Guardian Flower

Guardian Flower
Didalam Derasnya Hujan


__ADS_3

Hujan makin mengguyur deras, Liara terus saja menatap khawatir ke arah luar rumah. Gadis berambut panjang itu menatap kaca yang berembun, angin malam lumayan kencang membuat Liara semakin mengeratkan sweater yang membalut tubuhnya.


Entah sudah berapa kali Liara menghela napasnya, kedua matanya terlihat begitu khawatir- ada rasa ingin keluar dari rumah besar itu namun Liara juga ragu. Dia takut kalau Gentala dan orang orang yang ada di rumah ini curiga.


"Dia masih di luar apa udah pergi ya?" gumamnya.


Gadis itu mengigit ujung ponselnya, sudah berkali kali Liara mengirim pesan dan panggilan pada Lionel, tapi nomor pria itu tidak kunjung aktif.


Dengan kesal Liara menghentakan kedua kakinya, dia berbalik menjauhi jendela kaca dan bergegas kembali ke kamarnya. Hatinya masih tidak karuan, pikirannya terus saja tertuju pada pria yang saat ini masih tidak tahu sedang apa dan dimana.


Sementara di luar sana seorang pria terlihat berjalan cepat menembus derasnya hujan. Pria itu basah kuyup, tidak ada lagi kain kering yang menempel di tubuhnya. Hoodie hitam yang dipakainya tidak dapat membuat tubuhnya hangat, kain itu sudah basah kuyup hingga serat yang terdalam.


Dia mendekat pada sebuah motor yang terparkir apik diarea tertutup dan tidak terlihat oleh siapa pun. Dengan cepat pria itu menaiki kuda besinya dan melaju cepat memecah derasnya hujan. Dinginnya udara dan pekatnya malam tidak membuat laju motornya melambat, tubuhnya sedikit menggigil namun dia terus saja menembus jalanan ibu kota tanpa ragu.

__ADS_1


Hujan deras pun masih melanda di bagian lain. Didalam sebuah bengkel seorang gadis tengah menghangatkan tubuhnya di dekat api unggun, bibirnya bergetar karena kedinginan. Walaupun ada api yang cukup menghangatkan, tapi tetap saja pakaian yang melekat di tubuhnya belum kering sepenuhnya.


"Hachim!" berkali kali gadis itu bersin.


Sepertinya flu mulai menyerang, dan dia yakin malam ini tubuhnya akan sedikit demam atau bahkan lebih dari itu. Sang gadis menopang dagu, matanya menatap lurus ke arah api yang bergoyang diterpa angin. Dia mulai merasa bosan, helaan napasnya kembali terdengar- perlahan bola matanya bergulir melirik pria yang tengah mengotak atik motor maticnya yang mati.


Mata itu terus saja memindai raga pria yang hanya memakai kaos tanpa lengan dan celana jeans usang. Dahi sang gadis mengernyit, dia merasa heran kenapa pria yang pelit bicara itu sama sekali tidak kedinginan? apa kulit eksotis dan sexynya itu terbuat dari kulit gajah.


Kalau tadi Delila tidak dapat melihat otot lengan dan bahu sang pria karena terbalut jaket, kini kedua matanya bisa melihat betapa besarnya otot lengan yang terbalut kulit coklat eksotis yang sangat menggoda untuk di raba, jangan lupakan bahu kekar yang terlihat mengkilap saat diterpa api dan cahaya lampu.


Oh my good!


Delila menggelengkan kepalanya berkali kali, dia mengenyahkan pikiran kotor yang tiba tiba saja datang tanpa di undang. Sepertinya ini efek dari masuk angin yang dia alami sekarang.

__ADS_1


Tapi sialnya lagi lagi Delila tidak dapat mengontrol kedua matanya. Kenapa pria itu terlihat begitu menggoda? demi apa pun Delila yang biasanya tidak peduli dengan pria mana pun entah mengapa sekarang terlihat seperti cacing kepanasan karena terbakar oleh pesona seorang Kang Derek yang bernama Baron.


"Delila sadar Delila. Kali aja dia lakik orang, jangan begitu kenapa sih! bikin malu aja. Nih juga mata gak tau diri, terus aja pinginnya liatin- gue butuh air buat cuci muka!" Delila terus saja mengoceh sendiri, sangat pelan- bahkan hanya dirinya sendiri yang bisa mendengarnya.


Disaat Delila berusaha menghindar, pria itu justru terlihat melirik ke arah sang gadis yang berusaha memejamkan kedua matanya demi bisa menjaga kewarasan otak serta hatinya yang mulai tidak karuan.



BANG SIMBA LAGI KURSUS JADI SUAMI SERBA BISA 😂😂



ENTAH AKU MASIH BINGUNG NYARI VISUAL BUAT KARAKTER BARON, DIA SALAH SATU KANDIDAT, GAK TERLALU BULE MUKANYA MASIH KAYAK ORANG INDONESIA KULITNYA WOW DAN MUKANYA JUDES TAPI GANTENG 🏃🏃 GIMANA MENURUT KALIAN KOMEN AJA YA

__ADS_1


__ADS_2