Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Tameng


__ADS_3

"Singkirkan tanganmu dari tubuhku!" perintah Al dengan mata yang masih terpejam.


Namun tidak di hiraukan oleh Nisa yang malah mendekatkan tubuhnya dan mengeratkan pelukannya.


"Aku tahu pasti kamu marah atas sikapku selama ini, sekali lagi aku minta maaf Al," ujar Nisa, namun tidak mendapat tanggapan dari Al, yang sekarang membuka matanya lalu menyingkirkan tangan Nisa, dan Al langsung beranjak dari tidurnya.


Nisa pun langsung ikut beranjak dari tidurnya, dan meraih tangan Al lalu menggenggam telapak tangannya.


"Al, aku sungguh minta maaf, mungkin kamu pikir ini tidak masuk akal. Tapi aku bersungguh sungguh, aku ingin memulai hari yang baru dengan kamu,"


Tentu saja Al tidak mempercayai apa yang di katakan oleh Nisa, meski dirinya belum mengenal Nisa lama, namun Al tahu Nisa adalah wanita yang keras kepala dan juga arogan, di lihat dari cara bicaranya dan tingkah lakunya selama ini.


"Al," ucap Nisa yang sekarang memeluk tubuh Al.


Membuat Al begitu terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Nisa.


"Kamu boleh meminta hak kamu sebagai suami malam ini, aku akan dengan senang hati melayani Al,"


Al menautkan ke dua alisnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Nisa. Dan Al lebih terkejut lagi dengan apa yang di lakukan oleh Nisa sekarang.


Setelah melepas pelukannya, Nisa sekarang melepas kancing baju tidur yang dirinya kenakan, hingga terpampang nyata gunung kembar Nisa yang memang tidak pernah menggunakan pembungkus ketika ingin tidur.


Namun entah mengapa, Al sama sekali tidak tergoda dengan apa yang di lakukan oleh Nisa.

__ADS_1


Membuat Al langsung beranjak dari tempat tidur, dan ingin meninggalkan Nisa, namun tangannya langsung di cekal oleh Nisa.


"Al, apa kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan?"


"Kacing kembali pakaian kamu," perintah Al sambil memalingkan wajahnya, tidak ingin sama sekali melihat ke arah Nisa.


"Oke, tapi aku mohon tetaplah di sini," pinta Nisa yang langsung mengancing kembali baju tidurnya setelah melepas tangan Al.


Al yang memang sudah mengantuk, karena seharian sangat sibuk, akhirnya naik kembali ke atas tempat tidur, dan merebahkan tubuhnya.


Senyum sinis tersinggung dari sebelah sudut bibir Nisa yang juga ikut merebahkan tubuhnya di samping Al.


"Nisa!" bentak Al saat Nisa kembali melingkarkan tangannya untuk memeluk tubuh nya.


Suara alarm dari ponsel Al terdengar jelas di telinga nya, saat jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul enam pagi, dan Alarm tersebut memang sengaja Al setel, karena hari ini dirinya akan menemui klien barunya setelah aktif kembali di kantor setelah beberapa hari di suruh libur oleh papa Zack.


Al membuka matanya, dan beranjak dari tidurnya setelah suara alarm yang kesekian kalinya bisa membangunkannya.


Angin dari pendinginan ruangan menusuk tulangnya, membuat Al langsung meraba tubuhnya.


Lalu Al menatap tubuhnya saat merasa ada yang aneh, dan membuka selimut yang masih menutup setengah tubuhnya.


Dan alangkah terkejutnya Al, saat mendapati tubuhnya tidak mengenakan sehelai benang pun.

__ADS_1


"Nisa!" teriak Al, lalu menarik selimut yang masih menutupi tubuh Nisa, dan memperlihatkan tubuh polos Nisa yang juga tidak menggunakan sehelai benang pun.


Nisa pun membuka matanya dan tersenyum ke arah Al yang terlihat begitu bingung.


"Apa yang kamu lakukan Nisa!"


"Al kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya Nisa. "Apa kamu lupa dengan apa yang kita lakukan semalam?" tanya Nisa lagi sambil mengukir senyum.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Al karena dirinya tidak sama sekali mengingat apa yang terjadi semalam, karena dirinya yakin langsung tertidur.


"Aku mengatakan yang sebenarnya Al, semalam kita melakukan hubungan suami istri layaknya suami istri pada umumnya," jelas Nisa sambil mengukir senyum.


"Achh," Desaah Al lalu mengacak acak rambutnya dengan kasar dan turun dari tempat tidur kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Meninggalkan Nisa yang terus menatap punggung polos Al, hingga tidak terlihat lagi, saat Al sudah masuk ke dalam kamar mandi.


"Dan akhirnya, aku bisa menjadikan kamu tameng ku Al," ucap Nisa, sambil tersenyum sinis, mengingat lagi semalam dirinya memang sengaja melucuti pakaian Al yang sudah tertidur lelap, dan juga pakaian yang di kenakan nya, tentu saja tanpa melakukan apa pun.


Bersambung....................................


Bonus untuk malam minggu kalian, dan jangan lupa like dan komennya.


Semakin banyak yang komen semakin besar pula, untuk besok aku crazy up seperti hari ini 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2