Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Tolong Bawa Dia Kembali


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah kepergian Nessa, dan semenjak itu Al tidak pulang ke rumah ke dua orang tuanya, melainkan kembali ke apartemen mewahnya.


Dan selama seminggu ini Al belum juga menemukan keberadaan Nessa, ponsel milik Nessa pun tidak lagi dapat di hubungi.


Al terus menyambar gelas berisi minuman keras yang ada di meja tepat di hadapannya ketika dirinya sedang berada di klub malam.


Entah sudah berapa botol minuman keras yang sudah di habiskan oleh Al, hingga dirinya sudah mulai kehilangan kesadaran. Dan hanya ini yang bisa menenangkan Al, saat pikirannya akhir akhir ini begitu kacau.


"Al hentikan!" perintah Jery yang menemani Al di klub malam tersebut.


Dan Jery begitu heran dengan sang sahabat karena tidak seperti biasanya Al mabok berat seperti ini.


"Al ada apa denganmu?" tanya Jery untuk yang kesekian kalinya, karena sedari tadi bertanya dengan pertanyaan yang sama namun Al tidak menjawab.


"Dia sudah pergi," akhirnya Al menjawab pertanyaan Jery, kemudian Al yang sudah mulai hilang kesadarannya, menjatuhkan punggungnya di sandaran sofa tempatnya sedari tadi duduk. "Nessa sudah pergi, tolong bawa dia kembali untukku," suara yang sangat pelan dari bibir Al sebelum tidak sadarkan diri terdengar jelas di telinga Jery.


Lalu Jery mengingat lagi nama wanita yang di sebut oleh Al adalah wanita, yang menjadi partner di atas ranjangnya, meskipun Jery tidak tahu persis wanita itu seperti apa, karena Al tidak pernah mengenalkannya.


Kemudian Jery mengangkat tubuh Al, yang sudah tidak sadarkan diri, untuk membawanya pulang ke apartemen mewah milik Al yang dirinya tahu.


*

__ADS_1


*


*


Sementara itu papa zack terus mondar mandir di dalam kamarnya, pasalnya sudah hampir jam dua belas malam mama Beca belum juga pulang ke rumah, padahal tadi sore izin padanya pergi hanya sebentar.


Dan ini bukan kali pertama mama Beca izin pergi dan pulang larut malam.


Papa Zack menghentikan langkahnya saat pintu kamarnya di mana dirinya berada di buka dari luar.


"Selamat malam Pa, maaf mama telat pulang," ujar mama Beca yang baru masuk ke dalam kamarnya.


"Dari mana kamu?" tanya papa zack penuh selidik.


"Tapi kemarin kemarin kamu juga sudah pergi makan malam dengannya,"


"Tapi sekarang berbeda Pa, karena Anisa mulai sekarang tidak lagi bekerja di rumah sakit tempatnya sekarang bekerja, karena ternyata dia baru mendirikan rumah sakit dan dia akan fokus di rumah sakit miliknya sendiri," jelas mama Beca panjang lebar.


Mendengar penjelasan sang istri, papa Zack tidak lagi menanyakan apa pun lagi, karena memang dirinya juga tahu sahabat sang istri mendirikan rumah sakit.


Kemudian papa Zack menuju tempat tidur dan duduk di pinggiran tempat tidurnya.

__ADS_1


"Apa kamu sudah menemui Al?" tanya papa Zack karena Al tidak pulang ke rumah sudah seminggu.


"Sudah," jawab singkat mama Beca.


"Kenapa dia tidak segera pulang? Apa ada masalah yang terjadi padanya?"


"Mama tidak tahu," bohong mama Beca tidak ingin memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sang suami.


"Papa takut Nisa akan memberi tahu ke dua orang tuanya, tentang Al yang tidak pulang ke rumah,"


"Besok mama akan mendatangi apartemen Al, dan menyuruhnya untuk pulang," sambung mama Beca. "Oh iya, papa tadi makan malam bersama dengan Nisa kan?"


"Tidak, papa makan malam sendiri karena tadi Nisa belum pulang," jelas papa Zack.


"Apa sekarang sudah pulang?" tanya mana Beca namun papa Zack hanya mengangkat ke dua bahunya. "Baiklah mama akan menemuinya, dan menemaninya malam ini," ujar mama Beca yang langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya meninggalkan sang suami.


Mama Beca yang sudah keluar kamar, berjalan menuju kamar sang putra dan Nisa menantunya.


Mama Beca mengetuk pintu kamar yang di tujunya beberapa kali, namun tidak ada tanda tanda pintu tersebut akan di buka dari dalam.


Lalu mama Beca coba membuka pintu kamar tersebut yang ternyata tidak di kunci, dan mama Beca langsung masuk ke dalam sambil memanggil sang menantu.

__ADS_1


Mama Beca yang baru saja menyalakan lampu kamar tersebut langsung menautkan keningnya saat Nisa ternyata tidak berada di dalam kamar.


Bersambung..........................


__ADS_2