
"Jika dia kekasihku, apa urusanmu?" tanya Nessa balik dengan ketus.
"Tidak ada," jawab Ado sambil mengukir senyum. "Aku akan selalu bahagia melihat kamu bahagia Nes, dan begitu pun sebaliknya,"
Nessa tidak menanggapi perkataan Ado, lalu beranjak dari duduknya.
"Nes, mau ke mana?"
"Pulang," jawab Nessa dengan ketus.
"Kamu belum makan apa pun Nes, setidaknya makanan lah sedikit saja,"
"Aku tidak berselera,"
"Lalu bagaimana dengan makanan ini?" tanya Ado, namun tidak di hiraukan oleh Nessa, yang langsung memanggil pelayanan untuk mendekat.
"Iya Mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayanan pria yang sudah mendekati Nessa.
"Mas tolong semua makanan ini di bungkus," perintah Nessa sambil menunjuk meja yang berada di sampingnya.
Ado mendekati Nessa yang masih berdiri di samping meja.
"Nes, aku bisa memesan makanan baru untuk ibu, kenapa kamu malah menyuruh pelayanan membungkus makanan yang seharusnya kita makan,"
"Siapa bilang itu untuk ibu," sambung Nessa dan mengambil beberapa kantong yang berisi makan yang sudah di bungkus oleh pelayanan.
"Terus mau kamu apakan makanan ini Nes?"
__ADS_1
"Tentu saja untuk orang orang di luar sana yang kelaparan," jawab Nessa lalu melangkah kan kakinya keluar dari restoran tersebut.
"Ternyata kamu tidak pernah berubah Nes, kamu tetap Nessa yang dulu, Nessa yang baik hati dan juga dermawan," ujar Ado lalu mengukir senyum, mengingat lagi, Nessa dulu juga sering memberi pada sesama yang membutuhkan, meskipun hidupnya dulu jauh dari kata mampu.
Kemudian Ado berlari kecil untuk menyusul Nessa yang sudah keluar dari restoran tersebut.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Nessa, Ado beberapa kali menghentikan motor matic yang di kendarai, ketika Nessa menyuruh nya untuk berhenti, saat Nessa ingin memberikan makanan pada pemulung yang di temui nya.
Seperti sekarang, Nessa turun dari motor yang baru saja di berhentikan oleh Ado. Kemudian menghampiri pemulung yang sedang duduk di bawah pohon yang rindang, tidak jauh dari motor Ado.
Ado menautkan keningnya, ketika Nessa ingin kembali menuju motornya. dirinya melihat Nessa meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.
Kemudian Ado menyetandarkan motornya, untuk menghampiri Nessa.
"Nes, ada apa?" tanya Ado saat sudah berdiri di hadapan Nessa yang masih meringis kesakitan.
"Nes, a–"
"Perutku sakit sekali Do," sambung Nessa sambil meringis kesakitan, dan tangannya lebih kencang mencengkram lengan Ado.
Kemudian Ado memeluk bahu Nessa, untuk membantunya berjalan menuju motor miliknya.
"Di depan ada klinik, aku akan mengantarmu ke sana," ujar Ado namun Nessa yang masih menahan sakit di perutnya tidak mendengar apa yang di katakan oleh Ado.
Tidak butuh lama Ado sampai di klinik. Kemudian Ado turun dari motor terlebih dahulu, dan langsung membopong tubuh Nessa, yang tidak sama sekali menolak, dengan apa yang di lakukan oleh Ado, saat sakit di perutnya bertambah sakit.
"Kita sudah sampai klinik, tahanlah. Sebentar lagi dokter akan memeriksa mu," ucap Ado yang terlihat begitu panik, lalu berlari menuju ke dalam klinik sambil memanggilnya perawatan.
__ADS_1
Ado berdiri di ujung ranjang, penuh dengan kecemasan saat Nessa sedang di periksa dokter.
"Ya Tuhan, semoga Nessa baik baik saja," batin Ado dan matanya terus tertuju ke arah Nessa yang masih meringis kesakitan.
"Dok, apa yang terjadi padanya?" tanya Ado pada dokter yang baru saja memeriksa Nessa.
"Sepertinya Mbak ini dari pagi belum makan apa pun, kemudian bertemu dengan makanan asam dan pedas, mengakibatkan asam lambungnya naik," jelas dokter tersebut. "Untunglah janin di dalam kandungan Mbak kuat jadi tidak berpengaruh,"
"Janin?" tanya Ado untuk memastikan apa yang di dengarnya tidak salah.
"Iya betul Mas, Mas ini suaminya bukan? Harusnya Mas menjaga kesehatan istri Mas yang sedang hamil," sambung dokter tersebut. "Sebentar lagi istri Mas akan baik kan, dan saya permisi," ujar dokter tersebut yang belum lama memberi obat pada Nessa untuk menetralisir rasa sakit di perutnya.
Setelah kepergian dokter yang memeriksa Nessa, Ado mendekat ke arah Nessa yang sedang memalingkan wajahnya.
"Nes, apa yang di katakan dokter tadi benar?" tanya Ado saat sudah mendekati ranjang Nessa dan berdiri tepat di sisi ranjang nya.
Mendengar apa yang di katakan oleh Ado, Nessa menoleh ke arahnya.
"Benar, dan aku mohon padamu jaga rahasia ini dari ibu," pinta Nessa.
"Siapa pria dari anak yang kamu kandung? Apa dia kekasih kamu yang bernama Al?"
"Iya, dia ayah dari bayi yang aku kandung,'
"Pengecut sekali dia, melakukan ini padamu Nes," ujar Ado yang entah mengapa tidak menyukai pria yang sudah menghamili Nessa, meskipun dirinya tidak tahu pria tersebut.
"Kami saling mencintai," bohong Nessa padahal hanya dirinya yang mencintai Al.
__ADS_1