Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Terima Kasih


__ADS_3

Saat ini giliran Nisa yang berada di atas ranjang perawatan, dan belum juga sadarkan dirinya padahal sudah di tangani oleh dokter.


Mama Beca yang sudah lebih baik sekarang duduk di kursi tepat di samping ranjang di mama Nisa berada.


"Ma, apa yang harus kita lakukan?" tanya papa Zack yang berdiri di samping sang istri.


Setelah papa Zack mengetahui semuanya, apa yang sebenarnya terjadi.


"Entahlah Pa, mama juga tidak bisa berfikir untuk saat ini. Tapi alangkah baiknya kita jangan memberi tahu dulu mengenai hal ini, pada Toni dan istrinya," usul mama Beca, saat tadi sebelum Kevin meninggalkan rumah sakit, menjelaskan pada semua orang, jika Toni sangat membencinya.


Dan mama Beca juga tidak ingin Nisa mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Toni, ketika tahu jika anak yang di kandung Nisa bukanlah anak Al melainkan anak Kevin.


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir papa Zack lalu menatap ke arah sang putra yang sedang duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.


Mama Beca yang melihat sang suami sedang menatap sang putra, langsung meraih tangannya, lalu menggenggamnya dengan erat.


"Biarkan Al mencari keberadaan Nessa dan membawanya kembali pada kita, meskipun papa tidak menyukainya, tapi anak yang di kandung Nessa adalah cucu kita yang sebenarnya," ujar mama Beca, namun tidak di hiraukan oleh papa Zack yang kini melepas genggaman tangan sang istri, lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah Al.


Papa Zack yang sudah menghampiri Al, sekarang duduk di samping sang putra.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu lakukan sekarang Al?" tanya papa Zack pada Al yang sedang bermain ponsel.


"Aku sudah menyuruh pengacara untuk mengurus perceraian aku dengan Nisa," sambung Al tanpa menatap ke arah papa Zack. "Dan jangan pernah melarang aku untuk mencari Nessa dan membawanya kembali, dan tenang saja saat aku sudah bisa membawa dia kembali, aku tidak akan membawanya ke hadapan papa, karena aku tahu papa pasti tidak menyukai nya," ujar Al yang langsung beranjak dari duduknya.


Lalu Al melangkahkan kakinya ingin meninggalkan papa Zack, namun langkahnya terhenti saat sang papa memanggilnya.


"Maafkan papa sebelumnya karena tidak percaya padamu Al,"


"Aku sudah memaafkannya," sambung Al dan melangkahkan kakinya kembali, namun lagi lagi papa Zack memanggilnya dan menghentikan langkahnya.


"Carilah dia dan nikahi dia, papa tidak akan melarang kamu lagi. Ini hidup kamu, dan kamu yang akan menjalaninya, tapi pesan papa untuk kamu Al, berubah lah jadi manusia yang lebih baik lagi, dan terima kekurangan wanita itu, jika kamu mencintainya,"


"Terima kasih Pa," ucap Al yang masih memeluk papa Zack, dan papa Zack pun langsung memeluk nya balik.


Mama Beca yang melihat ke dua pria yang sangat di sayangi nya masih berpelukan, langsung mengukir senyum.


Kemudian mama Beca beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah sang suami dan sang putra.


Dan mama Beca langsung memeluk ke duanya yang masih berpelukan, ketika mama Beca sudah mendekatinya.

__ADS_1


Setelah ke tiganya melepas pelukan masing masing, Al langsung berpamitan ke pada ke dua orang tuanya untuk mencari keberadaan Nessa, dan mama Beca tidak mencegahnya meskipun dirinya tahu di mana Nessa berada.


Karena mama Beca ingin melihat perjuangan sang putra untuk meraih cintanya.


Selepas kepergian sang putra, mama Beca memeluk pinggang sang suami dengan erat.


"Terima kasih Pa,"


"Untuk apa?"


"Karena papa tidak lagi melarang Al dengan Nessa,"


"Papa yang baru sadar, sekeras apa pun papa melarang Al, itu tidak akan pernah bisa. Harusnya papa yang meminta maaf pada kamu Ma, karena tidak mendengarkan apa yang kamu katakan,"


"Tidak masalah Pa," sambung mama Beca lalu menoleh ke arah ranjang perawatan di mana Nisa berada, yang tiba tiba sekarang menangis setelah sadar.


Mama Beca dan juga papa Zack pun langsung menghampiri nya.


Bersambung............................

__ADS_1


__ADS_2