Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Yang Sejujurnya


__ADS_3

Setelah terkejut mendengarkan pengakuan sang putra, papa Zack menghembuskan nafasnya kasar di akhiri dengan menggelengkan kepalanya dan tatapan matanya terus tertuju ke arah Al.


"Papa tidak ingin ikut campur dengan urusan kamu mengenai wanita jallang itu Al, kamu urus saja urusan kamu itu sendiri, kamu tidak pernah sama sekali belajar dari pengalaman kamu dulu Al, selalu membuat masalah dan masalah, namun untuk saat ini papa benar benar tidak ingin ikut campur," ujar papa Zack. "Dan satu lagi, cucu papa hanya ada di kandungan Nisa, bukan dari wanita jallang itu!" tegas papa Zack dan membalik tubuhnya ingin meninggalkan Al.


"Tapi anak yang di kandung Nisa bukan anak aku pa," ujar Al membuat papa Zack yang sudah berjalan beberapa langkah ingin meninggalkan Al, menghentikan langkah nya lalu membalik tubuh nya dan melangkahkan kakinya menghampiri Al.


Plak!


Tamparan mendarat di salah satu pipi Al yang di layangkan oleh papa Zack saat sudah mendekatinya.


"Apa kamu mengatakan seperti ini, hanya ingin mengejar wanita tidak jelas itu, dan meninggalkan istri kamu dengan alasan yang tidak masuk akal?"


"Aku mengatakan yang sejujurnya Pa, aku bersumpah tidak pernah sekalipun menyentuh Nisa, dan aku pastikan bayi yang berada di kandungan Nisa itu bukan anak Aku," Jelas Al. "Dan wanita yang di anggap Papa tidak jelas itu yang sedang mengandung anakku darah daging ku Pa,"


Mendengar perkataan sang putra papa Zack hanya menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut buburnya.


"Apa kamu sedang bercanda dengan papa Al?"

__ADS_1


"Tidak, aku mengatakan yang sejujurnya, dan aku akan membawa bukti pada papa jika bayi yang di kandung oleh Nisa bukanlah anakku Pa!" tegas Al sekali lagi, lalu melangkahkan kakinya untuk meninggalkan sang papa.


"Al jangan macam macam kamu itu, jika mama tahu tentang semua ini, pasti mama kamu akan jatuh sakit,"


Al menghentikan langkah nya mendengar perkataan sang papa.


"Mama sudah mengetahui semuanya," sambung Al yang masih berdiri di tempatnya tanpa menolak ke arah sang papa. "Dan aku akan membawa bukti pada kalian, jika bayi yang di kandung Nisa bukanlah anakku," ucap Al lalu masuk ke dalam kamar meninggalkan papa Zack yang begitu terkejut dengan pernyataan sang putra jika sang istri sudah mengetahui semuanya.


Kemudian papa Zack mengingat lagi, ketika sedang makan malam tadi sang istri tidak seperti biasanya, dan mama Beca juga tidak banyak bicara.


"Apa jangan jangan Beca sedang mencari Nessa?" tanya papa Zack penasaran lalu membalik tubuhnya dan keluar dari balkon kamar sang putra.


Tidak berselang lama setelah makan malam ke dua orang tua Nisa meninggalkan rumah papa Zack.


Mama Beca pun langsung menuju kamarnya tanpa mengatakan apa pun pada Nisa yang masih duduk di ruang tamu.


"Sayang kamu istirahat lah ini sudah malam," ucap papa Zack pada Nisa sang menantu sebelum menyusul sang istri masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Selepas kepergian semua orang dari ruang tamu, Nisa mengelus perutnya yang sudah sedikit membesar karena usia kandungnya sudah memasuki usia delapan minggu, lalu senyum terukir dari ke dua bibirnya, mengingat lagi jika dirinya bisa mengelabuhi semua anggota keluarga.


Kemudian Nisa beranjak dari duduknya, dan melangkahkan kakinya menuju kamar.


Al sedang duduk di sofa yang berada di dalam kamarnya sambil bermain ponsel, menoleh ke arah pintu yang baru di buka oleh Nisa.


"Al katanya kamu sedang pusing kenapa bermain ponsel, bukannya beristirahat," ucap Nisa yang berjalan menghampiri Al, mengingat lagi tadi Al tidak ikut berkumpul di ruang tamu karena ingin beristirahat.


Bukannya menanggapi perkataan Nisa, sekarang Al beranjak dari duduknya lalu menghadap ke arah Nisa.


"Katakan saja bayi siapa yang kamu kandung?" tanya Al tanpa berbasa basi.


"Al apa yang kamu katakan, ini anak kamu apa–"


"Nisa!" bentak Al menghentikan ucapan Nisa. "Aku tidak bisa di bodohi Nis, hanya karena kita bangun tidur tanpa mengenakan pakaian," ucap Al yang langsung menautkan keningnya saat tiba tiba Nisa menangis.


Bersambung..........................

__ADS_1


__ADS_2