
Jery dan Tomi yang baru saja tiba di apartemen Al, setelah Al menyuruhnya untuk menemuinya sekarang juga, sekarang ke duanya langsung menghampiri Al yang sedang berada di mini bar di dalam apartemennya.
"Ya ampun Al, saat ini kamu harus berfikir jernih untuk menemukan keberadaan Nessa, bukan begini caranya," ucap Jery yang sudah mendekati Al, lalu mengambil gelas berisi minuman keras yang ada di tangan Al, dan menjauhkannya.
"Otak aku buntu, dan tidak bisa berpikir untuk saat ini Jer, biarkan aku menghabiskan minumanku,"
"Benar apa yang di katakan Al, Jer. Sahabat kita ini tidak bisa berfikir jika sedang waras, berikan minumannya pada Al, biar dia bisa berfikir," sambung Tomi, membuat Jery langsung menoyor kepala Tomi.
"Kamu ingat lagi Al, siapa tahu Nessa memiliki kerabat dan sahabat lain selain yang sudah kita datangi," ujar Jery yang sudah menemui sahabat Nessa, namun tidak ada satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaan Nessa.
"Tidak ada," sambung Al sambil menghembuskan nafasnya kasar dan menjatuhkan kepalanya di atas meja mini bar.
"Kalian ini bodoh," sambung Tomi.
"Jaga bicaramu, kita sedang tidak bercanda Tom, jangan sampai aku hilang kendali dan melempar kamu dari balkon,"
"Tuh kan otak kalian itu tidak bisa berfikir jika sedang waras, lebih baik kita minum saja," ujar Tomi sambil mengukir senyum lalu mengambil gelas yang berada di rak mini bar, dan menuang minuman keras ke dalam gelas miliknya, kemudian menenggak nya.
Jery hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya tersebut yang menganggap semua masalah dengan enteng, dan jery menyesal telah memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi tentang Al pada Tomi.
Kemudian Jery menarik tangan Tomi yang ingin menyodorkan gelas berisi minuman keras ke arah Al.
__ADS_1
"Jer tenang Jer, jangan emosi,"
"Bagaimana aku tidak emosi jika kamu terus bercanda di situasi yang tidak tepat, kamu tahu apa yang sedang Al alami kan? Dan aku menyesal telah memberi tahu semuanya padamu,"
"Iya aku tahu, jika kalian ini berdua itu bodoh," sambung Tomi sambil menenggak minuman keras yang ada di tangannya.
"Tomi!"
"Jangan berteriak berisik," ujar Tomi saat Jery berteriak. "Jika kalian tidak menemukan Nessa di sini, kenapa kalian tidak mencari Nessa di kampung halamannya,"
Mendengar apa yang di katakan oleh Tomi, Al yang masih menjatuhkan kepalanya di atas meja, kini menegakkan kepalanya, lalu menatap ke arah Tomi.
"Karena kalian itu tidak sepintar diriku," ujar Tomi bangga, namun langsung mendapat pukulan di kepala dari Jery.
"Untuk saat ini kamu benar benar pintar," sambung Jery yang sekarang melangkahkan kakinya menyusul Al yang sudah berjalan mendekati pintu.
Dan baru saja Al ingin membuka pintu apartemen nya, berniat untuk mengunjungi apartemen miliknya yang pernah di tempati Nessa, karena Al menyimpan alamat kampung halaman Nessa di apartemen sederhananya.
Kini Al mengurungkan untuk membuka pintu apartemennya, saat ponsel miliknya yang berada di dalam kantong celananya berbunyi.
Kemudian Al mengangkat sambungan ponselnya, saat mama Beca lah yang menghubunginya.
__ADS_1
"Apa? Mama tidak sedang berbohong padaku kan?" tanya Al dari sambungan ponselnya. "Baik Ma," ucap Al lalu mematikan sambungan ponselnya, dan senyum mengembang dari ke dua sudut bibirnya, saat baru saja mama Beca memberi tahu keberadaan Nessa.
"Al ada apa?" tanya Jery penasaran saat melihat raut wajah kebahagiaan dari sang sahabat.
"Mama sudah tahu di mana Nessa berada," jawab Al dengan senyum yang tidak memudar, lalu keluar dari apartemen, dan kali ini tujuannya adalah ke tempat di mana Nessa berada.
*
*
*
Setelah menempuh tiga jam perjalanan akhirnya mama Beca dan juga papa Zack tiba di tempat kos Nessa.
Mama Beca yang baru keluar dari dalam mobil yang di kendarai pak Edi, langsung menuju pos satpam seperti biasa, ingin meminta kunci cadangan kamar Nessa di ikuti papa Zack dari belakang.
"Selamat sore Pak," sapa mama Beca sambil mengukir senyum pada satpam penjaga tempat kos tersebut, yang selalu mama Beca temui jika mengunjungi Nessa.
"Sore Bu," sapa balik satpam tersebut dan tak lupa membalas senyum mama Beca. "Apa masih ada barang yang ketinggalan?" tanya satpam tersebut membuat mama Beca langsung menautkan ke dua alisnya.
Bersambung..........................
__ADS_1