
Ado yang sedari tadi menunggu Nessa keluar dari kamar, sekarang beranjak dari dari duduknya.
Ketika Nessa mendekat ke arahnya, dan senyum terus terukir dari ke dua sudut bibir Ado, dan tatapan matanya terus tertuju ke arah Nessa.
"Maaf menggangu," ucap Ado saat Nessa sudah mendekatinya dan duduk tepat di hadapannya.
"Tidak masalah, silakan duduk," perintah Nessa mempersilakan Ado yang masih berdiri untuk duduk.
Dan Ado pun duduk kembali di kursi yang sadari tadi dirinya duduki.
Kemudian Ado mengulurkan tangannya ke arah Nessa, yang langsung menjabat tangan Ado.
"Selamat Nes, untuk pernikahan kamu,'
" Terima kasih," sambung Nessa lalu melepas tangannya yang masih menjabat tangan Ado. "Kenapa kamu ada di sini Do, bukannya kamu sedang berlayar?" tanya Nessa lagi karena Ado pernah mengatakan padanya jika ingin berlayar.
" Aku ke sini hanya untuk memberi selamat atas pernikahan kamu Nes. Dan ini untuk kamu," jawab Ado sambil menyodorkan paper bag berwarna coklat yang berisi kotak kado kehadapan Nessa.
"Apa ini?" tanya Nessa saat sudah mengambil paper bag tersebut.
"Hadiah pernikahan kamu Nes, maaf mungkin ini tidak ada harganya namun aku ikhlas memberikan ini untukmu," jawab Ado sambil mengukir senyum.
__ADS_1
Tanpa menanggapi perkataan Ado, Nessa dengan segera mengambil kotak kado yang terdapat di dalam kantong paper bag tersebut.
Lalu Nessa membuka kotak kado tersebut, dan langsung menautkan ke dua alisnya saat melihat isi yang berada di dalam kotak kado yang sekarang berada di pangkuan nya.
Bagaimana Nessa tidak terkejut jika isi di dalam kotak kado tersebut adalah set berlian.
Apa lagi terpampang jelas jika liontin yang terdapat di kalung berlian tersebut adalah namanya.
Kemudian Nessa beralih menatap ke arah Ado yang masih mengukir senyum.
"Do ini–"
Nessa yang tahu jika Ado sedang berbohong, langsung memasukkan kado tersebut ke dalam paper bag kembali, dan mengembalikan nya ke pada Ado.
"Maaf Do, aku tidak bisa menerima hadiah dari kamu,"
"Nes, terimalah jangan membuat aku sedih, karena kamu menolak apa yang aku berikan,"
"Sekali lagi maaf Do,"
"Nes," ucap Ado yang sekarang turun dari duduknya dan menaruh ke dua lututnya untuk menopang tubuhnya tepat di hadapan Nessa yang duduk di hadapannya. "Aku mohon jangan menolak Nes, apa kamu lupa kita adalah teman, dan anggap saja ini hadiah dari teman dekatmu," mohon Ado yang sekarang meraih tangan Nessa.
__ADS_1
Namun Nessa dengan segera melepas tangannya yang masih di pegang oleh Ado.
"Maaf Nes," ujar Ado merasa tidak enak. "Tapi aku mohon terima pemberian aku,"
"Jika tidak mau jangan di paksa," sambung Al yang tiba tiba sudah berdiri tidak jauh dari Nessa dan juga Ado.
Nessa dan juga Ado langsung menoleh ke arah Al, yang sekarang melangkahkan kakinya mendekati ke dunya.
Ado pun dengan segera beranjak dari tempatnya dan menatap ke arah Al, saat dirinya yakin pria tersebut adalah suami Nessa.
"Perkenalkan, aku suami Nessa," ujar Al dan mengulurkan tangannya ke arah Ado yang langsung menjabat tangannya.
"Aku Ado, sahabat dari Nessa,"
"Hanya sahabat, jangan suka memaksa, jika istri aku tidak mau, ya sudah jangan memaksa lebih baik kamu pulang saja," sambung Al yang sedari tadi mendengar perbincangan sang istri dan juga Ado.
"Baik aku akan pulang, tapi tolong bicara dengan Nessa agar mau menerima hadiah pernikahan dari aku,"
"Aku tidak mau, kamu pikir aku tidak bisa membelikan berlian untuk istriku begitu? Itu namanya penghinaan!" tegas Al yang sudah tahu apa yang ingin Ado berikan pada Nessa. "Tapi jika kamu memberikan semua berlian yang ada di toko, dengan senang hati aku akan menyuruh istriku menerimanya,"
Bersambung.......................
__ADS_1