Guardian Flower

Guardian Flower
Satu Satunya Yang Berharga


__ADS_3

Liara turun dari motor dengan jantung yang berdebar hebat, kedua lututnya lemas- kepalanya terasa berat dan sakit. Dengan kasar dia membuka helm full face yang membebaninya sejak tadi.


Helaan napas kasarnya terdengar saat beban itu sudah tidak lagi dia rasakan, tapi denyutan dan pegal di lehernya masih terasa.


"Kita dimana? mau ngapain kesini?"


Liara tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya, kedua matanya mengedar liar menatap bangunan tinggi yang ada dihadapannya saat ini.


Sebuah unit apartemen


Tidak terlihat mewah tapi Liara yakin biaya sewa atau pun belinya tidaklah murah. Apa yang akan dia dan Lionel lakukan di tempat ini? jangan jangan Singa Tua itu mau berbuat hal yang bisa membuat-


"Ayo!" Lionel enggan menjawab pertanyaan yang Liara lontarkan. Justru pria itu segera menarik salah satu tangan Sang Princess, keduanya berjalan cepat menuju loby. Terlihat sepi, Liara bahkan harus mengusap pundaknya saat kedua kakinya mulai memasuki area lift.


Seperti bangunan angker


"Kita mau ngapain sih kesini? kenapa enggak pulang ke rumah Grandpa aja? jangan bilang kalau kamu mau ma-,"


Ucapan Liara terputus kala Lionel mengurungnya di sudut lift saat pintu besi itu mulai tertutup. Kedua mata Liara membola, dengan sebisa mungkin dia menahan Lionel agar tetap pada posisi aman.


"Kamu mau ngapain sih, jangan deket deket kita gak muh-,"


"Sstttt- jangan berisik. Diam dan menurutlah Princess, kau sudah melihatnya kan tadi bagaimana orang orang itu ingin mencelakai mu. Jadi aku harap mulai sekarang kau harus menurunkan egomu itu, jangan biarkan mereka melukaimu. Jangan pernah menolak saat aku di dekatmu, ini demi kebaikan-,"

__ADS_1


"Kebaikan apa? kenapa orang orang itu mau nyelakain aku? aku gak kenal sama mereka, terus kenapa mereka mau bikin aku celaka?" Liara memberontak, dia masih belum mengerti kenapa kedua pria asing yang dia lihat di toilet kampus itu ingin mencelakainya?


Ada masalah apa?


Apa mereka menaruh dendam pada orang tuanya, atau keluarganya hingga melampiaskan semua amarah mereka kepadanya? haruskah dia bertanya pada Daddynya atau Grandpa Gentala?


"Aku harus ngomong sama Daddy. Dia harus tau kalau ada orang yang mau-,"


"Daddy mu tidak akan tahu masalah ini, Princess!" sela Lionel cepat.


Pria itu terlihat gemas kala Liara masih belum menuruti ucapannya. Lionel mengusap wajahnya kasar, pria itu menjauh dari Liara dan memilih untuk menyandarkan tubuhnya di dinding lift.


Ting!


"Maksud kamu apa? kenapa Daddy gak bakalan tau? aku yakin kalau Daddy pasti tau siapa orang orang itu, kenapa mereka ingin aku celaka, terus masalah utamanya dimana." Liara kembali mengoceh, ekor matanya menatap tajam pada pria yang tengah berjalan di belakangnya.


Rasa jengkelnya semakin menjadi kala Lionel malah memilih diam. Pria itu tidak mengeluarkan suara sedikit pun, Lionel terlihat lebih menikmati ocehan sang Bunga Albarack.


"Kenapa kamu diam aja?!"


Langkah Liara terhenti, gadis itu berbalik menghadap Lionel dan menatap tajam pria yang masih tenang dalam diamnya.


Helaan napas kasar Lionel terdengar, pria itu membalas tatapan Liara dengan lekat, perlahan kedua kaki kokohnya melangkah mendekat pada Liara tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Karena itu bukan berasal dari Daddy mu atau pun dari keluarga mu. Semua ini berasal dari ku Princess, mereka mengincar mu karena-," ada rasa ragu mulai menyelimuti hati Lionel saat hendak mengatakan hal yang sudah berada di ujung lidahnya.


Pria itu mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia mencoba menghindar dari kedua mata Liara yang menuntut.


"Karena apa? kenapa bisa berasal dari kamu? memangnya apa yang udah kamu lakuin, kenapa mereka ngincar aku? tolong jelasin sam aku! kamu jangan diam aja dong Simba!"


Liara mulai kesal, dia mendekat pada mantan ajudannya dan memberikan pukulan keras di bagian dada Lionel.


"Ayo! kenapa diam?! jawab, kenapa mereka bisa ngincar aku, karena hal a-,"


"Karena kau satu satunya orang yang berharga dalam hidupku. Aku sudah berusaha menghilangkan jejak mu, tapi ternyata mereka berhasil menemukannya dan mencari tahu apa yang bisa mereka dapatkan saat kau terluka nanti, yaitu kehancuranku."


Kedua mata Liara mengerjab pelan, tangannya yang sudah siap memukul Lionel melayang di udara. Dia masih mencerna setiap kata yang pria itu lontarkan.


' Apa katanya tadi, satu satunya orang yang berharga dalam hidupku.?' gadis itu membatin dan membeo dalam hati.



BANG SIMBA MODE INSYAFπŸ˜‚πŸ˜‚



OTEWE MELEHOI ENENG BANG 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2