
Nessa turun dari mobil angkutan umum, setelah menempuh perjalanan jauh dari bandara di kota M, kota tempatnya berasal.
Mengingat lagi kampung halaman Nessa sangat jauh dari bandara kerena terletak di pelosok desa.
Nessa menautkan keningnya dan juga terlihat bingung setelah turun dari angkutan umum, ketika melihat rumah sederhana yang terlihat lebih bagus dari rumah di sekelilingnya, yang tak lain dan tak bukan adalah rumah Nessa.
Bagaimana Nessa tidak bingung, jika rumah miliknya yang terlihat bagus sendiri karena beberapa waktu lalu Nessa merenovasinya, dari uang yang selalu Al berikan padanya, terdapat banyak orang di teras rumahnya.
Nessa yang memiliki pikiran negatif langsung berlari menuju rumahnya, tanpa membalas sapaan para tetangga, saat Nessa memikirkan jika ibunya tidak baik baik saja.
"Ibu," panggil Nessa lalu masuk ke dalam rumahnya.
Namun saat sudah masuk ke dalam rumah, Nessa langsung diam terpaku di tempatnya, melihat di ruang tamu rumahnya sudah ada beberapa orang yang sedang berkumpul, dan langsung menatap Nessa.
Nessa menghembuskan nafasnya lega, pikiran negatif yang tadi melintas di kepalanya, kini dirinya singkirkan ketika melihat wanita paruh baya, yang tak lain dan tak bukan adalah sang ibu, beranjak dari salah satu kursi yang ada di ruang tamu. Kemudian berjalan menghampiri Nessa sambil mengukir senyum.
"Syukurlah nak, kamu sudah sampai," ujar ibu Sumi, ibu dari Nessa yang langsung memeluk sang putri.
Ibu Sumi melepas pelukannya lalu memeluk lengan Nessa dan mengajaknya ke ruang tamu, untuk menemui beberapa orang yang sudah berada di ruangan tersebut.
Kemudian ibu Sumi, mendudukkan sang putri di salah satu kursi, yang berhadapan langsung dengan pasangan paruh baya yang duduk di samping kanan dan kiri pria tampan. Pria yang tidak asing bagi Nessa.
"Pak Broto dan juga Bu Broto, akhirnya yang kita tunggu sampai juga," ujar ibu Sumi yang sekarang sudah duduk di samping sang putri.
__ADS_1
"Nessa tambah cantik saja, terakhir kita bertemu saat kamu masih sekolah loh, kamu masih ingat tidak nak?" tanya wanita paruh baya yang duduk tepat di hadapan Nessa sambil mengukir senyum.
Nessa pun hanya menjawabnya dengan anggukkan kepala, lalu balas tersenyum.
"Apa kabar Nes?" tanya pria tampan yang duduk di apit pasangan paruh baya yang tadi di panggil pak Broto dan juga bu Broto oleh ibu Sumi.
Kemudian pria tersebut mengulurkan tangannya ke hadapan Nessa, dan Nessa langsung menjabat tangannya.
"Baik," jawab singkat Nessa lalu melepas jabatan tangan, dari tangan pria yang pernah Nessa kenal.
Pria dari masa lalu Nessa, di mana Nessa pernah menjalin hubungan dengan pria tersebut, saat masih duduk di sekolah menengah atas, dan pria tersebut mengakhiri hubungannya saat Nessa terkena musibah.
Nessa kemudian menoleh ke arah sang ibu yang duduk di sampingnya. "Bu, ada apa ini?" tanya Nessa penasaran, pasalnya ketiga orang yang duduk di hadapan Nessa tidak lagi tinggal di kampung di mana Nessa tinggal.
Dan ini hal penting, yang di katakan oleh ibu Sumi pada Nessa, hingga menyuruh sang putri untuk pulang ke rumah.
"Apa ibu sedang bercanda?" tanya Nessa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh sang ibu
"Iya nak Nessa, kedatangan kami ke sini, untuk mengantar Ado meminang kamu, dan menjadikan kamu istrinya," sambung bu Broto sambil tersenyum, mengutarakan apa yang putranya inginkan.
Mendengar perkataan sang ibu dan juga bu Broto, Nessa menatap wanita paruh baya tersebut bergantian, dan terakhir menatap Ado yang sedang mengukir senyum ke arahnya.
Kemudian Nessa beranjak dari duduknya tanpa mengatakan apa pun, lalu menuju kamarnya yang terdapat di samping ruang tamu.
__ADS_1
"Maaf Pak Broto dan Bu Broto, dengan sikap anakku," ucap ibu Sumi merasa tidak enak dengan tingkah Nessa.
"Tidak apa-apa Bu, mudah mudahan Nessa menerima pinangan Ado," sambung pak Broto lalu beranjak dari duduknya di ikuti sang istri, namun tidak dengan Ado yang masih duduk diam di kursinya.
"Kalau itu, aku pastikan Nessa tidak menolak,"
"Syukurlah, kalau begitu kami pamit dulu,"
"Oh iya silakan, sebelumnya Terima kasih,"
"Sama sama," sambung bu Broto.
Selepas ke pergi ke dua orang tuannya, Ado menghampiri ibu Sumi yang baru masuk ke dalam rumah, saat Ado masih ingin tinggal.
"Bu,"
"Iya nak ada yang bisa ibu bantu?"
"Apa ibu bisa memanggil Nessa, aku ingin menemuinya,"
"Oh tentu saja, biar ibu panggil Nessa untuk keluar,"
"Terima kasih bu."
__ADS_1
Bersambung..................................