADS_1


Kalau dulu Lionel sering menjadi siluman laba laba dan cicak saat mengunjungi Liara, kini dirinya tidak lagi harus bersusah payah memanjat dinding dan berakhir dilantai 3 rumah ini.


"Kapan kita ke Dubai?" tanya Liara pelan.


Gadis itu mendongak, kedua mata satunya menatap Lionel dalam. Bahkan tangannya sudah bergerilya nakal mengikuti garis gambar yang ada di dada Lionel.


"Dua hari lagi. Kenapa apa kau tidak sabar untuk membuat bayi Singa kita yang lu- AAAAKKHH!"


Lionel memekik tertahan saat merasakan cubitan diarea dadanya, lebih tepatnya di area pu*ting kecil miliknya yang di cubit oleh Liara tanpa perasaan.


"Aku mau tidur! Jangan ganggu, awas aja ya kalo ganggu!"


Liara melepaskan dekapannya, dia berbalik memunggungi Lionel. Menarik selimut tebal miliknya agar menutupi sebagian tubuhnya, Lionel yang melihat itu hanya bisa menghela napas pelan.


Tapi helaan napasnya tertahan saat dia merasakan kecupan secara tiba tiba yang dilayangkan oleh Liara tepat di bibirnya.


Kapan gadis itu berbalik?


"Udah, tidur!" ucap Liara lagi sebelum benar benar terlelap dan meninggalkan Lionel ke alam mimpi.



BAYANGIN BANG SIMBA LAGI DENGERIN CURHATAN BINIKNYA SEBELUM TIDUR 🙈🙈



BUKANNYA TIDUR AUTO DI TERKAM SI LIARA 🦁🦁🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2