
Sementara itu Nisa yang mengetahui jika papa Zack dan juga mama Beca sudah tiba di rumah langsung menghampiri nya, ketika ke duanya baru saja masuk ke dalam rumah.
"Mama, Papa," panggil Nisa sambil mengukir lalu berjalan mendekati ke duanya yang masih berada di depan pintu.
Dan Nisa pun dengan segera memeluk ke duanya bergantian.
"Apa kabar Ma, Pa. Aku sungguh kesepian di tinggal kalian berdua," ujar Nisa yang baru saja melepas pelukannya.
"Kami baik baik saja, bagaimana kabar kamu Nis?" tanya mama Beca sambil mengukir senyum.
"Entah lah Ma, semenjak mama dan papa pergi, rumah ini tidak nyaman lagi,"
"Kenapa bisa begitu? Apa yang terjadi?"
"Aku tidak suka dengan asisten rumah tangga mama, karena semuanya menyebalkan," jawab Nisa sambil melirik ke arah Siti dan salah satu rekan nya, yang sedang menarik koper mama Beca dan juga papa Zack masuk ke dalam rumah.
Siti yang mendengar ucapan Nisa, langsung melirik ke arahnya dan menatapnya dengan kesal.
"Dasar cepu, lihat saja pembalasan aku nanti," gumam Siti yang langsung meninggalkan semuanya yang masih berada di depan pintu.
"Menyebalkan bagaimana Nis?"
"Pokoknya aku tidak suka, dan aku ingin mama memecat mereka dan ganti dengan asisten rumah tangga yang baru,"
"Siapa kamu, menyuruh nyuruh?" tanya seseorang yang baru muncul dari belakang mama Beca dan juga papa Zack.
"Papa!" ucap Nisa begitu terkejut saat mendapati Toni yang tiba tiba muncul.
__ADS_1
Lalu Toni mendekati sang putri, saat tadi dirinya dari bandara langsung ikut pulang ke rumah sahabatnya tersebut untuk menjemput sang putri.
Karena Toni paham betul, sang putri sekarang bukanlah siapa siapa lagi di keluarga Zack sang sahabatnya.
Plak!
Tamparan mendarat di pipi Nisa yang di layangkan oleh sang papa.
"Toni apa yang kamu lakukan? Kamu sudah berjanji untuk menahan emosi," ujar papa Zack sambil menahan tubuh Toni yang ingin menampar Nisa kembali.
Dan mama Beca langsung memeluk bahu Nisa yang sedang meringis kesakitan sambil memegangi pipinya.
Namun Toni tidak menghiraukan apa yang di katakan oleh papa Zack, dan juga menyingkirkan tubuhnya.
Karena Toni masih merasa kesal dengan sang putri, yang sudah membohonginya.
"Kemasi barang barang kamu dan kita pulang sekarang juga!" perintah Toni pada sang putri.
"Papa sudah tahu bayi itu bukan anak Al, namun anak Kevin, dan papa sungguh kecewa padamu Nis, karena kamu tidak berkata jujur pada papa!"
Mendengar ucapan sang papa, Nisa benar benar terkejut ketika Toni sudah mengetahui yang sebenarnya.
"Pulang sekarang atau papa akan menyeret kamu, kita bicarakan ini di rumah!"
"Pulanglah Nis," ujar mama Beca yang masih memeluk bahu mantan menantunya tersebut.
"Tapi–"
__ADS_1
"Papa kamu tidak sejahat yang kamu pikirkan Nis, dan dia akan menerima anak itu," sambung mama Beca memotong perkataan Nisa.
Dan akhirnya Nisa pun mau ikut pulang bersama dengan sang papa, ketika Toni berjanji untuk tidak mempermasalahkan anak yang sedang di kandung oleh Nisa.
*
*
*
Pagi hari Al dan juga Nessa berpamitan pada ibu Sumi, karena Al memutuskan untuk kembali ke ibu kota.
Meskipun ibu Sumi masih berat, pasalnya baru kemarin ke duanya menikah, dan hari ini sudah ingin kembali ke ibu kota.
Ibu Sumi sudah coba meminta Al untuk tetap tinggal beberapa hari lagi, namun Al menolak dengan alasan pekerjaannya menumpuk.
Sebenarnya bukan itu alasan utama Al ingin segera kembali ke ibu kota.
Karena Al tidak bisa sama sekali menyalurkan hasratnya semalam, karena setelah makan malam selesai, Al yang ingin masuk ke dalam kamar di cegah oleh ibu Sumi yang menyuruhnya untuk menemui para tetangga yang datang ke rumah bu Sumi.
Dan semua tetangga yang semuanya pria, mengajak berbincang Al hingga pagi.
Al terus menggenggam tangan Nessa saat ke duanya sudah berada di dalam mobil yang di kendarai sopir yang di sewa Al selama di kota M untuk menuju bandara.
Tentu saja Al yang duduk di bangku penumpang menyadarkan kepalanya di bahu sang istri, saat rasa kantuk nya tidak bisa di tahan, mengingat lagi semalam Al tidak tidur sama sekali.
"Awas saja Nes, setelah sampai nanti jangan harap kamu bisa turun dari tempat tidur, ini semua karena kamu," ucap Al sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"Kok Aku,"
Bersambung...................