
"Iya–"
Nessa tidak jadi menjawab panggilan sang ibu, saat Al membekap mulutnya, dan menaruh jari telunjuk nya tepat di bibirnya sendiri mengisyaratkan Nessa untuk diam.
"Diam saja pura pura tidak dengar Nes, aku sungguh tidak tahan ingin masuk untuk memberi nutrisi anak kita Nes," bisik Al di telinga Nessa dan satu tangannya membawa tangan Nessa untuk memegang senjatanya di bawah sama yang sudah berdiri tegak. "Jangan membuatnya bantet lagi Nes, aku mohon," pinta Al dan hanya membuat Nessa tersenyum.
"Jangan mengada ada kamu pikir kerupuk bentet,"
"Nes sekali saja, tidak akan lama oke," pinta Al yang benar benar tidak bisa menahan hasrat di tubuhnya.
"Al, ini masih sore dan pintu tidak di kunci, nanti kalau ibu masuk bagaimana," ujar Nessa karena memang matahari baru saja tenggelam.
"Ah Nes," ujar Al sambil mengacak acak rambutnya kasar. Dan turun dari atas tubuh Nessa saat tadi mengungkungnya.
"Tenang saja nanti malam aku akan memberikan yang terbaik untukku,"
"Oke lah, tapi aku mau lima kali,"
"Kaya kuat saja, biasanya juga cuma–"
"Itu kan biasanya Nes, kamu tahu aku sudah lama tidak melakukannya, jadi malam ini aku akan melakukannya lima kali," sambung Al memotong perkataan Nessa.
"Kita lihat saja nanti," ujar Nessa lalu menjawab panggilan sang ibu yang memanggilnya kembali.
"Ada tamu yang ingin bertemu kalian, dan dia sudah menunggu di luar," ujar ibu Sumi dari balik pintu kamar Nessa.
__ADS_1
"Baik Bu, aku akan segera keluar,"
"Tamu? Siapa Nes?" tanya Al penasaran.
"Entah," jawab Nessa sambil mengangkat ke dua bahunya.
Kemudian Nessa beranjak dari tidurnya, namun di tahan oleh Al.
"Al, ada apa,"
"Sebentar saja," sambung Al, lalu mencium bibir Nessa sekilas. "Kenapa bibirmu manis sekali sih Nes,"
"Al jangan bercanda," ucap Nessa sambil beranjak dari tidurnya.
"Aku berkata jujur Nes,"
"Al ada apa?" tanya Nessa dan membalik tubuh nya menatap ke arah Al yang baru turun dari tempat tidur, dan mendekatinya, lalu meremas pelan ke dua gunung kembarnya.
"Pakai pembungkusan ini dulu, ini sekarang sudah jadi hak milikku,"
"Iya Al," sambung Nessa sambil tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian miliknya yang berada di dalam kamar, untuk mengambil pembungkusan ke dua gunung kembarnya. "Baju juga ganti kalau mau keluar, hanya aku yang boleh melihat tubuhmu yang indah dengan balutan daster itu,"
"Iya, dasar posesif,"
"Harus, karena kamu hanya milikku," sambung Al yang kini menghampiri Nessa dan membantu mengaitkan pembungkusan gunung kembarnya, bukan hanya itu saja, al juga memilih baju yang tertutup dan memakaikannya.
__ADS_1
"Terima kasih," ujar Nessa yang begitu bahagia mendapat perlakuan yang tidak pernah Al lakukan padanya selama ini.
Dan Nessa benar benar percaya jika Al menikahinya bukan hanya karena anak yang sedang di kandungnya, melainkan karena mencintai dirinya. Dan itu artinya cinta Nessa tidak bertepuk sebelah tangan.
Nessa memeluk Al setelah selesai memakaikan pakaian pada tubuhnya.
"Ada apa Nes?"
" Tidak," jawab Nessa yang sekarang melepas pelukannya. "I love you Al,"
Mendengar apa yang di katakan oleh Nessa entah mengapa Al begitu bahagia.
"I love you too," balas Al yang langsung mencium bibir Nessa.
Nessa pun dengan segera melepas tautan bibirnya, saat sang ibu memanggil dirinya kembali.
"Iya Bu, aku keluar," sahut Nessa dari dalam kamar lalu menuju pintu untuk keluar kamar.
Tentu saja di ikuti Al dari belakang, dan keduanya berpisah di depan pintu, saat Al ingin mandi dan Nessa ingin menemui tamu yang sedang menunggu nya.
Nessa yang ingin menuju ruang tamu, langsung menautkan keningnya saat mengenal betul siapa yang sudah duduk di kursi ruang tamunya.
"Nessa,"
"Ado,"
__ADS_1
Bersambung.........................