Guardian Flower

Guardian Flower
Pria Licik


__ADS_3

Kedua mata tajam Lionel menatap Scar tenang, bola matanya terus saja memindai setiap pergerakan yang Scar lakukan.


Pria yang sudah melepaskan topi koboi serta pakaiannya itu terlihat sudah sangat siap beradu fisik dengan Lionel. Tidak ada senjata, tidak ada keroyokan, hanya tangan kosong dan segala kemampuan yang di miliki masing masing.


Pertarungan bebas, bisa memakai bela diri apa pun kecuali senjata- mau itu senjata apa atau pun senjata tajam.


"Ayo bertarung denganku, aku ingin lihat seberapa lihainya dirimu, Hunter!"


Scar sudah mengambil kuda kuda, dia bersiap melawan Lionel yang masih terlihat tenang. Bahkan Singa Tua itu masih sempat melirik ke arah Elvier yang tengah duduk diatas sekoci bersama beberapa bawahannya. Pria tua itu menopang dagunya santai, dia bahkan mengangkat satu tangannya untuk mempersilahkan menantunya bertarung.


Lionel berdecak dalam hati, dia tidak menyangka kalau Ayah mertuanya akan mengumpankan dirinya pada pria berwajah pas pasan ini.


'Lihat saja kalau kita sudah kembali, aku akan membawa Liara pergi jauh darinya!' gumam Lionel didalam hati.


Pria berambut pirang sedikit gondrong dan ikal itu terlihat kembali menatap pada lawannya. Kali ini Lionel terlihat serius, dia juga mengambil gerakan yang menunjukan kalau dirinya sudah siap beradu fisik.


Terlihat sangat tidak sabaran, Scar menyerang terlebih dahulu- pria itu memberikan tendangan serta pukulan telak namun sayang selalu berhasil dihalau oleh Lionel dan berakhir gagal.


Berkali kali Scar menyerang, tapi serangannya masih bisa terbaca oleh Lionel dan pada akhirnya Lionel lah yang berhasil memberikan pukulan balasan.


Satu pukulan keras Lionel berikan di dada Scar, hingga pria itu mundur beberapa langkah. Scar mendesis, dia menekan dadanya yang terasa cukup sakit dan sesak. Ternyata ilmu bela diri yang Lionel kuasai cukup mumpuni, bahkan shaolin dari negara tirai bambu saja dapat ditelannya mentah mentah.


"Ternyata aku salah sudah meragukanmu. Kau cukup hebat saat memainkan beberapa gerakan dari negara Panda, aku kecolongan ternyata." desis Scar, dia masih tidak ingin mengakui kekalahannya. Scar terlihat menghirup napas dalam dan menghembuskannya perlahan.


Dia tidak ingin merasa kalau Lionel sudah menang, pukulan yang lawannya berikan memang cukup membuat dadanya rontok, tapi bukan Scar kalau harus mengakui kekalahan- terlebih dari bocah yang sudah berhasil menghancurkan bisnis haramnya.

__ADS_1


"Pulanglah ke negara mu! lepaskan semua gadis yang kau bawa. Aku akan mengakhiri pertarungan kita, aku rasa ini tidak akan ada artinya. Kalaupun kau menang, kau tidak akan bisa lagi membangun kasino mu dan kalaupun kau kalah- aku tidak akan mendapatkan apa pun. Kita sama sama tidak akan mendapat apa apa, jadi sebaiknya kita sudahi saja. Bawa anak buahmu pergi, sebelum Ayah Mertuaku membawamu dan mengadilimu nanti!" Lionel mencoba berunding, dia membujuk Scar agar menyudahi semua ini.


Jujur Lionel sudah lelah, saat ini dia ingin hidup dengan tenang. Pulang dan membuktikan kalau pernikahan dirinya bersama Liara adalah nyata. Dia ingin meresmikan hubungan halalnya di mata negara, Lionel tidak sabar untuk membuat anak singa yang lucu dan menggemas-


"PERSETAN! HENTIKAN OCEHANMU. KAU PIKIR AKU PEDULI HUH! AKU TIDAK PEDULI DENGAN BISNISKU. SELAGI AKU BISA MEMBUNUHMU ITU SUDAH CUKUP, JADI HENTIKAN OMONG KOSONGMU ITU!"


Scar berteriak lantang, dia tidak menerima semua ucapan yang Lionel lontarkan. Dendam yang Scar bawa tidak hanya ingin melihat Lionel hancur, tapi juga mati di tangannya.


"HEI CEPATLAH SELESAIKAN, ISTRIKU SUDAH MENUNGGU DIRUMAH!" suara seruan Elvier membuat Lionel kembali tersadar.


Dia menghela napasnya, menatap malas pada Ayah mertuanya yang terlihat mulai tidak sabaran. Pria tua itu benar benar menginginkannya babak belur, padahal kalau dirinya babak belur gara gara hal ini bisa saja Liara akan menangis.


Pikir Lionel penuh percaya diri.


"Baiklah kalau itu mau mu, ayo kita selesaikan dengan cepat!" tanpa menunggu Lionel menyerang lebih dulu, dia sudah tidak ingin berlama lama lagi di tempat ini.


Sialan!


Dan sekarang Lionel kembali menyerang, dia memukul telak di area dada sebelah kanan Scar hingga pria itu terbatuk dan mengeluarkan darah.


"Menyerahlah, kita sudahi saja!"


Lionel kembali memberikan keringanan, dia mendekat pada Scar yang terduduk diatas pasir. Pria itu tertunduk, terbatuk dan terlihat lemas tidak berdaya.


Bahkan saat Lionel sudah berdiri dihadapannya Scar sama sekali tidak berkutik, dia tetap pada posisinya.

__ADS_1


"Ba-iklah, aku me-nyerah. K-au benar, ini tidak pen-ting, ti-dak ada yang akan di-untungkan." lirihnya.


Scar mendongak, dia menatap Lionel tanpa ragu. Kedua pria itu saling bertukar pandangan penuh arti.


"Tapi setelah kau mati di tanganku!"


Tanpa aba aba Scar menarik sesuatu dari saku celananya dan menusukan benda itu ke arah dada kiri Lionel. Seringai kecilnya terbit, di kembali terbatuk darah tapi raut wajahnya terlihat puas kala melihat rivalnya terkejut setengah mati.


"Kau akan mati!" desisnya.


Bugh!


Tanpa ampun Lionel kembali memberikan pukulan serta tendangan di dada Scar hingga membuat pria licik itu menggelepar diatas pasir.


Lionel berbalik, dia menekan dadanya sendiri saat merasakan benda sialan itu masih menancap disana. Kedua matanya terpejam, dia berusaha berjalan menjauh dari tubuh Scar.


Tidak jauh darinya Elvier terlihat begitu terkejut, dia bangkit dan dengan cepat mendekat pada menantunya. Pria itu mengumpat berkali kali, ternyata dirinya kecolongan. Pria sialan itu bermain curang saat sudah terdesak dan sekarat.


"BAWA PRIA ITU KE KAPAL, AKU SENDIRI YANG AKAN MENGGANTUNGNYA!" teriak Elvier dengan keras, dia berlari mendekat pada Lionel yang terlihat mulai tidak seimbang.


"Sialan! Liara pasti akan mengamuk!" gumam Elvier.



TAHAN YA BANG SIMBA, INGET ANAK SINGA NUNGGUIN JANGAN NYERAH GITU AJA

__ADS_1



HAYOLOH EL ANAK KEMBANG NGAMUK


__ADS_2