
Entah harus dengan cara apa lagi Al mengungkapkan kebahagiannya, saat ibu Sumi benar benar memaafkan dirinya, dan menganggap masa lalu adalah sebuah kenangan yang tidak perlu di ungkit lagi.
Ketika ibu Sumi mendengar begitu tulus dan juga tidak main main, perkataan yang baru saja Al katakan.
Dan ibu Sumi sangat yakin jika Al memiliki cinta yang sangat tulus untuk putrinya.
Al tidak ada hentinya mencium punggung tangan ibu Sumi untuk mengungkapkan kebahagiaannya, hingga air mata kebahagiaan lolos dari ke dua pelupuk matanya tidak sama sekali terasa olehnya.
Ibu Sumi yang melihat itu, mengukir senyum lalu satu tangannya, menghapus air mata kebahagiaan di pipi Al.
"Nak, hentikan. Dan untuk apa kamu menangis? Sekarang carilah Nessa dan tunjukkan cintamu ini padanya," ucap Ibu Sumi.
Dan Al pun langsung menegakkan kepalanya untuk menatap ibu Sumi.
"Bu sebelumnya terima kasih, karena ibu sudah mau memaafkan aku, atas apa yang aku lakukan dulu dan juga saat ini pada Nessa,"
"Al, saat ini ibu hanya ingin kamu mencari keberadaan Nessa, dan bawa dia kepada ibu,"
"Nessa sudah kembali dan dia ada di depan Bu,"
"Apa kamu sedang bercanda Al?"
__ADS_1
"Tidak Bu, Nessa sudah bersama kita, hanya saja–"
Al tidak jadi meneruskan ucapannya, dan langsung menghembuskan nafasnya kasar.
"Apa dia tidak ingin memaafkan kamu?" tanya ibu Sumi dan Al pun langsung menganggukkan kepalanya. "Dan kamu harus berjuang untuk mendapat maaf dari Nessa, apa lagi jika dia tahu kamu lah orang yang sudah melecehkannya dulu," ujar ibu Sumi yang sekarang balik menggenggam tangan Al. "Tapi ibu percaya jika Nessa pasti akan memaafkan kamu, karena ibu tahu persis dia sangat mencintaimu nak Al,"
"Bagaiman jika dia tidak mau memaafkan aku Bu?" tanya Al yang sudah berputus asa terlebih dahulu, karena saat tadi meminta maaf pada Nessa, namun permintaan maafnya benar benar di acuhkan oleh Nessa, yang malah mengatakan untuk melupakan semua yang sudah terjadi di antara ke duanya.
"Pasti dia akan memaafkan kamu nak, jika tidak, ibu akan membantumu," ujar ibu Sumi sambil mengukir senyum.
"Terima kasih Bu," ucap Al yang sangat bersyukur jika ibu Sumi benar benar mendukung dirinya.
Setelah selesai berbincang bincang dengan ibu Sumi, Al berpamitan untuk menemui Nessa, dan Bu Sumi pun mempersilakan Al, dan terus menyemangatinya.
"Nes," ucap Al saat Nessa sudah berada tepat di depan ruangan sang ibu.
Namun Nessa tidak menghiraukan ucapan Al, karena dirinya yang sudah melepas pelukan mama Beca ingin meraih gagang pintu ruangan di mana sang ibu berada, sambil menyingkirkan tubuh Al yang berdiri tepat di depan pintu.
"Nes, jangan seperti ini," ujar Al yang menarik tangan Nessa dan membawa ke dalam pelukannya. "Aku tidak bisa di acuhkan oleh kamu Nes, aku mohon maafkan aku,"
"Aku benci dirimu Al," sambung Nessa lalu mendorong tubuh Al untuk melepas pelukannya.
__ADS_1
Dan saat Nessa sudah bisa melepas pelukannya, dirinya langsung masuk ke dalam ruangan di mana sang ibu berada.
"Nes,"
"Al, hentikan," sambung mama Beca sambil menahan tangan Al yang ingin mengikuti Nessa masuk ke dalam. "Jangan membuatnya tambah membencimu,"
"Ma, tapi aku– ach," ucap Al tanpa menerus ucapannya, dan langsung mengacak acak rambutnya kasar. "Apa mama sudah menceritakan jika aku yang sudah melecehkan dia dulu, kenapa sekarang Nessa begitu dingin padaku, tidak seperti tadi,"
"Iya mama sudah menceritakan semuanya," sambung mama Beca.
"Terus bagaimana reaksi dia Ma?"
"Sepertinya kamu akan sulit mendapatkan maaf darinya Al, dan sekarang lebih baik kamu menyerah untuk mendapatkan Nessa,"
"Apa!"
Bersambung....................
R: kenapa Al bisa mengenal Nessa yang di lecehkan padahal kan di ruangan gelap?
A: ternyata saat itu ada bias cahaya bulan dari balik tirai yang menerpa wajah Nessa ya gaes. Kiranya ada yang ingin di tanyakan, misal percobaan yang berapa Al bisa menerobos masuk gawang, dan juga kuat berapa menit silakan CP authornya ya gaes untuk lebih detailnya wkwkwkwkw 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Bercanda gaes, selamat bermalam minggu, aku akan up lagi nanti tapi jangan lupa like, dan komennya ya bay bay