Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Terbayang


__ADS_3

Bagaimana ke duanya percaya, karena selama setahun belakangan, Al tidak sama sekali pernah menghabiskan malam dengan wanita manapun kecuali dengan wanita yang ada di apartemennya.


"Kenapa kalian saling pandang begitu, aku ingin muntah melihatnya," ucap Al ketika melihat ke dua sahabatnya yang duduk di samping kanan dan juga kirinya saling menatap, dan mencondongkan bahunya tepat di hadapannya. Membuat Al langsung mendorong ke dua sahabatnya tersebut.


"Al, apa aku tidak salah dengar? Kamu ingin menghabiskan malam dengan wanita lain, selain wanita yang ada di apartemen kamu?" tanya Tomi yang sangat penasaran dengan sahabatnya tersebut. "Memangnya ke mana wanita yang selama ini menjadi partner di atas ranjang kamu itu?" akhirnya pertanyaan itu keluar dari bibir Tomi yang masih di selimuti rasa penasaran.


"Dia sedang pulang kampung," jawab Al. "Dan aku butuh pelampiasan sekarang juga untuk menghilangkan pening di kepala aku ini, jadi bawakan satu wanita untukku,"


"Siap Al, kriteria?"


"Bersih, wangi dan lokal," sambung Jery yang sudah hafal dengan kriteria wanita yang Al inginkan untuk melayaninya.


"Oke siap laksanakan," sambung Tomi.


"Tidak pakaian lama!" perintah Al, membuat Tomi langsung mengambil ponsel miliknya di atas meja, untuk menghubungi wanita sesuai kriteria Al.


Tidak berselang lama, wanita yang di panggil Tomi untuk menemani Al, masuk ke dalam ruangan di mana Al berada.


Tentu saja wanita tersebut yang sudah tahu harus melakukan apa, menghampiri Al, dan langsung duduk di pangkuannya.


Tomi dan juga Jery yang tidak ingin menggangu Al, keluar dari ruangan tersebut, tentu saja dengan mengajak ke dua wanita yang tadi bersamanya, menuju lantai bawah klub malam tersebut.


"Hay sayang," goda wanita yang ada di pangkuan Al sambil mengukir senyum, dan tak lupa ke dua tangannya menggagahi tubuh Al yang duduk di sofa dengan punggung yang di sandarkan di sandaran sofa.


Al benar baner heran dengan tubuhnya saat ini, bagaimana tidak heran, karena dirinya tidak sama sekali terangsang dengan sentuhan wanita tersebut yang masih berada di pangkuan Al sambil menggoyang goyangan pinggulnya, coba untuk membuat junior Al berdiri, dan ke dua tangan menyelusup masuk ke dalam dada Al, saat wanita tersebut sudah berhasil membuka satu persatu kancing kemeja yang Al kenakan.


Namun sudah sekian lama wanita tersebut menggagahi tubuh Al, tetap saja junior Al masih tidur di sarangnya.

__ADS_1


Sekarang wanita tersebut mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Al, namun tangan Al refleks mendorong tubuh wanita tersebut, hingga jatuh ke atas lantai, saat Al terus terbayang wajah Nessa.


"Sayang ada apa? Apa kamu tidak suka? Baiklah aku akan melakukan dengan cara lain," ucap wanita tersebut yang sudah beranjak dari lantai, tentu saja dengan senyum dari ke dua sudut bibirnya yang tidak pudar.


Namun tidak mendapat tanggapan dari Al, yang langsung mengambil dompet dari saku belakang celananya, dan mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu, dan menyodorkan pada wanita yang berdiri di hadapannya.


"Pergilah!"


"Tapi sayang kita belum–"


"Aku bilang pergi ya pergi!" bentak Al, membuat wanita tersebut langsung mengambil uang yang di sodorkan ke arahnya, lalu dengan segera keluar dari ruangan tersebut, padahal dirinya sudah basah dan ingin bermain dengan Al, pria yang sangat tampan dengan tubuh proposional, dirinya tidak di bayarnya pun mau.


Al meraup wajahnya dengan ke dua tangan selepas kepergian wanita itu.


"Nes, kapan kamu akan kembali," ucap Al yang entah mengapa akhir akhir ini selalu terbayang wajah Nessa. Kemudian Al menyambar gelas yang ada di atas meja, dan menegak isinya dengan kasar.


"Ya ampun Al, apa yang terjadi padamu, aku sudah susah susah mencari wanita sesuai kriteria kamu, eh kamu malah mengusirnya tanpa menikmatinya terlebih dahulu," ujar Tomi yang mendapat laporan dari wanita yang tadi di panggilnya.


Namun Al tidak merespon apa yang di katakan oleh Tomi, kemudian Al mengancing kemeja yang di kenakan nya, lalu beranjak dari duduknya.


"Aku pergi dulu," ucap Al dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.


"Ada apa dengan Al?"


"Entah," jawab Jery sambil mengangkat ke dua bahunya.


*

__ADS_1


*


*


Nisa keluar dari rumah setelah makan bersama dengan ke dua mertuanya, tapi tidak dengan Al yang katanya masih tidur di kamar tamu.


Mama Beca dan juga papa Zack pun mengijinkan menantunya, karena Nisa berkata akan menemui klien barunya.


"Ya ampun Pa, kapan mama memiliki cucu, mereka saja tidak tidur di kamar yang sama," ujar mama Beca setelah kepergian Nisa, saat mengetahui sang putra tidur di kamar tamu. "Apa lagi Nisa wanita karier, pasti prioritas dia pekerjaan, apa kita buat mereka bisa melakukan itu ya Pa. Mama sih punya ide, dan ide mama ini pasti bisa menghasilkan cucu untuk kita,"


"Jangan macam macam Ma, biarkan saja mereka melakukannya saat sudah suka sama suka,"


"Terus kapan?"


"Mana papa tahu,"


"Ih papa tidak asyik,"


*


*


*


Sementara itu Nisa bukanlah menemui klien seperti alasannya pada ke dua mertuanya, melainkan mendatangi rumah sederhana yang berada di pinggiran kota.


Bersambung....................

__ADS_1


__ADS_2