Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Sakit Tapi Tak Berdarah


__ADS_3

Nessa yang ingin beranjak dari duduknya dan berniat untuk membuka pintu karena bel terus berbunyi, pinggangnya langsung di tahan oleh Al, dan mendudukkan lagi di pangkuannya.


"Al a–" Nessa menghentikan ucapannya ketika Al tiba tiba menyambar bibirnya, dan menyesapnya, tidak peduli dengan suara bel pintu yang terus berbunyi.


Al melepas tautan bibirnya, setelah puas mengekspor bibir Nessa.


Senyum terukir dari ke dua sudut bibir Al, lalu satu tangannya membelai wajah Nessa yang tersenyum balik padanya.


"Selalu manis dan aku menyukainya,"


"Al, siapa yang datang?" tanya Nessa, ketika suara bel terus berbunyi.


"Entah lah, sudahlah jangan di hiraukan, mengganggu saja kesenangan orang lain,"


"Tapi Al–"


"Ah Nes," keluh Al memotong perkataan Nessa, tahu apa yang ingin di katakan nya kemudian mengusap wajahnya.


Dan Nessa pun segera beranjak dari pangkuan Al, ingin melangkahkan kakinya, namun lagi lagi tangannya di cekal oleh Al.


"Al, apa lagi?"


"Aku saja yang membuka pintu, kamu diam di sini," ujar Al lalu beranjak dari duduknya.


"Baiklah," sambung Nessa yang langsung duduk di sofa, dan tatapan matanya terus tertuju ke arah Al, yang melangkah kan kakinya menuju pintu unit apartemennya.

__ADS_1


Al terus berdecak kesal sebelum membuka pintu unit apartemennya, dan Al langsung membulatkan ke dua bola matanya, setelah membuka pintu tersebut, ketika melihat mama Beca sudah berdiri tepat di depan pintu.


"Mama!" ucap Al yang begitu terkejut, mendapati sang mama sudah berada di depan unit apartemennya.


Karena yang Al tahu, mama Beca tidak mengetahui jika Al mempunyai apartemen lain selain apartemen mewahnya yang letaknya tidak jauh dari rumah ke dua orang tuanya.


Mama Beca tidak merespon apa yang di katakan oleh sang putra, dan tatapan matanya terus tertuju ke arah Al, tatapan kekecewaan dari seorang ibu yang mendapati putranya tidak sebaik yang selama ini di bayangkan.


Plak!


Tamparan keras mendarat di pipi Al yang di layangkan oleh mama Beca. Hanya itu yang bisa mama Beca lakukan untuk meluapkan kemarahannya pada sang putra.


"Di mana Nessa?" tanya mama Beca, namun tidak mendapat jawaban dari Al, yang lagi lagi terkejut, dari mana sang mama mengetahui Nessa.


Mama Nessa yang tidak mendapat jawaban dari Al, langsung menyingkirkan tubuh sang putra yang berdiri di depan pintu tepat di hadapannya, dan mama Beca langsung masuk ke dalam unit apartemen Al.


Nessa yang mendapati kehadiran mama Beca, sangat terkejut, kemudian Nessa beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menghampiri mama Beca.


"Tante, kenapa tante ada di sini?" tanya Nessa yang sangat penasaran dengan kehadiran mama Beca tiba tiba.


Dan Al yang sudah berdiri di belakang mama Beca, lebih terkejut lagi, saat melihat Nessa seolah olah sudah mengenal mama Beca.


"Nes," ucap Al seolah meminta penjelasan dari Nessa.


"Oh ya Al, apa kamu yang mengundang tante Beca untuk datang ke sini?" tanya Nessa sambil mengukir senyum.

__ADS_1


Namun Al tidak menjawab pertanyaan Nessa.


"Oh iya tante, silakan duduk," dengan ramahnya Nessa menyuruh mama Beca untuk duduk, namun tidak di respon oleh mama Beca yang masih berdiri di tempatnya.


"Sebenarnya hubungan apa yang kalian jalani ini?" tanya mama Beca menatap ke duanya bergantian.


"Ma, apa yang mama tanyakan ini?" tanya balik Al, tanpa menjawab pertanyaan sang mama, yang langsung menampik tangan Al yang ingin meraih tangannya.


"Mama?" tanya Nessa yang begitu terkejut mendengar apa yang di katakan oleh mama Beca. "Al, apa tante Beca ini?"


"Nanti akan aku jelaskan," sambung Al pada Nessa.


Kemudian Al yang tadi berada di samping sang mama kini berpindah posisi tepat di hadapan mama Beca.


"Aku akan mengantar mama pulang, dan nanti aku akan menjelaskan di rumah,"


"Kenapa tidak sekarang saja kamu katakan pada mama, hubungan apa yang kalian jalani ini,"


"Karena kami tidak memiliki hubungan apa pun Ma,"


Sakit tapi tak berdarah, itulah yang Nessa rasakan saat ini, ketika mendengar apa yang di katakan oleh Al, pria yang sangat di cintai nya. Hingga bulir air mata jatuh membasahi pipi, dan Nessa langsung membalik tubuhnya lalu berlari menuju kamarnya.


Mama Beca sekilas melihat Nessa yang meneteskan air matanya sebelum membalik tubuhnya, kemudian beralih menatap sang putra yang berada tepat di hadapannya.


"Jika kalian tidak memiliki hubungan apa pun, jelaskan pada mama siapa ayah dari bayi yang di kandung Nessa,"

__ADS_1


"Apa!"


Bersambung...............................


__ADS_2