
Nessa keluar dari ruangan di mana tadi dirinya berada, setelah merasa baik kan meskipun masih sedikit sakit, setelah dokter mengijinkannya pulang.
Mata Nessa tertuju pada Ado yang sedang berdiri sambil menyandarkan punggungnya di tembok, tepat di depan pintu ruangan di mana Nessa baru saja keluar.
Kemudian Nessa memalingkan wajahnya, dan berjalan menuju pintu keluar klinik di mana dirinya berada.
"Nes, tunggu," panggil Ado yang langsung berjalan mengikuti Nessa dari belakang.
"Pergilah! Aku bisa pulang sendiri," perintah Nessa dan terus melangkahkan kakinya keluar dari Klinik tersebut.
"Kamu pergi bersamaku, dan aku juga yang akan mengantarkan kamu pulang,"
"Ado!" teriak Nessa saat sudah berada di luar klinik, dan menampik tangan Ado yang ingin meraih tangannya.
"Ini sudah malam Nes, aku akan mengantar kamu pulang,"
"Aku sudah mengatakan padamu, aku bisa pulang sendiri!"
"Nes, jangan keras kepala. Oke maafkan aku jika ucapan yang tadi aku katakan membuat kamu kesal, tapi ijinkan aku untuk mengantar kamu pulang, aku tidak ingin, ibu mengira aku pria yang tidak bertanggung jawab, karena kamu pergi bersamaku, tapi pulang hanya seorang diri,"
"Kamu tenang saja itu tidak akan pernah terjadi, jadi sekarang menyingkir lah dari hadapan aku!" pinta Nessa saat Ado sekarang berdiri di hadapannya.
"Aku mohon Nes, aku tidak bisa membiarkan kamu pulang sendiri dengan keadaan kamu sendiri. Tenang saja, aku akan menjaga rahasia ini dari ibu, jadi aku mohon padamu jangan menolak Nes," pinta Ado dengan sangat tulus, tidak mungkin dirinya membiarkan wanita yang di cintai nya pulang larut malam seorang diri.
__ADS_1
Dan akhirnya Nessa pun mau pulang bersama dengan Ado, tentu saja di atas motor Nessa tidak sama sekali menanggapi apa pun yang Ado katakan untuk mencairkan suasana.
Tepat pukul sembilan malam Motor yang di kendari Ado tiba di halaman rumah Nessa.
Dan Nessa pun segera turun dari atas motor, dengan menahan rasa sakit yang menghampiri perutnya meskipun sakitnya tidak separah tadi.
Nessa melangkahkan kakinya meninggalkan Ado, tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Hubungi aku, jika ayah dari bayi yang kamu kandung tidak ingin bertanggung jawab Nes," ucap Ado menghentikan langkah Nessa yang baru beberapa langkah meninggalkan Ado yang sekarang sudah turun dari atas motor, dan berdiri tepat di samping motor miliknya. "Aku akan memberi pelajaran pada dia, jika dia tidak mau bertanggung jawab, dan aku juga akan menghancurkan hidupnya," ucap Ado lagi membuat Nessa yang hanya diam di tempat, kini membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah Ado.
"Pikiran kamu terlalu jauh Do. Tentu saja dia akan bertanggung jawab, dan aku yakin dengan itu," sambung Nessa sambil mengukir senyum.
"Jika tidak?"
"Aku akan selalu ikut campur, hingga aku memastikan sendiri kamu hidup bahagia, meskipun itu bukan dengan aku Nes," ujar Ado namun tidak di hiraukan oleh Nessa, meskipun dirinya mendengar apa yang dikatakan oleh Ado.
Kemudian Nessa yang sudah berada di depan pintu, langsung masuk ke dalam rumah, dan sempat menoleh ke arah Ado yang masih berdiri di tempatnya.
*
*
*
__ADS_1
Al yang penasaran dengan seorang pria yang terus menghubungi ponsel Nisa, akhirnya memutuskan untuk menemui pria tersebut, dengan berpura pura sebagai pria yang di suruh Nisa untuk menemui nya.
Bagaimana Al tidak di buat penasaran, saat pria yang menghubungi ponsel Nisa istrinya, meminta uang seratus juta dalam bentuk cash.
Al masuk ke dalam sebuah restoran yang lumayan terkenal di pusat kota sambil menenteng koper, tentu saja koper tersebut tidak ada isinya.
Kemudian Al mengedarkan pandangannya keseluruhan penjuru kafe saat sudah berada di dalam, untuk mencari seorang pria misterius yang memintanya untuk menemui nya di kafe tersebut.
Lalu Al mengingat lagi pria yang sedang di cari nya, menyuruh untuk menemui nya di meja nomor dua puluh tujuh.
"Oke, meja nomor dua puluh tujuh," ucap Al kemudian mencari meja nomor dua puluh tujuh.
Al yang sudah mendapati nomor meja yang di carinya, mendekati meja tersebut dengan langkah pasti.
"Selamat malam," ucap Al pada pria yang sudah duduk di kursi meja nomor dua puluh tujuh.
Membuat pria tersebut yang duduk membelakangi Al, beranjak dari duduknya dan membalik tubuhnya untuk menatap Al.
"Kamu,"
"Kamu,"
Bersambung.............................
__ADS_1