
Kedua mata Lionel menajam, dia terus saja menyusuri setiap lorong yang ada di kapal ini. Satu tangannya bersiap memukul seseorang, sedangkan satunya lagi masih setia menjadi pegangan gadis yang ada di belakangnya.
Tapi ada yang aneh dengan penampilan Sang Gadis, bukankah tadi dia masih mengenakan pakaian penari khas timur teangah yang sexy? lalu kenapa sekarang malah seperti jin casper?
Bibir yang tertutup cadar itu terus saja mengerucut panjang, sesekali dia menghentakkan kedua kakinya membuat pria yang ada didepannya menoleh dengan dahi mengernyit.
"Apa lagi?" tanya Lionel pelan.
Mata Elangnya tidak lepas dari situasi saat ini, dia tidak bisa terlalu lama melihat gadis yang sedang merajuk di belakang tubuhnya saat ini.
"Kenapa harus pake gamis sih? baju tadi juga kan bagus. Aku kayak putri Yasmine yang ada di film Aladin, ish kamu mah gak as-,"
"Mau pamer buah kuldi? atau pamer lubang cacing yang ada di perutmu, begitu?" sela Lionel cepat.
Pria itu terlihat tidak suka saat Liara membantah ucapannya kali ini. Demi Tuhan Lionel tidak suka Liara memakai pakaian haram seperti tadi, dirinya saja yang imamnya setebal buku sejarah bisa terlena di buatnya, lalu apa kabar dengan para bajingan yang ada di kapal ini?
Ya walaupun dia adalah suami sah dari Sang Princess nyeleneh ini, tapi status halal yang mereka punya belum diketahui oleh Liara.
Tapi tunggu, bukankah tadi dirinya menyebut kata istriku? lalu kenapa gadis yang saat ini masih mengomel tanpa suara itu tidak menyadarinya atau bahkan mempertanyakannya?
Apa mungkin Liara tidak mendengar ucapannya tadi?
__ADS_1
Lionel tercengang sejenak, kedua kaki kokohnya terus saja berjalan tapi pikirannya stuck ditempat. Dia masih memikirkan Liara yang tidak mendengar atau bahkan tidak peka dengan ucapannya yang-
Brukk!
Lionel tersentak saat merasakan benturan di punggungnya, pria itu sedikit meringis- dia hendak membuka mulutnya namun kembali terhenti saat ada telapak tangan membungkamnya.
"Ssttt- ada yang datang, dengerin deh!"
Liara berbisik, gadis itu memasang kedua telinganya baik baik. Walaupun ada cadar yang menghalangi, tapi kedua telinga Sang Princess masih berfungsi dengan baik. Liara cukup jeli mendengar langkah seseorang mendekat ke arah mereka, terlebih lantai yang mereka injak saat ini sangat sensitif.
Disaat Liara sibuk mendengarkan, Lionel justru sibuk menatap gadis yang tengah merapatkan diri ke arah tubuhnya. Tanpa sadar Liara semakin dekat pada Lionel, dia berusaha menyembunyikan diri didalam dekapan pria yang sudah membuatnya kesal.
Lionel mengukung tubuh itu, lalu semakin mendekatkan wajahnya pada Liara yang terlihat mendongak. Keduanya saling terikat, netra beda warna itu terlihat bersitubruk cukup lama. Detak jantung mereka berdua berdendang seirama, bahkan kian menggila saat Lionel tanpa izin meraup bibir yang tertutup cadar itu.
Menariknya pelan, lalu mengecap benda kenyal itu dari luar kain. Walaupun kain itu tipis, tapi tetap saja menjadi penghalang.
Tapi kelakukan keduanya sepertinya berhasil membuat para penjaga terkecoh, mereka melewati mereka berdua begitu saja. Ada yang tersenyum geli, ada juga yang kesal saat melihat dua bibir itu menyatu.
Jomblo ya?
Lionel tidak menghentikan aksinya biarpun para penjaga yang berpatroli itu sudah menghilang. Dia tetap menikmati suasana yang tercipta, pertahanan Lionel runtuh setelah dia menahannya sejak tadi.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, disaat kedua buronan itu bercumbu mesra di lorong- Scar justru semakin dibuat meradang saat melihat seorang bawahnya melapor dalam keadaan setengah telanjang.
"Ada yang memukul kepalaku disaat aku berjaga, Boss. Aku yakin itu dia, dia masih berada di kapal kita!" ucapnya menggebu gebu.
Ujung bibir Scar berkedut, tangannya terkepal erat. Dia bangkit dan mendekat pada sang bawahan, matanya tajam menusuk. Sepertinya dia salah sudah meremehkan Singa Gurun itu, kelincahan serta kelicikan sang Singa cukup membuatnya kewalahan.
"Hidupkan semua kamera pengintai, hidupkan juga drone untuk menyusuri setiap ruangan dan lorong di kapal ini. Jangan sampai ada yang terlewat," desisnya.
"AKU TIDAK MAU LAGI MENDENGAR KATA GAGAL DARI KALIAN! MENANGKAP SATU KUMAN SAJA TIDAK BECUS, SIALAN!" murkanya. lagi.
Scar terlalu lama memendam amarah, sejak tadi saat Salim melapor dia sudah kecolongan dan sekarang anak buahnya kembali melaporkan hal yang sama.
"Pria sialan! aku akan mendapatkan mu dan gadismu, hidup atau mati!" gumamnya penuh ambisi.
NYOSOR AE GAK TAHAN YE BANG 🏃🏃🏃
NOH AKU KASIH SI SCAR 😆😆😆🏃🏃🏃
__ADS_1