Guardian Flower

Guardian Flower
Kecolongan


__ADS_3

"Simba, kamu mau bawa aku kemana lagi sih?"


Liara terus saja menggerutu, wanita yang sudah berganti pakaian itu terlihat tidak bersemangat saat Lionel membawanya keluar dari kamar hotel.


Saat ini keduanya tengah menyusuri lorong hotel, penampilan Liara terlihat berubah. Saat ini Sang Princess terlihat seperti seorang pria, dia memakai hoodie hitam, celana jeans hitam, topi putih dan sepatu kets hitam, tidak lupa kacamata hitam juga menghiasi wajahnya.


Liara terlihat sangat misterius, sementara pria yang saat ini menggandengnya masih berpenampilan normal dan tidak mencolok sama sekali.


"Kau akan tahu nanti, ayo!"


Langkah Liara terseret, dia kembali mendengus kala Lionel menarik tubuhnya masuk kedalam lift, keduanya saat ini saling berjauhan- Liara menggeser tubuhnya ke arah pojok. Dia mengalihkan wajahnya pada tembok, Liara enggan menatap Lionel yang tengah menatapnya lekat sembari melipat kedua tangannya di dada.


"Apa liat liat?!" ketusnya.


Lirikan mata Liara begitu tajam, gadis itu menatap tidak suka pada pria yang ada dihadapannya saat ini. Posisi mereka berdua yang tidak terhalang apa pun membuat Lionel bebas melakukan apa pun.


Perlahan pria itu maju, kedua matanya memyorot dalam pemilik wajah masam yang tengah menatap waspada padanya.


"Apa?! jangan macem macem ya! aku bisa aja nendang-,"

__ADS_1


Grep!


Sebelum Liara melayangkan satu kakinya pada Lionel, pria itu terlebih dahulu menangkap salah satu kaki nakal Sang Princess. Sudut bibir Lionel terangkat, dengan pelan dia menariknya hingga tubuh Liara berada di dalam kuasanya sekarang.


"Kalau kau menyakitinya lagi, kau akan menyesal nanti. Apa kau tahu Princess, dia itu adalah masa depan untuk-,"


"Ngomong lagi aku pukul nih!" ancamnya. Liara sudah mengepalkan salah satu tangannya dan siap menghantam wajah Lionel. Rona merah muda menghiasi wajah cantiknya, dari balik kaca mata hitam itu Liara menahan malu yang amat sangat.


Kenapa Singa Tua ini malah bicara hal seperti itu pada gadis perawan sepertinya? dasar tidak tahu malu!


Lionel hanya tersenyum, dia melepaskan cekalannya dan membiarkan Liara kembali ke tempatnya. Wajah gadis itu masih masam dan tidak enak dilihat.


Akhirnya lift terbuka, dengan kesal Liara buru buru keluar dan melangkah cepat meninggalkan Lionel di belakangnya. Hooddie kebesaran yang dia pakai mengalihkan antensi para pengunjung hotel, mereka menatap aneh dan ada pula yang tertawa geli di buatnya.


Liara terlihat seperti bocah, dan tenggelam didalam pakaian yang di pakainya. Di belakangnya Lionel hanya diam memperhatikan, jarak mereka tidak cukup jauh- pria itu bahkan bisa menyusul Liara dengan dua kali melangkah kalau mau.


Tapi karena Liara sedang dalam masa bad mood, Lionel membiarkan gadis itu melampiaskan kekesalannya sekarang, entah pada apa yang jelas kalau dirinya mendekat pasti dia lah yang akan menjadi sasarannya.


Keduanya keluar dari loby hotel, mata Liara mengedar- dia menatap kearah jalanan. Napasnya terengah, dadanya naik turun, sepertinya rasa kesal yang ada didalam hatinya belum kunjung mereda. Gadis itu melambaikan satu tangannya saat melihat sebuah taksi yang mendekat.

__ADS_1


Masa bodoh dengan Lionel, gadis itu yakin kalau Lionel akan melangkah cepat dan menyusulnya masuk. Liara sudah duduk anteng dikursi, kedua matanya menatap lurus ke arah depan- terlihat lebih tenang, tapi ketenangan itu hanya datang sesaat. Dia kembali panik kala taksi yang dinaikinya tiba tiba berjalan sebelum Lionel masuk.


"LOH PAK, PACAR SAYA BELOM MASUK!" pekiknya panik.


Liara berusaha membuka pintu mobil, tapi sayangnya semua pintu terkunci. Kepanikannya semakin menjadi saat kedua matanya melirik ke arah spion dalam mobil, Liara melihat sang sopir meneyringai lalu tidak lama dia merasakan sesuatu masuk kedalam hidungnya dan membuatnya mengantuk.


"Selamat tidur Princess, jangan berisik selama aku membawamu!"


Sopir taksi itu semakin melebarkan seringainya, dia melajukan taksi makin cepat. Sedangkan di tempat tadi Lionel tengah panik, kedua matanya menyorot orang orang yang baru saja datang sembari menunduk.


"Kejar taksi sekarang! kalau sampai tidak berhasil Tuan Besar akan menggantungku dan kalian akan ku tenggelamkan didermaga!"


"SEKARANG!" teriaknya lagi.


Lionel membanting salah satu helm yang di bawa oleh orang orang yang menunduk di hadapannya, dengan cepat dia menaiki motor sport yang dibawa oleh mereka. Jantung pria itu menggila, dia berkali kali mengumpat dalam hati dan sudah ingin melakukan hal yang tidak mungkin dia lakukan disini.


"Kalau mereka berani melukai kelopak mu, aku tidak akan segan segan meletupkan kepala mereka secara bersamaan!" desisnya.


__ADS_1


BANG SIMBA PANIK


__ADS_2