Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Bersabar


__ADS_3

"Maksud Bapak apa ya?" tanya mama Beca balik yang tidak mengerti dengan pertanyaan yang Pak satpam tunjukkan untuknya.


"Ibu ke sini untuk membantu mengambil barang menantu ibu yang tertinggal kan?"


"Tidak. Aku ke sini untuk menemui menantuku," jawab mama Beca yang terlihat bingung dengan apa yang di katakan oleh satpam penjaga kosan yang berada di depannya.


"Lah, menantu ibu belum lama menyerahkan kunci kamar kosnya, karena ingin pindah dari kosan ini," jelas satpam tersebut membuat mama Beca begitu terkejut dengan penjelasan satpam tersebut.


Kemudian mama Beca memundurkan langkahnya, dan langsung di tahan oleh papa Zack yang berada tepat di belakangnya.


"Ma, kamu baik baik saja?" tanya papa Zack yang melihat sangat istri begitu terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Pa Nessa," ucap mama Beca tanpa menjawab pertanyaan sang suami dan air matanya jatuh membasahi pipi, saat dirinya menyesali kenapa dirinya tidak memberi tahu dari awal keberadaan Nessa pada Al, sebelum semua ini terjadi.


Mama Beca yang sangat penasaran dengan apa yang di ucapkan satpam penjaga kosan tersebut.


Akhirnya meminta kunci kamar Nessa untuk memastikan sendiri apa yang di katakan satpam tersebut benar atau tidak.

__ADS_1


Dan benar saja, saat mama Beca sudah membuka kamar kos Nessa di dalamnya sudah tidak ada lagi pakaian Nessa, yang tersisa hanya perabotan yang masih tertata rapi di tempatnya.


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir mama Beca, yang sekarang duduk di atas tempat tidur Nessa setelah memastikan jika benar Nessa sudah pergi.


Mama Beca mengambil ponsel miliknya yang berada di dalam tas, coba untuk menghubungi Nessa kembali, saat tadi sudah sempat menghubunginya namun ponselnya tidak aktif, dan sekarang pun masih tidak aktif.


"Pa, apa yang harus mama katakan pada Al, jika nanti dia datang ke sini dan Nessa sudah pergi," ujar mama Beca sambil menghapus air matanya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas kembali.


Papa Zack yang sedari tadi melihat sang istri mengecek satu persatu lemari yang ada di kamar tersebut dengan penyesalan, langsung menghampirinya dan duduk di samping mama Beca, lalu menggenggam tangan sang istri dengan erat.


"Ini artinya kita di suruh bersabar oleh Tuhan Ma, untuk bisa berkumpul dengan Nessa," sambung papa Zack yang sekarang memeluk bahu mama Beca.


"Tenang saja, papa akan menyuruh orang untuk mencari Nessa dan juga cucu kita," ujar papa Zack tanpa menjawab pertanyaan sang istri, untuk menenangkan sang istri yang terlihat begitu cemas.


"Terima kasih Pa, apa tidak sebaiknya mumpung kita ada di sini, lebih baik kita menemui Anisa, dan mencari tahu butik yang sempat Anisa tadi katakan pada mama, siapa tahu Nessa memang bekerja di sana," usul mama Beca yang langsung di setujui oleh papa Zack dan ke duanya langsung beranjak dari duduknya.


"Nessa!"

__ADS_1


Mama Beca dan juga papa Zack yang tidak asing dengan suara yang baru saja memanggil Nessa, langsung menatap ke arah pintu di mana Al baru masuk ke dalam kamar kos.


"Ma, Pa, di mana Nessa?" tanya Al yang langsung masuk ke dalam kamar kos Nessa.


Dan Al yang tidak mendapat jawaban dari ke dua orang taunya, langsung menuju ke arah kamar mandi yang berada di dalam kamar kos, berharap Nessa sedang berada di dalam kamar mandi saat dirinya tidak melihat Nessa di kamar.


"Ma, di mana Nessa?" tanya Al lagi saat di kamar mandi tidak menemukan keberadaan Nessa.


"Dia sudah pergi Al,"


"Apa!" teriak Al yang begitu terkejut mendengar perkataan mama Beca.


"Maafkan mama Al, karena mama tidak memberi tahu dari awal di mana Nessa berada," jelas mama Beca membuat Al langsung mengepalkan tangannya dan meninju tembok yang ada di sampingnya.


"Al!" teriak mama Beca.


"Ini semua karena mama, coba saja mama memberi tahu sejak awal di mana Nessa berada, pasti aku sudah membawa Nessa kembali," kesal Al sambil menendang meja yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Maafkan mama Al," ujar mama Beca, lalu mengambil ponsel miliknya yang berdering.


Bersambung..........................


__ADS_2