
"Jadi Terima saja apa yang akan author tulis untukmu," jawab papa Zack yang sekarang menaruh tangan Nessa di lengannya, dan membawa menantunya tersebut untuk keluar menyusul sang istri dan juga ibu Sumi yang sudah keluar terlebih dahulu.
"Thor, aku mohon kasih scane uwu uwu ya, untuk aku dan juga istriku, aku pengin seperti dedengkot yang lain yang uwu uwunya manisnya lebih dari gula, oke Thor," pinta Al.
Author: Kasihan yang masih jomblo, dah terima nasib! Apa mau aku bikin sad ending pulang ke ibu kota pesawat yang kamu tumpangi jatuh ke laut?
"Tidak mau Thor, ya udah terserah lu!" kesal Al dan tidak lagi mengatakan apa pun dan sekarang dirinya langsung menyusul papa Zack dan juga sang istri yang sudah keluar dari tempat ibadah.
*
*
*
Al terus menggandeng tangan Nessa setelah turun dari mobil pengantin yang di naikinya yang terparkir tidak jauh dari rumah sang istri, yang sekarang begitu ramai, dengan tamu undangan yang mendatangi rumah ibu Sumi untuk mengucapkan selamat.
Nessa dan juga Al kini menuju sebuah kursi yang sudah di sediakan untuk keduanya, untuk menyalami tamu yang datang.
Meskipun beberapa kali Al menolak karena dirinya begitu lelah dan juga ingin beristirahat, pasalnya dirinya ikut andil dalam mempersiapkan pernikahannya.
"Ma, Bu. Ijinkan kami untuk istirahat, apa kalian lupa istriku sedang mengandung cucu kalian?" tanya Al pada mama beca dan juga ibu Sumi yang tadi menarik tangan Al dan juga Nessa untuk duduk di sebuah kursi dengan background yang sudah di hias sedemikian rupa mengikuti adat istiadat di kampung halaman sang istri.
"Mama tahu Al, tapi setidaknya sebentar saja kamu menyalami para tamu yang datang,"
__ADS_1
"Tapi aku tidak mengenal siapa pun di sini Ma," ujar Al karena yang datang adalah warga sekitar kampung halaman sang istri.
"Justru itu, biar kamu kenal mereka, kamu kan sekarang sudah jadi warga kampung sini,"
"Iya Iya," sambung Al yang tidak mengatakan apa pun lagi, saat banyak tamu undangan yang ingin menyalami nya.
Sudah hampir satu jam Nessa dan juga Al menyalami tamu yang datang. Dan saat satu persatu tamu mulai meninggalkan rumah Nessa.
Al langsung menyandarkan kepalanya di bahu sang istri yang masih duduk di sampingan.
"Aku lemas, belum di pelukan sama ayang," ucap Al dan satu tangannya memeluk pinggang sang istri.
Mendengar apa yang di katakan oleh Al, Nessa menoleh ke arah sang suami sambil menautkan keningnya.
"Sejak aku merasakan cinta, dan ternyata cinta itu menyenangkan ya?"
"Tapi tidak alay begitu kali,"
"Sekali kali boleh lah, oke sayang?"
"Terserah padamu Al,"
"Terima kasih," sambung Al dan mendekatkan wajahnya ingin mencium sang istri.
__ADS_1
Namun Nessa langsung menjauhkan wajah sang suami, saat tatapan matanya tertuju ke arah seseorang yang pernah dirinya lihat di ponsel Al.
"Al bukannya itu–"
"Apaan sih Nes, aku hanya ingin mencium bibirmu sekali saja, biar lemas yang aku rasakan ini hilang," sambung Al memotong perkataan Nessa dan mendekatkan wajahnya kembali.
"Lihat tuh," ujar Nessa sambil mengarahkan kepala Al untuk menatap obyek yang menjadi pandangan Nessa.
Dan Al langsung menautkan ke dua alisnya saat melihat apa yang baru saja Nessa tunjukkan padanya. Kemudian Al pun langsung beranjak dari duduknya.
"Kalian?"
"Kenapa terkejut?" tanya balik Jery yang sekarang berada tepat di hadapan Al, dan Jery langsung memeluk Al. "Selamat Al, akhirnya kamu menemukan dia, bukan hanya menemukan nya namun juga menjadikan istrinya,"
"Terima kasih," sambung Al sambil melepas pelukan Jery. "Kenapa kalian ada di sini?" tanya Al penasaran ketika mendapati Jery dan juga Tomi ke dua sahabatnya datang ke kampung halaman Nessa.
"Tentu saja ingin memberi selamat pada kamu," jawab Tomi dan sekarang gantian memeluk tubuh Al untuk memberi selamat. "Pantas saja kamu tidak ingin kehilangan dia, ternyata wanita yang selama ini kamu sembunyikan dari kita, cantiknya tidak ada duanya," bisik Tomi tepat di telinga Al.
"Bukan hanya cantik dia adalah wanita yang sangat berharga untukku," sambung Al lalu melepas pelukan Tomi. "Dan jangan sentuh, dia hanya milikku," ujar Al sambil menyingkirkan tangan Tomi yang akan menyalami Nessa.
"Idih posesif sekali kamu, oh ya Al ada seseorang yang ingin bertemu dengan kamu,"
"Siapa Tom?" tanya Al penasaran dengan apa yang baru saja Tomi katakan.
__ADS_1
Bersambung.........................