
Lalu ke tiganya saling pandang, ketika sudah melihat wanita paruh baya yang di panggil ibu Sumi oleh wanita paruh baya yang berada di samping mama Beca.
Saat ibu Sumi bersama seorang wanita yang sedang menggendong anak kecil, namun bukan Nessa seperti ke tiganya pikirkan.
"Ma,"
"Al," mama Beca menggenggam erat tangan sang putra. "Tenangkan dirimu," bisik mama Beca tepat di telinga Al,"
Kemudian mama Beca mengukir senyum ke arah ibu Sumi yang akan menghampiri nya.
"Bu Sumi, ada tamu yang mencari ibu Sumi," ujar wanita paruh baya tetangga Nessa yang bernama Yuli. "Katanya mereka akan melamar Nessa," ucapnya lagi sambil mendekati bu Sumi.
"Oh iya," sambung bu Sumi dengan raut wajah bahagian, dan berjalan mendekati mama Beca yang berdiri di tengah tengah sang suami dan juga Al, tentu saja mama Beca masih menggenggam tangan Al dengan tangan kirinya.
"Selamat siang Bu," sapa mama Beca dan terus mengukir senyum dan mengulurkan tangannya ke arah ibu Sumi yang langsung menjabat tangannya. "Perkenalkan aku Beca,"
"Aku bu Sumi ibu dari Nessa," sambung bu Sumi dan sekarang tatapan matanya tertuju ke arah Al. "Nak Al?" tanya bu Sumi sambil mengukir senyum.
Tentu saja bu Sumi tahu siapa sosok pria yang sedang di tatapnya, dan dirinya masih hafal, meskipun hanya melihat dari ponsel sang putri, saat pulang beberapa waktu lalu Nessa menunjukkan padanya, pria tersebut adalah kekasih sang putri yang akan datang untuk melamarnya, hingga Nessa menolak untuk di pinang pria lain.
__ADS_1
"Ya Tuhan terima kasih, ternyata Nessa tidak membohongiku, jika nak Al akan datang kemari untuk melamar Nessa," ujar bu Sumi yang begitu bahagia karena ucapan Nessa beberapa waktu lalu benar adanya, jika kekasihnya akan datang untuk meminangnya.
Tentu saja mama Beca, papa Zack dan juga Al, begitu terkejut mendengar ucapan Bu Sumi yang sudah mengenal Al.
"Apa Ibu mengenal aku?" tanya Al yang begitu penasaran.
"Tentu, kamu Alberto Gonza kan, kekasih Nessa? Dan Nessa sudah mengatakan pada ibu saat dia pulang kampung kemarin, jika kamu akan datang untuk melamarnya. Ibu pikir Nessa berkata bohong, ternyata kamu datang juga nak," sambung ibu Sumi dengan senyum yang tidak memudar.
"Iya kami ke sini untuk melamar Nessa anak ibu untuk putra kami," sambung papa Zack.
"Tapi kenapa aku tidak melihat putriku? Apa Nessa tidak ikut pulang bersama kalian?"
"Ada apa nak Al, kenapa nak Al terlihat begitu terkejut?"
"Apa Nessa tidak–"
Al tidak jadi meneruskannya ucapannya saat mama Beca mencubit lengannya untuk menghentikan ucapannya, karena mama Beca tahu jika ibu Nessa bertanya seperti itu berarti Nessa tidak ada di kampung halamannya.
"Tidak bu, Nessa tidak ikut pulang kampung, dia sangat sibuk dengan pekerjaannya, jadi kita datang hanya bertiga," bohong papa Zack.
__ADS_1
bukan tanpa alasan papa Zack berbohong, karena dirinya yakin, ibu Sumi belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada sang putri.
"Anak itu selalu pekerjaan yang di utamakan," sambung ibu Sumi sambil tersenyum. "Oh ya ampun, sampai lupa tidak menyuruh kalian masuk," ucap bu Sumi, yang langsung membuka pintu rumahnya dan menyuruh ke tiganya masuk ke dalam rumah.
"Ma, Pa, berarti Nessa tidak ada di sini? Terus aku harus mencari ke mana lagi," ucap Al begitu frustrasi, sebelum masuk ke dalam rumah Nessa.
"Al, kita bicarakan nanti," sambung papa Zack, yang tidak ingin ibu Sumi mendengar ucapan Al.
"Tidak bisa begitu Pa, aku harus segara menemukan Nessa, aku takut Nessa berbuat yang tidak tidak," ujar Al yang sekarang memiliki pikiran yang tidak tidak tentang Nessa. "Dan aku tidak ingin kehilangan anakku,"
"Al hentikan! Jangan bicara yang belum tentu akan terjadi," sambung mama Beca kesal, pasalnya Al terus berbicara.
Kemudian Al melepas tangannya yang masih di pegang oleh mama Beca.
"Aku harus pergi mencari Nessa Ma, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi," ujar Al dan melangkahkan kakinya ingin meninggalkan teras rumah Nessa, namun langkahnya terhenti saat ibu Sumi memanggilnya.
"Apa aku tidak salah dengar, dengan ucapan kalian? Jadi kalian datang ke mari hanya untuk mencari putriku? " tanya ibu Sumi yang sedari tadi mendengar ucapan ke tiganya. "Anakku, yang nak Al maksud anak siapa?" tanya ibu Sumi lagi, saat tadi mendengar Al mengatakan kata anakku.
Bersambung.....................
__ADS_1